JP Bogor - Petrichor, atau dikenal juga sebagai ampo, adalah aroma alami yang muncul ketika hujan membasahi tanah kering. Istilah petrichor berasal dari bahasa Yunani, di mana "petra" berarti batu dan "ichor" mengacu pada cairan para dewa. Konesp ini pertama kali diperkenalkan oleh dua peneliti pada tahun 1964.
Aroma khas petrichor tercipta dari kombinasi minyak yang diproduksi oleh tanaman selama musim kering dan senyawa geosmin yang dihasilkan oleh mikroorganisme di tanah. Ketika hujan turun, air membantu melepaskan senyawa-senyawa tersebut ke udara, menciptakan aroma yang sangat khas. Aroma ini sering kali lebih terasa di musim hujan dan biasanya dikaitkan dengan kenangan positif, memberikan rasa nostalgia bagi banyak orang.
Keunikan aroma hujan tidak hanya berasal dari tanah, tetapi juga dari beberapa faktor lain. Misalnya, ozon yang terbentuk saat petir dapat menyumbang pada aroma segar yang sering tercium saat badai hujan. Meskipun air hujan sendiri tidak berbau, kombinasi elemen-elemen ini menciptakan aroma yang khas dan menenangkan.
Berdasarkan informasi dari laman resmi sampoernaacademy.sch.id, terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi aroma petrichor. Faktor-faktor tersebut, antara lain:
1. Petir dan Ozon
Saat petir menyambar, molekul di atmosfer pecah dan membentuk ozon. Tahukah kamu bahwa ozon memiliki bau khas? Bau ini ikut menciptakan aroma petrichor.
2. Geosmin
Ketika mencium tanah basah, sebenarnya kamu mencium aroma yang dihasilkan oleh bakteri tertentu. Aroma ini berasal dari geosmin, senyawa yang dihasilkan oleh bakteri di dalam tanah. Ketika hujan udara menyentuh tanah, geosmin terbawa oleh udara dan tersebar di sekitar.
3. Minyak Tumbuhan
Tanaman juga menghasilkan minyak di musim kemarau. Minyak ini dikeluarkan saat hujan turun dan ikut memberikan aroma petrichor. Minyak ini mengandung asam stearat dan asam palmitat, yang memberikan kontribusi pada aroma unik hujan.
Selain faktor-faktor di atas, udara lembab juga membantu aroma petrikor muncul lebih kuat. Selama hujan, tetesan udara menciptakan aerosol yang membawa aroma petrikor ke indra penciuman. Namun, setelah hujan berhenti dan tanah mulai mengering, aroma petrikor perlahan memudar.
Sekarang kamu sudah mengetahui apa saja kandungan dan reaksi kimia yang terdapat di balik aroma hujan. Namun, sebenarnya apa yang menyebabkan beberapa orang sangat suka dengan aroma tersebut? Berikut adalah alasan beberapa orang menyukai bau hujan seperti yang dilansir dari laman hellosehat.com:
1. Pengalaman hidup
Pengalaman hidup dapat mempengaruhi selera penciuman seseorang, termasuk suka terhadap aroma tertentu seperti bau hujan. Menurut psikolog Rachel Herz, preferensi ini sudah ada sejak lahir dan terkait dengan bagian otak yang memproses ingatan emosional. Aromanya mungkin diasosiasikan dengan pengalaman menyenangkan di masa kecil.
2. Hasil dari evolusi manusia
Beberapa ahli meyakini hal ini juga berkaitan dengan evolusi manusia. Antropolog Diana Young menjelaskan bahwa fenomena ini, disebut sinestesia budaya, terjadi karena pengalaman sensorik yang campur aduk akibat sejarah evolusi. Di masa lalu, bau hujan mungkin terkait dengan lebih banyaknya sumber makanan, membuatnya dianggap positif secara genetik hingga saat ini.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah