Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengulik Istilah Pertemanan Low Maintenance: Kedekatan Maksimal dengan Usaha Minimal

Faiza Az Zahra • Rabu, 25 Desember 2024 | 09:43 WIB

Ilustrasi pertemanan perempuan
Ilustrasi pertemanan perempuan
JP Bogor - Cara anda memilih teman merupakan bagian yang paling krusial dalam hidup. Bersama teman yang tepat, anda bisa membuka diri tentang impian yang ingin diwujudkan kelak. Selain itu, teman yang tepat pastinya selalu mengusahakan kehadirannya di setiap peristiwa penting juga di saat menghadapi titik terendah dalam hidup.

Namun, seiring tumbuh dewasa, intensitas hubungan pertemanan bisa saja berkurang secara drastis karena dihadapkan dengan berbagai kesibukan. Kemudian, gagasan yang beredar di internet terkait persahabatan yang mudah dijalani atau low maintance friendship, kedekatan maksimal dengan usaha minimal terkesan sangat cocok untuk diterapkan di kehidupan dewasa ini.

Dengan begitu, muncullah pertanyaan, seperti: apakah persahabatan yang "mudah dirawat" merupakan cara untuk saling mengakui kehidupan masing-masing yang semakin sibuk dengan kehidupan pribadi atau hanya sekadar alasan dari malasnya merawat hubungan pertemanan?
 
Lantas, seperti apa arti persahabatan yang mudah dirawat dan bagaimana konsep atau cara berinvestasi dalam hubungan pertemanan yang paling berarti tanpa menganggapnya remeh? Berikut penjabarannya, sebagaimana dilansir dari laman verywellmind.com.
 
Baca Juga: 10 Manfaat Petai untuk Kesehatan, Si Kecil Hijau yang Dapat Mengontrol Gula Darah
 
Melihat Sisi Positif Pertemanan Low Maintenance
 
Sebagian orang mengartikan persahabatan yang "mudah dirawat" berarti tidak begitu membutuhkan banyak basa-basi atau tidak berbicara selama berhari-hari. Lalu, ketika anda terhubung kembali, rasanya ikatan pertemanan tidak ada perubahan.
 
Tentunya, komunikasi senantiasa dirawat, tetapi tidak begitu intens. Misalnya dengan sesekali mengirim video pendek atau tautan podcast yang menggugah pikiran melalui media sosial.
 
Namun, tidak ada tekanan untuk langsung mengobrol saat itu juga. Teman - teman sejenis ini seringkali tidak terlibat dalam kehidupan sehari -hari dan kembali terlibat ketika ada waktu luang untuk mengobrol lebih lanjut. 
 
Media sosial ramai dengan perdebatan tentang glamorisasi dan jebakan persahabatan low maintance atau tidak memerlukan banyak perhatian. Di satu sisi, pertemanan semacam ini memungkinkan anda untuk memberikan ruang kepada teman sebagai bentuk kepedulian dan mencerminkan kepercayaan yang mendalam serta kesadaran bahwa mereka selalu dapat dihubungi saat dibutuhkan.
 
Di sisi lain, ada momen-momen di mana kita membutuhkan kehadiran mereka dan senantiasa ingin dekat dengannya, tetapi mereka tidak bisa muncul. Perasaan "membutuhkan" dan upaya kita untuk terpuaskan dengan hubungan tersebut berubah menjadi kekecewaan atau lebih parahnya menjadi frustasi.
 
Sebenarnya, memberi ruang itu penting, tetapi jarak yang terlalu jauh akan menyebabkan hubungan menjadi renggang, terkadang tidak dapat dikembalikan lagi. Terkadang, anda tidak dapat berasumsi bahwa kekuatan niat baik akan memelihara persahabatan tetap utuh tanpa perhatian yang berlebih. Lalu, berharap untuk melanjutkan apa yang telah tinggalkan saat akhirnya anda siap untuk muncul. 
 
Kuncinya adalah menjaga persahabatan tetap terjalin melalui kasih sayang. Dengan menunjukkan kepedulian, timbal balik, komunikasi yang jelas, dan keinginan untuk saling mendukung baik itu di momen sedih atau bahagia.
 
Merawat komunikasi dan kepedulian bisa dilakukan dengan menelepon tanpa alasan atau pergi ke rumah teman untuk sekadar duduk di sofa sambil makan makanan siap saji dan menikmati kebersamaan. 
 
Hal Menarik dari Pertemanan Low Maintance
 
Dikarenakan kita hidup dalam realitas yang sangat terhubung, ada perasaan bahwa kita selalu "aktif" dan ponsel  terus-menerus menyiarkan konten terkini terkait kegiatan apa saja yang dilakukan teman, bersama siapa saja mereka pergi, dan sebagainya.
 
Berbagai penelitian menegaskan bahwa dari penggunaan media sosial, bisa saja menjadikan hubungan pertemanan semakin terputus, semakin cemas, tertekan, dan kurang tidur daripada sebelumnya
 
Faktanya, memberikan ruang itu penting. Namun, jarak yang terlalu jauh akan menyebabkan koneksi menjauh, terkadang tidak dapat dikembalikan lagi.
 
Teman yang terlalu menuntut adalah mereka yang merasa berhak atas waktu anda, berbicara tentang diri mereka sendiri secara berlebihan, dan menuntut banyak perhatian. Pertemanan seperti tentu menguras emosi dan tidak adanya batasan yang jelas serta dapat berdampak negatif pada hidup anda.
 
Dalam konteks ini, pertemanan yang tidak terlalu rumit bisa terasa melegakan. Menetapkan batasan dan memprioritaskan kualitas daripada kuantitas dengan orang yang anda cintai merupakan tindakan yang dewasa.
 
Baca Juga: Physical atau Chemical Sunscreen? Kenali Jenis-Jenis Sunscreen yang Cocok untuk Tipe Kulit Kamu
 
Apakah Pertemanan Low Maintance Hanya Alasan dari Malas Berteman?
 
Beberapa orang dapat menggunakan pertemanan yang mudah dirawat dan tidak membutuhkan banyak perhatian sebagai alasan untuk memprioritaskan bagian lain dalam hidup mereka dan menganggap remeh pertemanan mereka. Lalu, berharap hubungan pertemanan akan tetap bertahan karena kenangan dan cinta yang dimiliki bersama. 
 
Anda bisa menjadi teman yang tidak banyak menuntut dan tetap berhati-hati hati menjaga pertemanan tetap bermakna sambil mengelola semua hal lain yang perlu dikerjakan dari banyak aspek, mulai dari pekerjaan, keluarga, pengembangan diri, dan tujuan hidup.
 
Kemudian, bagaimana caranya terpuaskan dari pertemanan yang tidak perlu banyak perhatian? Anda bisa merencanakan perjalanan bersama teman saat libur panjang ke tempat yang tidak begitu jauh atau menyewa kamar di apartemen dan bertukar cerita terkait kehidupan agar anda dan teman terkoneksi kembali serta ikatannya menjadi lebih kuat.
 
Atau bisa juga dengan saling meluangkan waktu untuk bertukar pesan selama berjam-jam. Pemeliharaan semacam ini diperlukan kerja keras untuk memberi tahu mereka apa arti pertemanan bagi anda.
 
Hubungan pertemanan yang tidak memerlukan banyak perhatian atau mudah dirawat seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghindari tanggung jawab saling mengasihi dan memberikan perhatian. Justru, anda perlu memberikan perhatian-perhatian kecil, seperti halnya saling bertukar video pendek melalui media sosial.
 
Riset-riset menunjukkan hubungan yang kuat dengan teman dan keluarga anda merupakan salah satu faktor terbesar dalam merasa bahagia dan sehat. Pertemanan tidak hanya membuat kita merasa lebih baik, tetapi juga berkontribusi pada umur panjang kita secara keseluruhan.
 
Realita Hubungan Pertemanan yang Mudah Dipelihara
 
Menjadi teman yang tidak menuntut banyak hal mengharuskan anda untuk jujur tentang apa yang dapat anda berikan dan apa yang anda harapkan.
 
Jika salah satu dari kita membutuhkan dukungan atau ingin lebih banyak waktu untuk bergaul, yang lain dapat berusaha untuk mengakomodasi.
 
Hal Ini menumbuhkan timbal balik, pertukaran energi yang seimbang dan fleksibilitas untuk tidak selalu memberikan perhatian dengan sempurna. 
 
Sejujurnya, hal ini tidak selalu mudah dan tetap menjadi proses yang berkelanjutan. Terkadang, ada percakapan yang sulit, permintaan maaf atas dampak tindakan yang tidak diinginkan, dan tangisan atas momen-momen yang berantakan ketika kita merasa tidak diperhatikan. 
 
Namun, untuk melakukan perbaikan dibutuhkan usaha yang sama besarnya dari antaranggota sekelompok pertemanan.
 
Anda tidak bisa mengharapkan teman-teman anda untuk selalu ada, jika anda tidak selalu ada untuk mereka. Diperlukan usaha keras untuk mencapai keseimbangan antara perawatan hubungan dan perhatian yang tidak berlebih. Berkomunikasi dengan jelas merupakan kunci untuk membuat pertemanan terasa mudah. 
 
Bagaimana dengan hubungan pertemanan yang membuat anda merasa tidak diperhatikan? Mari kita bersikap realistis. Jika seseorang mengabaikan anda dan meminta lebih dari apa yang mampu anda berikan, ditambah  jarang muncul. Kemungkinan besar hubungan itu bertepuk sebelah tangan. 
 
Lalu, jika anda melakukan percakapan yang nyata tentang apa yang anda butuhkan, kemungkinan besar, inilah saatnya untuk mempertimbangkan kembali apakah itu teman sejati.
 
Pertemanan yang tidak terlalu menuntut bisa baik untuk kita, selama kita tidak melakukan hal yang "tidak terlalu menuntut" secara berlebihan. Hubungan pertemanan itu membutuhkan penghargaan, perhatian, dan cinta yang sehat agar dapat berkembang. 
 
Editor : Candra Mega Sari
#hubungan pertemanan #pertemanan low maintenance