Apa Itu Cacar Air dan Gondongan?
Cacar air merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella zoster, dan biasa menyerang anak-anak dengan usia di bawah 10 tahun. Akan tetapi, penyakit ini juga dapat diderita orang dewasa, dengan gejala yang cenderung lebih berat dibandingkan pada anak-anak. Penderita cacar air akan mengalami rasa gatal, yang disebabkan oleh ruam kemerahan berisi cairan di seluruh tubuh. Biasanya, cacar air dapat sembuh dengan sendirinya, dan hanya akan menyerang seseorang sekali seumur hidupnya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa cacar air dapat menyerang seseorang lebih dari satu kali. Cacar air sangat mudah menular, melalui udara saat penderita batuk atau bersin, dan kontak langsung dengan lendir, air ludah, atau cairan luka lepuh di kulit.
Gondongan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus golongan paramyxovirus, yang biasa menyerang kelenjar penghasil air liur (kelenjar parotis). Umumnya, penderita gondongan akan mengalami pembengkakan pada pipi dan rahang. Hal ini disebabkan karena kelenjar parotis berada di bawah telinga, dan berfungsi untuk menghasilkan air liur. Oleh karena itu, gondongan dapat dengan mudah menular ke orang lain, melalui percikan ludah atau air liur yang keluar dari mulut dan hidung. Penyakit ini perlu diatasi dengan baik, karena dapat menimbulkan komplikasi pada penderitanya, seperti virus menyebar ke otak hingga kehilangan pendengaran.
Baca Juga: 6 Manfaat Kacang Bogor Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mengurangi Risiko Kanker
Apa Gejala Cacar Air dan Gondongan?
Penyakit ini memiliki gejalanya masing-masing, yaitu:
Gejala Cacar Air
- Demam
- Pusing
- Lemas
- Rasa sakit di tenggorokan
- Selera makan menurun
- Ruam merah
Biasanya ruam merah mulai muncul dari perut, punggung, atau wajah, dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Terdapat tiga tahap perkembangan ruam sebelum sembuh, yaitu:
- Ruam merah menonjol
- Ruam akan terlihat seperti luka melepuh berisi cairan, yang dapat pecah dalam beberapa hari.
- Luka lepuh yang pecah akan mengering, yang akan menjadi kerak dan dapat menghilang dalam waktu beberapa hari
Ketiga tahap perkembangan ruam cacar air tidak akan berlangsung dalam waktu yang sama. Ruam baru akan terus muncul selama masih terjadi infeksi, dan baru akan mereda hingga hilang sepenuhnya setelah 14 hari. Akan tetapi, perlu diperhatikan terjadinya komplikasi, seperti:
- Ruam menyebar ke satu atau dua belah mata
- Warna ruam menjadi sangat merah dan hangat
- Ruam disertai dengan rasa pusing, disorientasi, detak jantung yang cepat, napas pendek, tremor, koordinasi otot hilang, muntah, batuk yang makin parah, leher kaku, atau demam lebih tinggi dari 39°C
Gejala Gondongan
- Pipi bengkak, bisa terjadi di satu sisi atau kedua sisi
- Rasa nyeri saat mengunyah atau menelan makanan
- Demam hingga 39°C
- Mulut kering
- Sakit kepala
- Sendi nyeri
- Perut nyeri
- Mudah lelah
- Nafsu makan hilang
Akan tetapi, di beberapa penderita gejala gondongan dapat lebih ringan atau menyerupai pilek. Bahkan di beberapa kasus, gejala tidak muncul sama sekali. Namun perlu segera pergi ke dokter apabila gejala yang timbul begitu serius, seperti:
- Sakit kepala hebat
- Pingsan atau kesadaran menurun
- Kejang
Cara Mengatasi Cacar Air
Biasanya, cacar air hanya memerlukan penanganan di rumah, seperti:
- Makan makanan bergizi
- Istirahat yang cukup
- Bersihkan kulit dengan air dan sabun yang lembut.
- Keringkan kulit dengan lembut menggunakan handuk.
- Rutin mencuci tangan.
- Potong kuku agar tidak melukai kulit saat tidak sengaja menggaruk kulit.
- Hindari berinteraksi dengan orang lain hingga semua ruam mengering dan mengelupas, agar virus tidak menular ke orang lain
Cara Mengatasi Gondongan
Gondongan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Melansir situs resmi kementrian kesehatan, berikut cara yang dapat dilakukan untuk meredakan keluhan dan gejala gondongan:
- Istirahat yang cukup
- Banyak minum air putih
- Kompres area yang bengkak menggunakan air hangat atau dingin
- Konsumsi makanan lunak agar tidak perlu mengunyah terlalu banyak
- Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan paracetamol
Editor : Candra Mega Sari