JawaPos.com - Sering mengantuk dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kurangnya tidur, kelelahan, hingga penyakit tertentu. Bagi tubuh, tidur sama pentingnya dengan makan dan minum. Sayangnya, banyak dari kita yang mengabaikan kualitas dan kuantitas tidur padahal kunci bangun tidur yang segar adalah tidur yang lelap.
Kerugian yang didapat dari kurang tidur atau sering merasa ngantuk adalah rentan melakukan kesalahan dalam pekerjaan atau aktivitas karena saat terbangun badan tidak segar sehingga sulit untuk berkonsentrasi. Selain itu, gangguan tidur juga berpotensi meningkatkan risiko seseorang terkena depresi dan gangguan cemas.
Seseorang juga menjadi lebih berisiko berbuat kesalahan dan mengambil keputusan yang tidak tepat. Itulah mengapa mengantuk karena kurang tidur sering menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan saat bekerja atau saat berkendara.
Rasa kantuk yang berlebihan muncul dengan ciri khas kesulitan untuk terjaga dan meningkatnya keinginan untuk tidur di siang hari. Meskipun hal ini normal, rasa kantuk berlebihan yang terjadi setiap hari selama sekitar tiga bulan perlu diwaspadai karena bisa jadi pertanda penyakit.
Dilansir dari laman halodoc.com, berikut beberapa penyakit yang menjadi pemicu seseorang sering merasa mengantuk, antara lain:
1. Sleep Apnea
Apnea tidur atau sleep apnea menyebabkan rasa kantuk berlebihan pada siang hari. Ini mengganggu fungsi sehari-hari, suasana hati, dan kesehatan. Gejala termasuk mendengkur keras, sakit tenggorokan, sakit kepala saat bangun, kurang fokus, dan lekas marah. Ada dua jenis sleep apnea: obstruktif (jaringan tenggorokan mengendur) dan central (otak tidak mengirim sinyal pernapasan).2
2. Sindrom Kaki Gelisah
Sindrom kaki gelisah mendorong pengidap untuk menggerakkan kaki, mengganggu tidur nyenyak dan menyebabkan kantuk berlebih. Penyebab belum pasti, tetapi kurangnya zat besi diduga berperan.
3. Narkolepsi
Narkolepsi adalah gangguan neurologis yang mengganggu siklus tidur dan bangun. Pengidap sulit tidur di malam hari dan merasa sangat ngantuk di siang hari. Wanita mengalami gejala ini terkait gaya hidup 44%, sedangkan pria 71%.
4. Depresi
Depresi menyebabkan perubahan pola tidur. Seseorang bisa tidur lebih banyak atau sedikit dari biasa, yang mengakibatkan kantuk berlebihan di siang hari.
5. Efek Samping Obat
Beberapa obat juga bisa menyebabkan kantuk berlebihan, seperti obat tekanan darah tinggi, antidepresan, dan obat untuk mual.
6. Pola Makan yang Keliru
Pola makan yang buruk, seperti konsumsi kopi berlebihan atau makanan pedas, mengganggu tidur dan menyebabkan rasa kantuk.
7. Masalah Emosi
Masalah emosi, seperti putus cinta, dapat membuat tidur terganggu dan menyebabkan kantuk di siang hari.
8. Pertambahan Usia
Pertambahan usia cenderung menurunkan kualitas tidur. Lansia biasanya menghabiskan banyak waktu di tempat tidur, tetapi dengan kualitas rendah.
9. Hipersomnia Idiopatik
Hipersomnia idiopatik adalah gangguan tidur yang menyebabkan kantuk berlebihan meski tidur cukup.
10. Terlalu Sering Begadang
Terlalu sering begadang, terutama untuk pekerja shift malam, menjadi penyebab umum kantuk.
11. Kurang Olahraga
Kurang berolahraga membuat tubuh lesu dan meningkatkan risiko kantuk.
12. Mengkonsumsi Alkohol Sebelum Tidur
Mengonsumsi alkohol sebelum tidur dapat mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan rasa kantuk keesokan harinya.
Agar tidak mengantuk di siang hari, insomnia harus diatasi. Jika sulit tidur terus-menerus, Anda bisa mencoba obat insomnia dari bahan alami seperti Ashwagandha.
Ashwagandha dikenal bisa meredakan stres dan kecemasan serta membantu mengurangi gejala depresi. Pastikan memilih suplemen yang terdaftar di BPOM dan konsultasikan dengan dokter jika Anda menderita penyakit tertentu atau mengkonsumsi obat lain.
Untuk mengatasi kantuk berlebihan, penting tidur cukup (7-9 jam), tidur dan bangun pada jam yang sama, serta melakukan gaya hidup sehat. Jika ada masalah medis, konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
Editor : Candra Mega Sari