Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Bacaan Surat Al-Kahfi Ayat 1–10 Beserta Tulisan Latin, Arti, dan Keutamaan membacanya  

Rafli Abdullah Santosa • Jumat, 1 November 2024 | 11:28 WIB
Ilustrasi surat Al-Kahfi. (unsplash.com)
Ilustrasi surat Al-Kahfi. (unsplash.com)

 

JP Bogor – Surat Al-Kahfi merupakan surat ke-18 Al-Quran, dan tergolong ke dalam surat Makkiyah yang artinya diturunkan di Makkah pada periode pertama kenabian.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat muslim untuk senantiasa membaca surat Al-Kahfi, khususnya setiap hari jumat. Karena membaca surat al-kahfi memiliki keutamaan kepada siapa saja yang membacanya di hari jumat.

Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi yang berbunyi:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Artinya: Abu Sa’id Al-Khudri meriwayatkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka baginya cahaya antara Jum’at ini dan Jum’at berikutnya.”

Umat muslim juga dianjurkan untuk menghafal surat Al-Kahfi, terutama sepuluh ayat awal yang terdapat pada surat ini. Salah satu keutamaannya adalah agar terhindar dari fitnah Dajjal di akhir zaman kelak.

Bagian surat dari Al-Kahfi bukan hanya 10 ayat di awal saja yang dapat menghindarkan kita dari fitnah dajjal. 10 ayat terakhir dari surat ini pun juga dapat menghindarkan kita dari fitnah sang juru selamat palsu.

Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, yang berbunyi:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْف عُصِمَ مِنْ الدَّجَّالِ

وفي رواية أخرى قال مِنْ آخِرِ الْكَهْفِ

Artinya: Abu Darda meriwayatkan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal Surat Al-Kahfi, maka ia kebal terhadap al-Masih Palsu.” Dalam riwayat lain, Nabi bersabda, “Dari sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi.”

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Sunnah Hari Senin dan Keutamaan Melaksanakan Puasa di Hari Senin

Berikut lafal dari surat Al-Kahfi ayat 1–10:

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ  ١

Al-ḥamdu lillāhil-lażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj‘al lahū ‘iwajā(n)

قَيِّمٗا لِّيُنذِرَ بَأۡسٗا شَدِيدٗا مِّن لَّدُنۡهُ وَيُبَشِّرَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرًا حَسَنٗا  ٢

Qayyimal liyunżira ba'san syadīdam mil ladunhu wa yubasysyiral-mu'minīnal-lażīna ya‘malūnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā(n).

 مَّٰكِثِينَ فِيهِ أَبَدٗا  ٣

Mākiṡīna fīhi abadā(n).

وَيُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدٗا  ٤

Wa yunżiral-lażīna qāluttakhażallāhu waladā(n).

 مَّا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٖ وَلَا لِأٓبَآئِهِمۡۚ كَبُرَتۡ كَلِمَةٗ تَخۡرُجُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبٗا  ٥

Mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā li'ābā'ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqūlūna illā każibā(n).

 فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ إِن لَّمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَسَفًا  ٦

Fa la‘allaka bākhi‘un nafsaka ‘alā āṡārihim illam yu'minū bihāżal-ḥadīṡi asafā(n).

إِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَى ٱلۡأَرۡضِ زِينَةٗ لَّهَا لِنَبۡلُوَهُمۡ أَيُّهُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗا  ٧

Innā ja‘alnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā(n).

وَإِنَّا لَجَٰعِلُونَ مَا عَلَيۡهَا صَعِيدٗا جُرُزًا  ٨

Wa innā lajā‘ilūna mā ‘alaihā ṣa‘īdan juruzā(n).

أَمۡ حَسِبۡتَ أَنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡكَهۡفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُواْ مِنۡ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا  ٩

Am ḥasibta anna aṣḥābal-kahfi war-raqīmi kānū min āyātinā ‘ajabā(n).

إِذۡ أَوَى ٱلۡفِتۡيَةُ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةٗ وَهَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدٗا  ١٠

Iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālū rabbanā ātinā mil ladunka raḥmataw wa hayyi' lanā min amrinā rasyadā(n).

Artinya:

  1. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan.
  2. (Dia juga menjadikannya kitab) yang lurus agar Dia memberi peringatan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya, dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik.
  3. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
  4. (Dia menurunkan Al-Qur’an itu) juga agar Dia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengangkat seorang anak.”
  5. Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang (hal) itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besar (dosa) perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.
  6. Maka, boleh jadi engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).
  7. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang lebih baik perbuatannya.
  8. Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya sebagai tanah yang tandus lagi kering.
  9. Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqīm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami?
  10. (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.”
Editor : Bayu Putra
#surat al kahfi #fitnah dajjal #juru selamat palsu #Jumat #cahaya #keutamaan