Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Apa Itu Women Rock Day? Begini Sejarah dan Sosok Wanita Hebat di Baliknya

Melati Septyana Pratiwi • Jumat, 3 Januari 2025 | 19:40 WIB

Women Rock Day sebagai penghormatan musisi rock wanita
Women Rock Day sebagai penghormatan musisi rock wanita
JP Bogor - Women Rock Day selalu diperingati setiap memasuki tanggal 3 Januari. Jika dilihat dari nama perayaan, mungkin akan terbesit pikiran bahwa ini ada hubungannya dengan musik bergenre rock. Tebakan ini tidak salah sama sekali.

Melansir dari National Today, Women Rock Day merupakan bentuk penghormatan terhadap wanita yang telah berkiprah di musik rock. Bukan hanya sekedar berkarier, namun kontribusi mereka dianggap membawa perubahan gelombang dunia musik.

Sederet lady rocker menjadi pembuka jalan bagi para wanita yang ingin terjun di genre musik yang banyak didominasi oleh pria. Dalam sejarahnya, Women Rock Day ini melibatkan nama-nama besar di industri musik masa lampau. Seiring berjalannya waktu, hari perayaan ini pun dicetuskan.

Lantas, bagaimana perjalanan Women Rock Day bisa terus diperingati sampai sampai hari ini?

Sejarah Women Rock Day

Pada era tahun 1990-an ke atas, musik rock menjadi sangat lazim di kalangan musisi wanita. Di Indonesia sendiri pun, sederet nama-nama hebat seperti Nike Ardila hingga Tantri Syalindri alias Tantri Kotak begitu melejit lewat genre musik tersebut.

Tapi lain halnya pada tahun 60-an, dimana kala itu artis wanita seperti memiliki stereotip sebagai penyanyi musik folk dan pop saja. Sampai tibalah saat dimana Janis Joplin, menghempaskan hal tersebut. Pelantun lagu 'Me and Bobby Mcgee' ini berani mengombinasikan rock dan blues. Gebrakan ini terbilang sukses, sampai Janis dan bandnya yakni Big Brother and The Holding Company bisa tampil di Monterey Pop Festival 1967.

Namun sayang, masa kejayaan Janis Joplin tidak berlangsung lama karena dia meninggal tiga tahun berikutnya di usia 27. Meski begitu, penyanyi wanita dengan jiwa musik tak berhenti pada Janis saja.

Pada tahun 1979, Pat Benatar muncul membawa musik rock. Namanya mulai dikenal luas sejak dia merilis album perdana bertajuk "In the heat of the Night"

Kariernya begitu melesat, sehingga menjadi salah satu musisi rock paling laris. Sosoknya sering kali menghiasi MTV di tahun 1981 silam. Adapun di tahun yang sama ketika Benatar merilis album, hadir juga lady rocker lain yakni Chrissie Hynde.

Upaya Chrissie untuk menembus pasar musik rock diceritakan sempat berkali-kali gagal, sebelum akhirnya sebuah label rekaman melirik demo tape miliknya. Chrissie digabungkan bersama beberapa orang lain dan terbentuklah The Pretenders.

Baca Juga: Mengenal 4 Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru di Indonesia, Mulai dari Melepas Lampion hingga Membakar Api

Album perdana mereka bukan hanya meledak di pasaran, melainkan band satu ini disebut-sebut menjadi salah satu pelopor new wave era tahun 80-an. Sebagai informasi, new wave sendiri adalah subgenre musik rock dengan gabungan aneka music style yakni pop, disko, funk, ska, serta punk.

Membahas Women Rock Day, kurang lengkap tanpa menyebut Joan Jett, mantan personel back rock wanita bernama The Runaways. Usai lepas dari band tersebut, Joan tetap melanjutkan karirnya bersama The Blackhearts.

The Blackhearts, menggebrak industri musik rock lewat tembang 'I Love Rock 'n' Roll' pada tahun 1981. Tahun-tahun berikutnya, pesona musik rock dari musisi wanita belum juga sirna.

Sampai tibalah pada tanggal 3 Januari 1987 dimana Women Rock Day lahir. Pada saat itu, Aretha Franklin menjadi wanita pertama yang disematkan dalam Rock and Roll Hall of Fame.

Menurut Far Out Magazine, tidak mengherankan apabila Aretha Franklin sampai menorehkan prestasi gemilang. Dia bukan sebatas musisi, tetapi juga turut memberdayakan komunitas kulit hitam, wanita, serta kaum minoritas melalui musiknya sendiri.

Editor : Candra Mega Sari
#Women Rock Day #Genre Musik #sejarah