JP Bogor - Bintitan adalah infeksi yang menyebabkan pembengkakan pada kelopak mata. Selain pembengkakan, kondisi ini juga disertai rasa perih dan kemerahan pada lapisan mata. Dalam dunia medis, bintitan dikenal dengan istilah hordeolum.
Bintitan biasanya muncul dalam bentuk benjolan seperti jerawat atau bisul di tepi kelopak mata, dan bisa sangat nyeri. Meskipun sering kali muncul di kelopak mata bagian luar, bintitan juga bisa terjadi di dalam kelopak mata. Jika terjadi di dalam, bintil ini umumnya lebih menyakitkan dibandingkan yang tumbuh di luar. Namun, bintitan biasanya tidak memengaruhi penglihatan.
Penyebab utama bintitan adalah infeksi bakteri Staphylococcus, yang menginfeksi kelenjar minyak di kelopak mata dan menyebabkan peradangan. Hal ini dapat mengakibatkan penyumbatan saluran minyak dan membentuk bintilan. Selain itu, bintitan juga bisa disebabkan oleh kuman atau sel-sel kulit mati yang terperangkap di ujung kelopak mata.
Dilansir dari laman siloamhospitals.com, berikut beberapa gejala bintitan yang biasanya akan dirasakan penderitanya:
- Area kelopak mata terasa gatal dan berair.
- Merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal pada mata.
- Munculnya benjolan di area kelopak mata, baik kelopak mata bagian atas maupun bawah.
- Benjolan yang muncul berwarna kemerahan dan nyeri.
Sebagian besar bintitan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–21 hari, terutama bila bintitan telah pecah dan mengeluarkan nanah. Namun, jangan pernah memencet atau memecahkan bintitan, karena dapat memicu penyebaran infeksi.
Dilansir dari laman alodokter.com, berikut adalah beberapa upaya yang dapat membantu mengurangi gejala dan rasa tidak nyaman akibat bintitan:
- Membersihkan kelopak mata yang mengalami bintitan dengan sabun berbahan lembut.
- Menghindari pemakaian kosmetik mata sampai bintitan sembuh.
- Memberikan kompres hangat pada kelopak mata, setidaknya 2–4 kali sehari.
- Menghindari penggunaan lensa kontak sampai bintitan benar-benar sembuh.
- Mengkonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas tanpa resep, seperti paracetamol, untuk meredakan sakit pada mata.
Apabila bintitan tidak kunjung sembuh dengan penanganan di atas, dokter dapat meresepkan obat tetes mata atau salep yang berisi antibiotik untuk mengatasi infeksi, seperti polymyxin B. Dokter juga dapat memberikan obat anti nyeri jenis lain, seperti diclofenac.
Lalu, apabila bintitan tidak juga membaik dengan antibiotik, dokter mata akan melakukan sayatan kecil pada bintil untuk mengeluarkan nanah.
Sementara itu, beberapa cara untuk mencegah bintitan antara lain dengan menjaga kebersihan mata, seperti tidak mengucek mata saat terasa gatal, mencuci tangan sebelum menyentuh mata, memakai kacamata pelindung saat membersihkan mata, tidak berbagi handuk atau kosmetik, memastikan lensa kontak selalu steril, menggunakan kosmetik yang masih dalam masa berlaku, memeriksakan diri ke dokter jika diperlukan, dan selalu membersihkan wajah sebelum tidur.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah