Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Inilah 8 Tradisi Unik Berbagai Negara di Dunia untuk Merayakan Momen Tahun Baru

Yudha Satria Palma • Selasa, 10 Desember 2024 | 17:30 WIB
Ilustrasi perayaan tahun baru
Ilustrasi perayaan tahun baru

JP Bogor - Momen tahun baru menjadi momen yang diperingati oleh seluruh orang di berbagai belahan dunia. Momen yang merupakan penanda pergantian tahun ini dirayakan dengan cara yang berbagai macam.

Di Indonesia sendiri, momen tahun baru biasanya dirayakan dengan cara berkumpul bersama keluarga atau teman sambil BBQ-an, menginap di sebuah hotel, atau pun berlibur ke suatu tempat yang biasanya digunakan oleh banyak orang untuk merayakan tahun baru.

Selain Indonesia, ternyata berbagai negara di belahan dunia juga punya cara tersendiri dalam merayakan momen tahun baru. Mulai dari cara yang unik hingga ekstrem, semua itu dilakukan untuk merayakan momen pergantian tahun tersebut.  Dihimpun oleh JP Bogor, berikut adalah 8 macam tradisi perayaan tahun baru di berbagai negara.

1. Membuang seember air dari pintu depan, Kuba

Di Kuba, orang-orang merayakan tahun baru dengan caza membuang air yang berada di dalam ember langsung ke luar melalui pintu depan. Cara ini diyakini memiliki makna simbolis sebagai pembuangan semua roh jahat dan energi negatif yang terkumpul selama 365 hari terakhir.

Oleh karena itu, banyak orang mengeluarkan ember berisi air kotor dari rumah mereka, membuangnya ke luar pintu depan menjelang tengah malam. Jka Anda sedang berjalan-jalan di sekitar lingkungan Kuba pada malam tahun baru, sebaiknya berhati-hati karena bisa saja ember-ember tersebut melayang keluar.

2. Menggantung dan menghancurkan buah delima, Yunani

Tradisi ini dinamakan Podariko yang merupakan tradisi Yunani dan secara harfiah diterjemahkan sebagai "kaki yang baik". Tradisi ini bertujuan mendatangkan keberuntungan di awal tahun. Menjelang liburan, keluarga akan menggantung buah delima di pintu rumah sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kesuburan.

Pada malam tahun baru, tepat sebelum tengah malam, seluruh anggota keluarga akan mematikan lampu dan meninggalkan rumah untuk memberi kesempatan kepada orang pertama yang kembali masuk dengan kaki kanan terlebih dahulu. Tradisi ini diyakini dapat membawa keberuntungan bagi keluarga di tahun yang baru.

Setelah itu, orang kedua akan mengambil buah delima dengan tangan kanan dan memukulnya di pintu untuk melihat seberapa banyak biji berair yang tumpah. Semakin banyak biji yang keluar, semakin besar keberuntungan yang diyakini akan datang pada tahun tersebut.

3. Mencairkan timah untuk meramalkan masa depan, Jerman

Di banyak negara berbahasa Jerman di Eropa, serta di Finlandia, Bulgaria, Republik Ceko, dan Turki, ada sebuah tradisi unik pada saat tahun baru di mana orang melelehkan potongan kecil timah dan kemudian melemparkannya ke dalam air dingin.

Dari bentuk yang terbentuk setelah timah mendingin, mereka membuat prediksi untuk tahun baru. Sebagai contoh, jika bentuk yang terbentuk mirip bola, itu dianggap sebagai pertanda keberuntungan. Saat ini, di negara-negara berbahasa Jerman, orang menggunakan patung-patung timah, bukan timah cair langsung untuk melakukan tradisi ini.

4. Mengunjungi rumah teman atau tetangga dan bersih-bersih, Skotlandia

Di Skotlandia, perayaan Hogmanay (hari terakhir dalam satu tahun) menjadi pesta besar yang dimulai pada 30 Desember dan berlanjut hingga hari tahun baru. Meskipun ada banyak variasi tradisi di seluruh negeri, salah satu yang paling umum adalah "first footing", yaitu menjadi orang pertama yang mengunjungi teman atau tetangga, sering kali membawa hadiah simbolis.

