JP Bogor – Labu siam merupakan salah satu sayuran yang cukup populer di Indonesia. Labu berwarna hijau cerah dan berbentuk seperti buah pir ini berasal dari Mesoamerika, tepatnya di daerah yang sekarang termasuk Meksiko selatan dan Honduras.
Di Indonesia, labu siam dikenal karena didatangkan dari Thailand, yang saat itu bernama Siam. Hingga akhirnya ditanam dan populer di Indonesia.
Sayuran satu ini dikenal sangat serbaguna, serta relatif mudah diperoleh dan diolah. Biasanya digunakan sebagai bahan makanan pendukung, seperti pada aneka olahan sayur hingga menjadi lalapan biasa.
Tak sekadar jadi pengisi perut, faktanya labu siam mengandung banyak nutrisi dan senyawa antioksidan. Serta rendah kalori tetapi kaya akan serat dan senyawa tanaman cukup kuat, yang memberikan banyak manfaat kesehatan potensial.
Dikutip dari laman Healthline, berikut 10 manfaat yang bisa didapat dari labu siam dan tak banyak orang tahu:
- Kaya nutrisi
Salah satu keunggulan labu siam adalah kandungan nutrisinya, karena labu siam menawarkan berbagai vitamin, mineral, dan serat esensial. Selain nutrisinya yang padat, sayuran ini juga rendah kalori, lemak, natrium, dan karbohidrat total.
Dengan demikian, labu siam cukup sehat dan cocok untuk dikonsumsi siapa saja. Apalagi kandungan folatnya juga sangat tinggi, mendorong pembelahan sel yang tepat.
- Mengandung antioksidan yang kuat
Banyak manfaat labu siam dapat dikaitkan dengan kandungan antioksidannya. Merupakan senyawa yang ditemukan dalam berbagai makanan yang melindungi dari kerusakan sel, mengurangi peradangan, dan menurunkan kadar stres dalam tubuh.
Labu siam menyediakan antioksidan quercetin, myricetin, morin, dan kaempferol. Dari semua itu, myricetin terdapat dalam jumlah tertinggi. Penelitian menunjukkan bahwa myricetin memiliki sifat antikanker, antidiabetes, dan anti peradangan yang kuat.
Selain itu, labu siam merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh.
- Meningkatkan kesehatan jantung
Mengonsumsi labu siam dapat memperbaiki beberapa faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan aliran darah yang buruk.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa labu siam dapat membantu merelaksasi pembuluh darah, sehingga meningkatkan aliran darah dan mengurangi tekanan darah.
Myricetin, antioksidan utama dalam labu siam, juga terbukti menurunkan kolesterol dalam beberapa penelitian.
Selain itu, labu ini merupakan sumber serat yang baik, menyediakan sekitar 14 persen dari RDI. Asupan makanan kaya serat yang lebih tinggi seperti labu siam sangat dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.
- Mengontrol gula darah
Labu siam rendah karbohidrat total dan tinggi serat larut, yang dapat membantu mengatur kadar gula darah. Serat larut memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat, yang mengurangi respons gula darah kita setelah makan.
Sayuran ini mengontrol gula darah dengan memengaruhi insulin sehingga mencegah potensi resistensi insulin.
Resistensi insulin adalah suatu kondisi yang terjadi ketika sel-sel kita menjadi kurang sensitif terhadap insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah. Hal ini menyebabkan kadar gula darah semakin tinggi, dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes.
Penelitian menunjukkan, bahwa senyawa tanaman dalam labu siam dapat berperan dalam meningkatkan sensitivitas kita terhadap insulin, dengan mengurangi aktivitas enzim yang terkait dengan kontrol gula darah yang buruk dan diabetes tipe 2.
- Mendukung kehamilan yang sehat
Folat atau vitamin B9 sangat penting bagi semua orang. Tetapi sangat penting bagi mereka yang sedang hamil atau berencana untuk hamil.
Selama awal kehamilan, folat diperlukan untuk perkembangan otak dan sumsum tulang belakang janin yang tepat. Asupan folat yang cukup juga dapat berperan dalam mencegah kelahiran prematur.
Labu siam merupakan sumber folat yang sangat baik, menyediakan lebih dari 40 persen dari RDI dalam satu labu siam.
- Memiliki efek antikanker
Konsumsi buah dan sayur yang cukup tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker saluran pencernaan.
Studi tabung reaksi menunjukkan bahwa senyawa labu siam dapat memperlambat pertumbuhan dan perkembangan beberapa sel kanker, seperti kanker serviks dan leukemia.
- Memperlambat tanda-tanda penuaan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan dapat memperlambat proses penuaan dengan melindungi sel-sel dari kerusakan radikal bebas. Labu siam ternyata penuh dengan antioksidan, dan salah satunya adalah vitamin C.
Selain kapasitas antioksidannya, vitamin C diperlukan untuk memproduksi kolagen, salah satu protein utama yang ditemukan pada kulit. Kolagen dianggap dapat memberikan penampilan kulit yang kencang dan awet muda.
Dengan demikian, asupan makanan kaya vitamin C yang cukup seperti labu siam, dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan.
- Mendukung fungsi hati
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak labu siam dapat melindungi kita dari penumpukan lemak di hati, sehingga berpotensi mencegah atau mengobati penyakit hati berlemak.
Penyakit hati berlemak adalah kondisi di mana lemak berlebih disimpan dalam jaringan hati. Terlalu banyak lemak di hati dapat memengaruhi kemampuannya untuk berfungsi dengan baik.
- Mengontrol berat badan yang sehat
Labu siam mengandung sangat sedikit kalori tetapi kaya serat, dua atribut yang dapat mendukung berat badan yang sehat.
Satu labu siam utuh dengan berat sekitar 203 gram, menyediakan 39 kalori dan 4 gram serat. Serat memperlambat laju pengosongan lambung, membuat kita merasa kenyang lebih lama. Sehingga dapat mengurangi asupan makanan, dan meningkatkan penurunan berat badan.
- Mendukung kesehatan pencernaan
Saluran pencernaan sangat bertanggung jawab atas berbagai fungsi penting, termasuk detoksifikasi, kekebalan tubuh, serta pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Konsumsi buah-buahan dan sayuran seperti labu siam dapat meningkatkan fungsi pencernaan. Flavonoid adalah senyawa tanaman yang mendukung pencernaan, yang ditemukan dalam jumlah tinggi pada labu siam.
Penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya flavonoid membantu enzim pencernaan yang terlibat dalam pembuangan dan ekskresi produk limbah di saluran pencernaan kita.
Terlebih lagi, asupan makanan kaya serat yang cukup seperti labu siam dapat mendorong fungsi usus yang sehat dan pemeliharaan bakteri usus yang sehat.
Editor : Bayu Putra