Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Tak Perlu Beli Baru! Inilah 7 Cara Ampuh Mengoptimalkan Performa Laptop yang Lemot dan Ngelag

Yudha Satria Palma • Senin, 25 November 2024 | 12:25 WIB
Ilustrasi laptop lemot
Ilustrasi laptop lemot

JP Bogor - Laptop telah menjadi salah satu perangkat penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari, baik untuk pekerjaan, belajar, hingga hiburan. Namun, seiring berjalannya waktu, performa laptop sering kali menurun akibat berbagai faktor. Seperti file yang menumpuk, aplikasi yang berjalan di latar belakang, atau bahkan perangkat keras yang mulai usang.

Ketika performa laptop melambat, pekerjaan bisa terhambat, dan pada akhirnya menimbulkan rasa kesal dan frustrasi. Jika sudah terjadi hal seperti itu, biasanya hanya ada dua pilihan, yakni antara membeli laptop baru atau pun berusaha mengoptimalkan kembali performa laptop.

Bagi Anda yang tidak memiliki budget untuk membeli laptop baru dan lebih memiliki mengoptimalkan performa laptop yang ada, berikut ini adalah tujuh cara dapat dilakukan:

1. Matikan Mode Power Saver

Kadang kala ketika baterai laptop persentasenya sangat rendah, pengguna akan menyalakan mode power saver agar baterai bertahan lebih lama. Namun, setelah baterai terisi penuh, mode ini seringkali terlupakan untuk dimatikan

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa beralih ke mode Balanced atau High Performance guna meningkatkan kinerja laptop. Berikut adalah langkah-langkahnya:

2. Kosongkan Ruang pada Hard Drive Laptop

Menyimpan terlalu banyak file dalam laptop dapat menghambat kinerjanya secara signifikan. Berdasarkan penelitian, idealnya pengguna perlu menyisakan sekitar 10-20% ruang kosong pada hard drive agar laptop dapat beroperasi secara optimal. Ruang yang terlalu penuh dapat memengaruhi kemampuan sistem dalam memproses data dengan lancar.

Cara untuk membersihkan dan mengosongkan ruang pada Hard Drive Laptop adalah dengan menekan tombol Windows + I pada keyboard untuk membuka Settings. Lalu, buka System > Storage dan pilih drive C Anda. Terakhir, pilih salah satu kategori untuk menghapus file, aplikasi, musik, dan lainnya.

Setelah Anda mengetahui aplikasi dan program apa saja yang paling banyak menggunakan ruang, pertimbangkan untuk menghapus aplikasi dan program yang tidak diperlukan.

Jika Anda memiliki banyak foto dan video, cadangkan file Anda ke cloud atau pindahkan ke hard drive eksternal. Jika masih membutuhkan lebih banyak ruang, Anda harus mempertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas hard drive.

3. Tutup Tab Browser yang tidak digunakan dan Hapus Add-On atau Extensions yang tidak diperlukan

Setiap tab yang ada di browser yang sedang terbuka akan menggunakan sedikit bagian RAM. Jadi, semakin banyak tab yang dibuka, makan akan membuat laptop semakin lambat. Maka dari itu, untuk meningkatkan performa laptop, caranya adalah dengan menutup beberapa tab yang sedang tidak digunakan.

Baca Juga: Rekomendasi 3 Hotel Syariah di Kota Bogor dengan Harga Terjangkau, Tawarkan Beragam Tipe Kamar

Selain itu, sering kali terpasang pula terlalu banyak add-on atau extension, seperti VPN, AdBlock, dan lain-lain. Menghapus beberapa add-on atau extensions dapat mempercepat performa laptop.

4. Menghentikan aplikasi yang berjalan di latar belakang

Jika performa laptop terasa lambat, Anda dapat mencoba menutup aplikasi berjalan yang menggunakan CPU dan RAM. Namun, ada beberapa program yang terus berjalan di latar belakang bahkan setelah Anda menutupnya. Program-program ini terus memakan CPU dan Ram Anda, sehingga bisa membuat performa laptop menjadi lambat.

Untuk benar-benar menghentikan aplikasi yang sedang berjalan di latar belakang caranya ada dengan menekan tombol Windows + X pada keyboard dan pilih Task Manager. Lalu, buka tab Processes dan klik kolom mana pun yang ada di sana, seperti CPU, Memory, Disk, untuk melihat aplikasi mana yang memakan ruang paling banyak. Terakhir, pilih program dan klik End Task untuk menutupnya secara paksa.

Namun, ada beberapa aplikasi sistem yang berjalan di latar belakang yang diperlukan agar laptop tetap berfungsi dengan baik. Jadi, pastikan terlebih dahulu untuk mengetahui aplikasi apa saja yang boleh dan tidak boleh dihentikan.

5. Nonaktifkan Startup Program

Startup program adalah aplikasi-aplikasi yang akan langsung menyala secara otomatis ketika kita menghidupkan laptop dan terus berjalan hingga Anda mematikan komputer. Banyaknya program yang terbuka ketika baru pertama kali laptop menyala akan menghambat performa laptop.

Maka dari itu penting sekali untuk menonaktifkan program startup di laptop. Untuk melakukan hal tersebut caranya cukup mudah, yakni dengan menekan tombol Windows + X pada keyboard dan pilih Task Manager.

Untuk melihat aplikasi mana yang paling memperlambat laptop Anda, anda bisa melihatnya di kolom startup impact, di sana ada beberapa kategori, seperti high, medium, low, dan lain-lain. Kemudian klik tab Startup (atau Startup Apps pada Windows 11). Terakhir, pilih program dan klik Disable.

6. Mem-Pause Sinkronisasi OneDrive

Sebagian besar laptop Windows dilengkapi dengan program bernama OneDrive yang sudah terinstal. Fitur ini memungkinkan pengguna menyimpan file penting di cloud, sehingga Anda dapat mengaksesnya dari komputer lain. Namun, OneDrive dapat memperlambat laptop secara drastis setiap kali menyinkronkan file.

Cara untuk mem-pause sinkronisasi OneDrive adalah dengan mengklik ikon awan di sudut kanan bawah layar. Lalu klik ikon roda gigi di sudut kanan atas jendela pop-up dan pilih menu pause syncing. Terakhir, pilih berapa lama Anda ingin menjeda OneDrive, dari 2 jam hingga 24 jam. Jika Anda tidak melihat ikon ini di taskbar, klik logo Windows di bagian bawah layar dan gunakan search bar atau melalukan scroll daftar aplikasi Anda.

Namun, jika Anda merasa OneDrive memperlambat laptop Anda, Anda bisa memutuskan tautannya secara permanen dari laptop. Caranya adalah dengan mengklik ikon OneDrive di taskbar, lalu klik ikon roda gigi. Selanjutnya, pilih Settings > Account > Unlink this PC.

7. Mengganti Hard Drive dari HDD menjadi SSD

Cara satu ini optional jika Anda tidak memiliki budget untuk membeli laptop baru, namun masih mampu meng-upgrade komponen laptop. Jika Anda masih menggunakan HDD, Anda mungkin sudah harus meng-upgrade ke SSD baru. HDD menggunakan disk fisik untuk menyimpan data, sedangkan SSD tidak memiliki komponen yang bergerak. Karena itu, SSD dapat membaca dan menulis data beberapa kali lebih cepat daripada HDD. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#mengoptimalkan #laptop #Performa