JP Bogor - Peralatan kebersihan menjadi salah satu penyumbang sampah rumah tangga terbesar. Sebagai contoh, mayoritas masyarakat di Indonesia masih menggunakan spons mandi atau spons cuci piring yang terbuat dari plastik.
Spons plastik dipilih karena dianggap lebih ekonomis dan tahan lama. Meskipun demikian, spons plastik memiliki kelemahan besar yakni bahannya sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan.
Untung saja, ada alternatif spons yang lebih ramah lingkungan, yakni loofah. Loofah berasal dari tanaman gambas atau labu luffah, yang termasuk dalam keluarga mentimun. Proses pembuatan loofah melibatkan pendiaman dan pengeringan selama sekitar enam bulan. Tanaman ini banyak dibudidayakan di negara-negara dengan iklim tropis dan subtropis.
Manfaat Loofah
Loofah dapat berfungsi sebagai spons untuk cuci piring dan menggosok tubuh. Namun, penting untuk tidak mencampurkan dua fungsi tersebut pada satu loofah yang sama.
Menggosok tubuh menggunakan loofah dapat membantu eksfoliasi sel kulit mati, yang dapat membuat kulit terasa lebih halus dan cerah. Selain itu, penggunaan loofah saat mandi juga membantu melancarkan peredaran darah. Sebaiknya, gunakan loofah 1-2 kali dalam seminggu agar kulit tidak mudah kering.
Namun, hindari penggunaan loofah pada wajah, area genital, atau pada kulit yang baru saja dicukur. Agar memperoleh manfaat yang optimal, gosok loofah dengan lembut dan perlahan tanpa tekanan kepada kulit. Jangan lupa untuk mengganti loofah setiap bulan agar tetap terjaga kebersihannya.
Cara Pakai Loofah
Loofah mudah ditemukan di berbagai platform e-commerce dengan harga yang terjangkau. Anda bisa memotong loofah sesuai ukuran yang diinginkan, meskipun ada juga loofah yang sudah dipotong sesuai fungsi.
Untuk menggunakannya, rendam loofah dengan air hangat agar menjadi lembut, kemudian tuangkan sabun secukupnya. Loofah pun siap digunakan.
Setelah pemakaian, pastikan untuk membersihkan loofah dengan membasuhnya menggunakan air, kemudian peras dan keringkan. Hindari menyimpan loofah di tempat lembab untuk mencegah penumpukan bakteri.
Sebagai perawatan tambahan, Anda bisa merendam loofah selama satu jam dengan campuran cuka atau baking soda yang dilarutkan dalam air panas setiap seminggu sekali untuk menjaga kebersihannya.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah