JP Bogor – Labu siam (Sechium edule) merupakan salah satu jenis dari famili labu-labuan yang sering kali ditemukan di pasar-pasar tradisional atau modern di Indonesia. Jenis labu ini juga sering ditemui dalam masakan-masakan lokal.
Labu siam dapat langsung dinikmati dengan cara direbus bersama kulitnya atau juga dapat diolah menjadi berbagai masakan dengan mengupas kulitnya.
Rasa dari labu siam yang tergolong enak dan juga manis membuat sayuran ini mudah untuk diolah dalam berbagai varian masakan. Selain itu, sayuran ini memiliki manfaat kesehatan yang cukup banyak dan baik untuk tubuh.
Labu siam sering kali ditemukan sebagai isian dalam sup sayuran atau disajikan sebagai lalapan atau pelengkap makanan.
Labu siam mengandung beragam nutrisi yang bermanfat bagi tubuh. Seperti protein, lemak, dan karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral seperti kalsium, fosfor, folat, besi, natrium, kalium, tembaga, seng, beta-karoten, thiamin (Vitamin B1), niacin, vitamin C, poliponon, aglikon, dan flavonoid.
Mari lihat apa saja manfaat yang terkandung dalam labu siam yang baik untuk tubuh, dilansir dari laman hellosehat dan alodokter.
- Menurunkan Asam Urat
Rendah purin dan tinggi serat membuat labu siam menjadi pilihan sayuran yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam tubuh serta mencegah munculnya gejala penyakit asam urat.
- Mencegah Penuaan Dini
Labu siam mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan produksi kolagen, sehingga kemunculan tanda penuaan dini dapat dicegah.
- Baik Bagi Wanita Hamil
Dalam labu siam terkandung folat atau vitamin B9 yang sangat bagus untuk membantu memenuhi kebutuhan segala gizi ibu selama kehamilan. Folat juga dapat membantu pembentukan sel dan DNA yang baik pada janin.
- Meningkatkan Perkembangan Kognitif
Labu siam memiliki kandungan antioksidan dan flavonoid, yang dapat membantu optimalisasi fungsi otak dan perkembangan kognitif.
- Menangkal Radikal Bebas
Labu siam kaya akan antioksidan seperti poliponon, aglikon, dan flavonoid. Antioksidan ini memiliki peran penting dalam melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan juga yang dapat menimbulkan penyakit.
Editor : Bayu Putra