Saat tengah malam tiba, orang-orang berkumpul untuk menyanyikan lagu "Auld Lang Syne", yang meskipun kini dikenal di seluruh dunia, sebenarnya berasal dari Skotlandia. Selain itu, terdapat juga salah satu tradisi penting dalam perayaan malam tahun baru di Skotlandia, yakni membersihkan rumah secara menyeluruh.

Pembersihan ini melibatkan segala hal, mulai dari lemari hingga pintu depan, dengan fokus utama pada perapian, di mana abu lama dibersihkan agar setiap anggota rumah dapat memulai tahun baru dengan suasana yang segar.

5. Membunyikan lonceng sebanyak 108 kali, Jepang

Di Jepang, pada malam tahun baru, kuil-kuil Buddha membunyikan lonceng sebanyak 108 kali sebagai bagian dari tradisi Joya no Kane. Tradisi ini didasarkan pada keyakinan dalam agama Buddha bahwa ada 108 jenis keinginan duniawi yang mengikat manusia.

Setiap kali lonceng dibunyikan, satu keinginan dianggap dihapus. Istilah "Jo" dalam tradisi ini berarti "membuang yang lama dan beralih ke yang baru", sementara "Ya" berarti "malam", yang menggambarkan malam pergantian tahun tersebut.

6. Menjatuhkan bola di Times Square, Amerika Serikat

Sejak tahun 1907, bola ikonik Times Square telah dijatuhkan setiap malam tahun baru di Kota New York, meskipun penggunaan bola pada tiang untuk memberi sinyal waktu kepada kapten kapal sudah dimulai sejak abad ke-19.

Ratusan ribu orang akan berkumpul di Times Square, rela menunggu selama berjam-jam hingga tengah malam, sementara lebih dari satu miliar orang menyaksikan acara ini melalui televisi, menurut situs resmi Times Square. Acara tahunan ini selalu diwarnai oleh penampilan presenter TV dan musisi selebriti papan atas, menjadikannya salah satu perayaan Tahun Baru terbesar di dunia.

7. Berendam di Laut, Belanda

Salah satu tradisi tahun baru yang paling terkenal di Belanda adalah berendam di air laut yang dingin, yang dikenal dengan nama Nieuwjaarsduik atau Polar Bear Plunge. Tradisi ini dipercaya dapat memberikan awal yang segar untuk tahun baru. Salah satu tempat terkenal di Belanda untuk melakukan tradisi ini ada di Scheveningen.

Selain itu, Amsterdam juga terkenal dengan pesta jalanan gila pada malam tahun baru. Beberapa lokasi-lokasi pesta yang menawarkan suasana meriah seperti Rembrandtplein, Nieuwmarkt, dan Leidseplein, serta Dam Square yang menjadi tempat paling ramai.

Di setiap lokasi ini, pengunjung bisa menikmati musik, kembang api, tenda bir, serta oliebollen, yang merupakan bola adonan goreng yang dipercaya dapat mengusir roh jahat di tahun baru.

8. Membakar patung orang-orangan, Ekuador

Tradisi untuk merayakan tahun baru yang umum di negara ini adalah membuat patung orang-orangan. Patung ini dibuat dari bahan seperti kertas yang menggambarkan tokoh budaya, politisi, atau bahkan karakter fiksi, kemudian membakarnya.

Tidak jarang, patung-patung ini diisi dengan kertas dan foto-foto lama. Saat api menghanguskan patung-patung tersebut, orang Ekuador mengucapkan selamat tinggal pada kenangan buruk dan mengusir nasib sial.

Bahkan, ada beberapa orang yang melakukan tradisi ini dengan cara yang lebih esktrem yakni melakukan lompatan ke dalam api sebanyak 12 kali, dengan satu lompatan yang menandakan setiap bulan dalam setahun.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#momen #Negara #tradisi #malam tahun baru #perayaan #tahun baru #pergantian tahun