Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

5 Tips Memilih Skincare yang Ramah Lingkungan, Kenali Beda Istilah Organik dan Natural

Faiza Az Zahra • Jumat, 22 November 2024 | 06:15 WIB
Ilustrasi Skincare Ramah Lingkungan
Ilustrasi Skincare Ramah Lingkungan
JP Bogor
- Berkontribusi untuk mengurangi sampah bisa dengan banyak cara, salah satunya adalah memilih produk skincare yang lebih sustainable. Anda juga harus bertanggung jawab dengan sampah skincare yang anda hasilkan. 
 
Kini, semakin banyak produk skincare yang beredar di pasaran. Hal itu berbanding lurus dengan jumlah pengguna skincare. Banyaknya orang yang menggunakan skincare dapat menjadikan banyaknya sampah sisa produk yang harus dibenahi.
 
Dilansir dari laman waste4change, Cosmetic Packaging Market – Growth, Trends and Forecasts (2020-2025) menjabarkan hampir 50% kemasan produk kosmetik terbuat dari plastik. Berangkat dari situ, limbah produk kosmetik dan skincare harus dikelola dengan baik agar tidak berakhir merusak lingkungan. 
 
Hal ini juga diperparah dengan banyaknya brand skincare yang tidak mempedulikan lingkungan saat memproduksi dan menjual produk mereka. Untuk menekan produk skincare yang tidak ramah lingkungan merajalela, sebagai konsumen harus pandai dalam memilah dan memilih produk. Berikut 5 tips untuk memilih skincare ramah lingkungan yang dilansir dari laman waste4change dan zerowaste.
 
1. Pilih Local Brand dengan Bahan Lokal
 
Pertama-tama anda perlu memastikan bahwa produk skincare tersebut cocok di kulit. Langkah awal untuk mengurangi jejak karbon adalah dengan memilih produk kecantikan lokal dan bahan-bahan yang diperoleh dari dalam negeri.
 
Pilih produk skincare yang mengkampanyekan ramah lingkungan. Mereka sangat memperhatikan packaging saat memproses pembelanjaan online dengan menghindari plastik sekali pakai. Biasanya alternatif yang digunakan adalah kardus, dan mengganti bubble wrap dengan kertas honeycomb.
 
2. Menggunakan Bahan-Bahan Alami
 
Untuk mewujudkan sustainable beauty, anda perlu memprioritaskan produk-produk skincare yang terbuat dari bahan-bahan alami. Produk skincare yang ramah lingkungan adalah mencantumkan label vegan, organic, dan cruelty free. 
 
Mungkin istilah-istilah tersebut sering anda jumpai, tetapi, tidak mengetahui artinya, setelah membaca artikel ini, tidak ada alasan bagi anda untuk menyepelekan label-label tersebut. Vegan mengisyaratkan bahwa produk yang tidak mengekploitasi hewan. Lalu, label organik bermaksud bahwa bahan-bahan yang terkandung diproduksi secara organik. Terakhir, cruelty free adalah ketika proses memproduksi produk ini, tidak membahayakan keselamatan hewan.
 
Jangan lupa untuk mengecek bahan-bahan atau ingredients sebelum memutuskan untuk membeli. Pilih yang bahan-bahanya jelas, umumnya penjelasan yang mudah dimengerti tertera pada kemasan.
 
Skincare yang ramah lingkungan umumnya akan berterus terang terhadap bahan-bahan yang terkandung. Alih-alih menggunakan bahasa latin, mereka menggunakan arti sebenarnya. Sebagian contoh, rosa hybrida merupakan nama latin dari bunga mawar.
 
3. Cek ingredients di INCIDecoder
 
Tentu mengidentifikasi bahan-bahan skincare tidaklah mudah dan cenderung menguras waktu. Untuk mempermudah, gunakan bantuan INCIDecoder.
 
INCIDecoder adalah sebuah aplikasi dengan singkatan International Nomenclature of Cosmetic Ingredients. Pengguna akan diberikan pemahaman terkait bahan-bahan yang terkandung dalam produk yang biasa dijabarkan dengan bahasa latin yang sulit dipahami orang awam.
 
4. Biodegradable
 
Anda pasti sudah tidak asing lagi kan dengan istilah biodegradable dalam konteks lingkungan? Biodegradable adalah keadaan dimana suatu bahan dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme. Produk skincare ramah lingkungan juga biasanya memberikan label biodegradable untuk memudahkan konsumen memilih skincare.
 
Baca Juga: Sedang Mencari Tempat Glamping di Bogor? Simak 10 Tips Penting Ini Sebelum Menentukan Pilihan

5. Perhatikan Ingredients Tertentu
 
Hindari skincare yang mengandung bahan-bahan tertentu, seperti material yang memiliki cone, kependekan dari silicone, PEG, paraben SLS, dan juga fragrance synthetic.
 
Anda akan menjumpai produk dengan kandungan paraben SLS pada produk konvensional dan bersifat mengawetkan. Lalu, anda perlu jeli ketika membeli scrub, hindari yang mengandung microbits atau microplastic karena susah terurai. 
 
Sayangnya, microplastic banyak ditemukan menumpuk di sungai dan laut. Untuk mencegah keparahan tersebut, hindari produk dengan kandungan microbits pada skincare biasanya kandungan tersebut beredar di pasaran dengan istilah:
 
– Polyethylene (PE)
– Polypropylene (PP)
– Polyethylene terephthalate (PET)
– Polymethyl methacrylate (PMMA)
– Nylon (PA)
 
Beda Skincare Natural dan Organic
 
Orang awam seringkali keliru dengan istilah organik dan natural. Kedua istilah tersebut memiliki arti yang berbeda. Istilah natural mengisyaratkan bahwa material produk berasal dari tumbuhan-tumbuhan. Akan tetapi, natural bukan berarti organik. zat tertentu biasanya masih ditambahkan pada beberapa produk 'natural'.
 
Kemudian, istilah organik sudah pasti bersifat natural. Material dalam produk tersebut, dikembangbiakkan secaraorganik. Bahan-bahan organik sudah pasti material produknya tumbuh secara natural. Pastikan brand skincare memiliki sertifikasi organik yang bisa anda cek melalui website resmi atau laman media sosial.
 
Daur Ulang Kemasan Skincare
 
Semua orang pastinya membutuhkan skincare untuk merawat tubuh. Namun, kita juga perlu bertanggungjawab terhadap limbah produk yang dihasilkan. Anda dapat mengelola sampah skincare dengan membawanya ke bank sampah terdekat atau mengembalikan produk kosong ke store skincare tertentu.

Baca Juga: Ini Dia 10 Manfaat Travelling untuk kesehatan, Bisa Cegah Sakit Jantung, Lengkap dengan Tips Bepergian
Editor : Candra Mega Sari
#ramah lingkungan #skincare #tips