Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Sering Dianggap Menjijikkan, Tikus Ternyata Hewan Pintar dengan 4 Sifat Menggemaskan

Indira Defa Fortuna • Jumat, 17 Januari 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi fancy rat, hewan tikus yang sudah didomestikasi agar tidak begitu berbahaya terhadap manusia. (Dok. Pexels/Nikolett Emmert)
Ilustrasi fancy rat, hewan tikus yang sudah didomestikasi agar tidak begitu berbahaya terhadap manusia. (Dok. Pexels/Nikolett Emmert)

JP Bogor – Tikus, si hewan pengerat satu ini memang hobi menakuti manusia dengan ancaman penyakit. Kata "jijik" sering mengiringi makhluk mencicit tersebut.

Tikus sering disebut hewan menjijikan karena kebiasannya yang suka singgah di tempat-tempat seperti selokan, pembuangan sampah, dapur, lumbung atau gudang, dan rongga-rongga rumah seperti atap dan dinding. Tikus juga omnivora, pemakan apa saja sehingga menjadi hama terutama bagi para petani.

Meski menjijikkan, tikus ternyata termasuk hewan yang memiliki kapasitas otak tercerdas di Bumi setelah manusia, bersama dengan simpanse, lumba-lumba, gajah, babi, burung gagak, dan anjing.

Tikus memiliki kemampuan metakognisi, yaitu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mereka dapatkan. Studi doktoral Dr. Ben Vermaecke dari Universitas KU Leiven di Belgia menyingkap bahwa otak tikus memiliki struktur dan cara kerja yang serupa dengan manusia.

Di beberapa negara, tikus sudah dikembangbiakkan menjadi hewan peliharaan yang disebut sebagai fancy rat. Tikus mulai didomestikasi sejak abad ke-17 di Jepang dan abad ke-19 di Eropa dari tikus got agar tidak takut bersosialisasi dengan manusia.

Menyadur informasi di Burgess Pet Care pada (14/1), berikut 5 fakta menggemaskan hewan tikus yang berkaitan dengan kecerdasannya.

1. Suka Hal Baru dan “Pamer” Kemampuan

Hewan pengerat ini senang mempelajari hal baru, sehingga mudah untuk dilatih melakukan trik dengan iming-iming makanan dan penguatan (reinforcement) positif. Sudah banyak kanal di situs YouTube yang menunjukkan aneka macam atraksi yang dapat dilakukan tikus.

2. Bisa Tertawa

Peneliti saraf Jaak Panksepp pada 1998 menemukan bahwa tikus mengeluarkan suara kesenangan ketika sedang bermain, meskipun dalam frekuensi yang tidak dapat didengar manusia. Suara “tertawa” tersebut paling kencang ketika sedang digelitik.

3. Mengenal Bentuk atau Karikatur tikus

Dr. Ben Vermaecke juga menyatakan dalam penelitiannya bahwa mereka dapat mengenali produk fiksi manakah yang memiliki tokoh tikus atau tidak. Ini menunjukkan mata mereka lebih tajam dari perkiraan sebelumnya.

4. Mereka Peduli dengan Keadaan Sosial

Tikus termasuk hewan yang memiliki empati tinggi. Beberapa penelitian mendokumentasikan bahwa daripada seekor tikus mengambil makanan sendiri, ia memilih mencoba membebaskan sesama kawan tikus yang masih dikurung.

Jika Anda tertarik memelihara tikus atau fancy rat suatu hari nanti, Anda perlu tahu jika hewan ini dikenal memiliki sifat sosial dan antusiasme tinggi.

Namun, Anda juga perlu menyadari bahwa umur mereka relatif pendek, dengan rata-rata hanya sekitar 3 tahun, sehingga memelihara mereka juga memerlukan kesiapan emosional.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#otak #hewan #hama #gemas #pintar #Peliharaan #jijik #cerdas #tikus