JP Bogor - Apakah seseorang pernah benar-benar melupakan cinta pertama? Pertanyaan ini sering muncul di berbagai diskusi online. Salah satu topik yang menarik perhatian adalah "men's first love theory" atau "teori cinta pertama pria", yaitu gagasan bahwa pria sulit melupakan cinta pertama mereka. Hal ini telah memicu beragam reaksi di media sosial, mulai dari dukungan hingga debat panas.
Dilansir dari usatoday.com pada Sabtu (18/1), seorang pengguna media sosial X mengemukan gagasannya soal teori cinta pertama pria.
"Teori cinta pertama pria itu nyata, percayalah," tulis seorang pengguna X.
Di TikTok, komentar serupa juga bermunculan.
"Dia adalah cinta pertama dan satu-satunya yang ada di pikiranku. Tapi aku tahu aku bukan yang pertama baginya, dan aku sangat membenci itu," tulis seorang pengguna TikTok.
Namun, apakah hal tersebut benar-benar hanya berlaku untuk pria? Beberapa berpendapat bahwa pengalaman soal cinta pertama itu tidak terbatas pada satu gender saja.
"Menurut saya, baik pria maupun wanita akan selalu mengingat cinta pertama mereka," tulis pengguna lain di TikTok.
"Cinta pertama mungkin bukan cinta sejati, tapi kenangannya akan tetap melekat, dan itu wajar," tulis pengguna lainnya lagi.
Para ahli setuju bahwa cinta pertama meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja. Hal ini disebabkan oleh nostalgia dan emosi kuat yang terhubung dengan pengalaman cinta, menjadikannya kenangan yang sulit dilupakan.
"TikTok punya cara yang menyederhanakan topik-topik rumit menjadi kata-kata mutiara dan takhayul," kata Kimberly Vered Shashoua, seorang pekerja sosial klinis berlisensi.
"Apakah sebagian orang tidak pernah bisa melupakan cinta pertama mereka? Tentu. Apakah karena mereka laki-laki? Tidak secara khusus," lanjutnya.
Penting untuk berhati-hati agar pengalaman cinta pertama yang tidak berjalan mulus tidak menciptakan pola pikir yang merugikan.
"Cinta pertama adalah pengalaman yang membentuk diri kita," jelas konselor trauma Jordan Pickell.
"Pengalaman ini memengaruhi apa yang kita anggap mungkin dalam hubungan serta harapan kita terhadap pasangan di masa depan. Namun, terus-menerus membandingkan setiap hubungan baru dengan cinta pertama dapat menjadi sesuatu yang merugikan," lanjutnya.
Cinta pertama sering kali terjadi di masa-masa yang lebih sederhana. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa banyak orang terjebak pada kenangan tersebut, terutama di era kencan modern.
Jordan Pickell berpendapat bahwa kejenuhan dan kurangnya koneksi dalam dunia kencan saat ini membuat orang cenderung mengenang cinta pertama mereka.
"Cinta pertama biasanya muncul di masa sekolah, awal karier, atau situasi lain ketika hubungan dapat berkembang secara alami tanpa tekanan atau kompleksitas yang sering ditemui dalam kencan modern," jelasnya.
Selain itu, jatuh cinta memicu pelepasan senyawa kimia di otak seperti dopamin, oksitosin, dan serotonin.
"Ketiga zat ini bekerja sama untuk menciptakan perasaan luar biasa saat seseorang jatuh cinta dan menjalin hubungan," jelas Shanna Kattari, profesor madya di School of Social Work dan Departemen Studi Perempuan dan Gender di University of Michigan.
"Tak mengherankan jika perasaan tersebut membuat kita tetap memiliki kenangan indah terhadap seseorang, bahkan lama setelah masa-masa romantis itu berlalu, terlepas dari apakah hubungan itu masih berlanjut atau tidak," tambahnya.
Cinta Pertama Sering Kali Membawa Dampak Emosional yang Mendalam, Terutama Bagi Pria
Mengapa pembahasan cinta pertama sering difokuskan pada pria, bukan wanita? Menurut Amy Morin, psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong People Don’t Do, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Namun, beberapa ahli percaya hal ini berkaitan dengan tekanan sosial yang berbeda.
"Pria sering tidak diajarkan untuk memproses atau mengekspresikan emosi seperti halnya wanita, sehingga cinta pertama dapat meninggalkan beban emosional yang berat yang mungkin tidak pernah sepenuhnya diatasi," jelas Jordan Pickell.
Laura Petiford, seorang terapis pernikahan dan keluarga, menambahkan, "Wanita mungkin merasakan intensitas yang sama terhadap cinta pertama, tetapi pengalaman mereka dengan dunia emosional sering membuat mereka lebih mudah untuk melanjutkan hidup".
Baca Juga: Dari Kesehatan Tulang hingga Mata, Ini 5 Manfaat Rambutan yang Perlu Anda Tahu
Apakah Melupakan Cinta Pertama Adalah Keharusan?
Apakah cinta pertama benar-benar tak terlupakan? Jawabannya bergantung pada pengalaman masing-masing individu.
"Cinta pertama sering kali terkait dengan perubahan hormonal yang signifikan pada tubuh, yang dirasakan sebagai stres emosional,” kata Petiford.
Ia juga menekankan bahwa cinta sejati memerlukan waktu untuk tumbuh dan biasanya menjadi penyangga terhadap stres.
Cinta pertama sering kali bukan cinta sejati, melainkan pengalaman emosional yang intens untuk pertama kalinya.
Namun, mengabaikan masa lalu mungkin bukan langkah yang bijak.
"Dalam terapi, banyak orang meninjau kembali dan menulis ulang kisah cinta pertama mereka, terutama ketika merasa tidak puas dengan hubungan saat ini. Kadang cinta pertama lebih menjadi simbol dari apa yang hilang saat ini, daripada representasi yang akurat dari apa yang terjadi di masa lalu," jelas Pickell mengurai pendapatnya.
Bahkan jika pengalaman cinta pertama itu sulit, tidak ada gunanya menghapusnya. Shanna Kattari menjelaskan, "Kita sebagai individu dibentuk oleh pengalaman hidup kita, termasuk cinta pertama. Melupakan masa lalu bisa membuat kita kehilangan jati diri, dan itu akan memengaruhi bagaimana kita mencintai dan dicintai oleh pasangan kita di masa kini".
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah