JP Bogor - Dinamika kerja sering kali rumit dan sulit untuk dikelola. Favoritisme di tempat kerja tentunya menjadi salah satu faktor penyebabnya.
Favoritisme merupakan istilah untuk menggambarkan adanya perlakuan pilih kasih atau tidak adil yang dilakukan oleh atasan kepada seseorang atau sekelompok orang di tempat kerja. Sikap ini bisa mengakibatkan kecemburuan dan stres bagi karyawan yang tidak mendapatkan perlakuan sama.
Perlakuan favoritisme mungkin bisa berbeda-beda di tiap tempat kerja, tetapi ada beberapa tanda yang umum. Di antaranya, distribusi tugas yang tidak adil, mengabaikan kesalahan karyawan tertentu, promosi kerja yang sangat cepat, hingga pemberian hak istimewa seperti memberi salah satu karyawan jadwal yang fleksibel dan jam istirahat ekstra.
Efek negatif dari perlakuan pilih kasih dapat beriak dan merusak budaya tempat kerja, mengakibatkan beberapa konsekuensi seperti semangat kerja menurun, konflik antar karyawan, produktivitas berkurang, sampai peningkatan turnover.
Perilaku atasan yang suka menganak emaskan seorang karyawan memang cukup menyebalkan. Lantas, bagaimana cara menyikapinya dengan bijak? Dilansir dari laman Calm.com, berikut beberapa tips efektif untuk memerangi favoritisme di tempat kerja.
1. Bersikap Profesional
Menghadapi atasan yang pilih kasih memang perkara rumit. Anda mungkin merasa frustrasi ketika perlakuan favoritisme menghalangi pengakuan, tetapi cobalah untuk tidak membiarkannya memengaruhi kinerja dan kualitas kerja Anda.
Ketika Anda mempertahankan sikap profesionalisme Anda, itu dapat membantu menyoroti dedikasi dan etos kerja. Menjaga integritas Anda dapat membantu melindungi reputasi Anda dan menunjukkan bahwa Anda adalah anggota tim yang berharga.
2. Dokumentasikan Perlakuan Pilih Kasih
Dokumentasikan situasi di mana perlakuan pilih kasih dari atasan kepada salah satu karyawan terjadi sebagai bukti. Terutama jika Anda akhirnya memutuskan untuk membicarakannya dengan HR atau supervisor.
Untuk melakukannya, catatlah tanggal, waktu, dan dokumentasikan perlakuan yang terjadi. Contohnya, jika seorang karyawan yang disukai menerima hak istimewa seperti dibebastugaskan dari pekerjaan yang berat, jelaskan dengan detail apa yang terjadi.
3. Berbicara Berdua dengan Atasan
Jika perlakuan pilih kasih di tempat kerja memengaruhi kemampuan Anda untuk tumbuh atau berkontribusi sepenuhnya, pertimbangkan untuk berbicara langsung dengan atasan Anda. Berbicara dengan atasan mungkin bisa terasa menakutkan, tetapi ingatlah bahwa tugas mereka adalah membimbing dan menerapkan perlakuan adil kepada seluruh anggota tim agar tetap produktif.
Untuk melakukannya, atur pertemuan pribadi dan buat percakapan dengan bahasa yang sopan dan baik. Fokuslah pada keinginan Anda untuk tumbuh dan mintalah feedback tentang kontribusi Anda selama berada di dalam tim. Ini akan menunjukkan komitmen Anda terhadap pengembangan diri dan menjaga hubungan tetap positif.
4. Bangun Emotional Support dengan Rekan Kerja yang Dipercaya
Bila perlakuan favoritisme semakin memengaruhi mental Anda, berbicara dengan rekan kerja yang mendapatkan perlakuan serupa mungkin dapat membantu memvalidasi perasaan Anda serta menguatkan hubungan dengan memberikan rasa aman dan nyaman.
Untuk melakukannya, cobalah mencari rekan kerja yang memahami perspektif Anda tanpa menimbulkan hal yang negatif. Sehingga, Anda dapat saling mendukung dengan hal-hal positif untuk mengatasi perlakuan pilih kasih, yang tentunya bisa menjaga kesehatan mental dan membantu tetap produktif.
5. Laporkan ke HR
Jika perlakuan pilih kasih terus berlanjut terlepas dari segala upaya Anda untuk memeranginya, dan malah menghambat kemajuan karir Anda, inilah saatnya untuk melaporkannya ke human resources (HR). Sama halnya dengan mempersiapkan diri untuk berbicara dengan atasan, berbicara dengan HR memerlukan sedikit usaha.
Pastikan Anda memiliki dokumentasi perlakuan favoritisme dengan detail yang jelas, bukti pertemuan dengan atasan Anda, dan bahkan testimonial dari rekan kerja yang lain untuk memperkuat bukti perlakuan pilih kasih yang terjadi.
6. Dorong Kemajuan Perkembangan Skill Anda
Ketika favoritisme memengaruhi kemampuan Anda untuk maju dan berkembang, temukan cara lain untuk terus meningkatkan keterampilan Anda. Jangan biarkan atasan atau kolega Anda yang memegang kendali atas perjalanan karir Anda.
Carilah kursus online, sesi pelatihan, atau peluang baru di industri Anda untuk memperluas keahlian dan terus berkembang secara profesional. Buktikan bahwa Anda mampu dan memiliki dedikasi yang besar untuk terus maju dan berkembang.
Editor : Candra Mega Sari