5 Manfaat Gaya Hidup Minimalis untuk Kesehatan Mental, Salah Satunya Bikin Mood Jadi Lebih Baik
Fially Fallderama Sugiharto• Jumat, 10 Januari 2025 | 15:30 WIB
Ilustrasi gaya hidup minimalis dan kesehatan mental
JawaPos.com - Minimalis adalah filosofi gaya hidup yang menekankan pengurangan harta benda secara sengaja dan penyederhanaan ruang fisik serta mental seseorang. Ini terutama merupakan tanggapan terhadap konsumerisme yang berlebihan dan lingkungan berantakan yang menjadi kewajaran dalam masyarakat modern.
Secara umum, minimalis telah terbukti memiliki dampak yang besar pada kesehatan mental, meningkatkan rasa tenang, kejernihan, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Dikutip dari Forbes.com, Joshua Hook dari Universitas North Texas mengemukakan bahwa masyarakat modern cenderung mengejar materi, seperti uang, rumah mewah, dan mobil mahal, dengan harapan hal itu akan memberikan kepuasan dan kebahagiaan yang lebih besar. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi pada barang-barang material ternyata berhubungan dengan kebahagiaan yang lebih besar.
Masih dari sumber yang sama, berikut adalah lima manfaat gaya hidup minimalis yang dapat mempengaruhi kesehatan mental secara positif.
1. Mood yang Lebih baik
Salah satu manfaat utama gaya hidup minimalis adalah kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan. Lingkungan kita memainkan peran penting dalam menentukan status kesehatan mental, dan tinggal di ruang yang berantakan bisa membuat kita kewalahan.
Ketika anda menghilangkan kekacauan fisik, anda juga harus mengalami pengurangan kekacauan mental yang dapat meningkatkan suasana hati anda. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam "Personality and Social Psychology Bulletin" mengatakan bahwa perempuan yang menggambarkan rumah mereka tidak terlalu berantakan dan lebih terorganisir mengalami penurunan suasana hati yang tertekan sepanjang hari.
Dengan kata lain, lingkungan rumah yang bebas dari kekacauan dan ketidakteraturan dapat berkontribusi pada kondisi emosi yang lebih positif. Pendekatan minimalis yang minim kebutuhan dapat membantu orang menjaga ruang hidup mereka agar bebas dari stres, menghilangkan sebagian besar kecemasan dan pekerjaan yang sebelumnya mereka cemaskan. Hal ini juga memberikan ruang bagi otak untuk melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada merapikan rumah.
Minimalisme dapat meningkatkan produktivitas dan fokus dengan menghilangkan kekacauan dan gangguan secara efektif. Ketika kita mengelilingi diri kita dengan lebih sedikit barang, kita meminimalkan kemungkinan kewalahan atau teralihkan oleh barang-barang yang tidak perlu. Pengurangan kekacauan fisik yang disengaja ini menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan terorganisir, memungkinkan kita untuk berkonsentrasi pada prioritas kita.
Psikolog Asaf Mazar menjelaskan bahwa lingkungan yang berantakan dapat menciptakan gesekan kiasan, yang mengacu pada stimulasi berlebihan dan gangguan yang menghambat perilaku positif. Untuk mengurangi gesekan ini, penting untuk menghilangkan gangguan kecil yang mengganggu fokus kita.
Dengan lebih sedikit gangguan yang bersaing untuk mendapatkan perhatian, kita dapat mengarahkan energi dan sumber daya mental ke tugas-tugas yang paling penting atau prioritas.
3. Keamanan Finansial
Minimalisme mendorong kelimpahan finansial dengan mendorong pengeluaran yang bijaksana dan konsumsi yang sadar. Dengan mengadopsi pola pikir minimalis, kita menjadi lebih sadar akan kebutuhan kita yang sebenarnya dibandingkan dengan keinginan kita. Pergeseran perspektif ini memberdayakan kita untuk membuat keputusan yang tepat tentang pembelian, membedakan antara barang-barang yang penting dan kesenangan yang tak perlu.
Ketika kita membatasi pembelian impulsif dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu, menghemat uang dan mengalokasikan sumber daya dengan lebih bijak. Kita menjadi lebih cermat dalam membuat pilihan keuangan, memprioritaskan investasi yang sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan jangka panjang kita.
Serangkaian penelitian yang diterbitkan dalam "Journal of Economic Psychology" menemukan bahwa individu yang mendukung nilai-nilai materialistis menunjukkan tingkat kecemasan keuangan yang lebih tinggi, keterampilan pengelolaan uang yang lebih buruk, dan kecenderungan yang lebih besar terhadap pembelian dan pengeluaran yang kompulsif. Studi ini juga menemukan hubungan langsung antara pengeluaran yang berlebihan dan utang finansial yang besar.
Dengan demikian, pengeluaran yang bijaksana tidak hanya dapat mencegah pemborosan, tetapi juga menumbuhkan rasa aman dan kebebasan finansial yang lebih besar.
4. Menurunkan Kesepian
Dalam masyarakat yang sering menyamakan harta benda dengan harga diri, minimalis mengalihkan fokus kita pada pengalaman, pertumbuhan pribadi, dan hubungan yang bermakna.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam "Journal of Consumer Research", ketika individu menyamakan kesuksesan dengan akumulasi materi, mereka mungkin merasa terdorong untuk terus-menerus memperoleh dan memamerkan harta benda untuk memvalidasi pencapaian mereka.
Penekanan pada kesuksesan materi ini dapat secara tidak sengaja mengisolasi individu dari interaksi sosial yang bermakna, karena mengejar harta benda lebih diutamakan daripada membangun dan memelihara hubungan. Akibatnya, orang-orang ini pada akhirnya akan merasa kesepian.
Ketika anda mengurangi pengejaran harta benda, anda dapat menginvestasikan lebih banyak waktu dan energi untuk membina hubungan, membangun hubungan sosial, dan menemukan kepuasan melalui interaksi antarmanusia.
5. Rasa Sejahtera yang Lebih Besar
Menyederhanakan hidup kita dan mengurangi kekacauan dapat menciptakan ruang yang mendorong ketenangan dan keharmonisan. Tinggal di lingkungan yang bebas dari barang-barang yang berlebihan memungkinkan kita untuk menghargai keindahan kesederhanaan dan lebih hadir di saat ini.
Sebagai contoh, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam "International Journal of Applied Positive Psychology" menemukan bahwa individu yang menganut gaya hidup minimalis dilaporkan mengalami berbagai dampak positif pada kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Studi ini mengidentifikasi lima tema utama, yaitu:
Otonomi
Kompetensi
Ruang Mental
Kesadaran
Emosi positif
Temuan ini memperkuat gagasan bahwa pendekatan yang disengaja dan penuh kesadaran terhadap konsumsi dan kepemilikan dapat memberikan dampak positif yang lebih dari sekadar membuat kehidupan sehari-hari anda sedikit lebih mudah. Tidak perlu cemas untuk menumpuk lebih banyak barang dapat memperluas wawasan anda dan menciptakan perubahan yang berarti dalam pandangan dunia anda.