Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Tidur Cukup, Otak Cemerlang: Begini Penjelasan tentang Hubungan Istirahat dan Konsolidasi Memori

Muhammad Naufal Rabbani • Selasa, 21 Januari 2025 | 10:15 WIB
Ilustrasi seseorang yang memeluk bantal
Ilustrasi seseorang yang memeluk bantal

JP Bogor - Pernahkah anda merasa linglung dan sulit mengingat sesuatu setelah kurang tidur? Mungkin anda lupa di mana meletakkan kunci, atau bahkan sulit mengingat waktu. Pengalaman itu menunjukkan tentang hubungan penting antara tidur bagi fungsi kognitif, terutama memori.

Namun, bisakah tidur yang berkualitas benar-benar meningkatkan daya ingat kita dan bagaimana dampak kurang tidur kronis terhadap memori jangka panjang?

Melansir dari laman Verywell Mind, tidur memang memiliki peran penting dalam pembentukan dan konsolidasi memori. Pada saat kita tidur, kita melewati empat tahapan tidur, di antaranya:

Nah, pengumpulan informasi yang terjadi dalam aktivitas seharian diproses pada penyimpanan memori jangka panjang selama tahap ketiga dan tahap keempat. Proses konsolidasi ini memperkuat koneksi saraf yang terkait dengan memori, sehingga dapat meningkatkan kemampuan untuk belajar dan mengingat informasi baru.

Tahapan inti tidur memang terletak pada tahapan ketiga dan keempat. Namun, pada dasarnya kedua tahapan tersebut memiliki peran yang berbeda dalam mengolah memori.

Tahap ketiga atau tahap tidur nyenyak berfungsi untuk mengumpulkan dan menyatukan memori yang mencakup fakta atau peristiwa. Selama tahapan ini, memori dipindahkan dari penyimpanan jangka pendek ke penyimpanan jangka panjang, sehingga membuat memori lebih stabil dan mudah diingat di kemudian hari.

Sedangkan pada tahap keempat atau tidur REM lebih berkaitan dengan konsolidasi memori prosedural, seperti keterampilan dan tugas. Secara lebih mendalam, tahapan keempat tidur ini mengintegrasikan informasi baru ke dalam jaringan pengetahuan yang ada dan memperkuat memori. 

Selain memori, tidur juga memengaruhi proses kognitif penting lainnya, termasuk pembelajaran dan pemecahan masalah. Tidur yang cukup memungkinkan otak kita memproses dan menyimpan informasi secara efektif. Meskipun neuron dalam otak melambat saat tidur, mereka tetap melakukan pekerjaan penting, salah satunya adalah memproses memori.

Tidur memberi kesempatan bagi otak untuk mengisi ulang energi dan melakukan konsolidasi memori. Ketika anda kurang tidur, dampaknya adalah kesulitan untuk mengingat sesuatu karena otak kekurangan waktu untuk membentuk jalur memori baru.

Dampak kognitif lain meliputi kesulitan belajar dan fokus, penurunan kemampuan pengambilan keputusan, serta kontrol emosi dan perilaku yang buruk.

Melansir dari Sleep Foundation, memperkuat pentingnya durasi tidur yang tepat sesuai usia dapat membuat otak bekerja secara optimal untuk mengonsolidasi memori.

Tidur pada dasarnya memang berperan penting dalam memori. Maka dari itu, dengan tidur yang cukup, maka otak dapat mengatur memori dan membantu untuk mempertahankan informasi yang baru dipelajari.

Editor : Candra Mega Sari
#memori #meningkatkan daya ingat #tidur #dampak kurang tidur