Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Konsumsi Secukupnya, Ini 8 Efek Samping Jika Minum Teh Terlalu Banyak, Mulai dari Mual Hingga Kecemasan

Nuraini Andriani • Jumat, 11 Oktober 2024 | 13:49 WIB
ilustrasi efek samping minum teh. (Freepik)
ilustrasi efek samping minum teh. (Freepik)

JP Bogor – Teh merupakan salah satu minuman paling populer di dunia. Selain memiliki rasa yang khas dan nikmat, teh juga punya banyak manfaat bagi kesehatan seperti mengurangi peradangan dan menurunkan risiko penyakit kronis.

Namun, minum teh terlalu banyak ternyata dapat menyebabkan efek samping pada tubuh. Bagi sebagian orang, minum 3–4 cangkir teh setiap hari, mungkin tidak memberikan efek samping. Tapi beberapa orang lainnya mengalami efek samping itu.

Sebagian besar efek samping yang terjadi diketahui berkaitan dengan kandungan kafein dan tanin dalam teh. Ada orang yang lebih sensitif terhadap senyawa ini. sehingga penting untuk memperhatikan bagaimana kebiasaan minum teh mempengaruhi tubuh kita.

Dikutip dari laman Healthline, berikut efek samping yang bisa berdampak pada tubuh akibat terlalu banyak minum teh.

  1. Penyerapan zat besi berkurang

Kandungan tanin pada teh dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu, sehingga zat besi tidak dapat diserap oleh saluran pencernaan. Apalagi bila mengalami kekurangan zat besi, maka asupan teh yang berlebihan dapat memperparah kondisi tubuh.

Jumlah pasti tanin dalam teh dapat bervariasi, tergantung pada jenis dan cara penyajiannya. Meski demikian, membatasi asupan hingga 3 cangkir atau kurang dari 710 ml per hari bisa menjadi cara minum teh yang aman.

Bagi yang sedang mengalami kekurangan zat besi tetapi masih suka minum teh, pertimbangkan kembali untuk meminumnya di antara waktu makan. Demi mencegah terjadinya efek samping berlebih.

Sehingga, kecil kemungkinan teh akan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan yang baru dikonsumsi.

  1. Meningkatkan kecemasan, stress, dan gelisah

Beberapa daun teh secara alami mengandung kafein, seperti teh hitam dan teh hijau. Mengonsumsi kafein secara berlebih dari teh atau sumber lainnya dapat menyebabkan perasaan cemas, stres, dan gelisah.

Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein dibandingkan dengan teh hijau dan putih. Semakin lama kita menyeduh teh, semakin tinggi pula kandungan kafeinnya.

Jika meminum teh membuat kita merasa gelisah atau gugup, itu bisa menjadi tanda kita terlalu banyak meminumnya. Mengurangi asupan teh bisa mengurangi gejala tersebut.

Alternatifnya, kita bisa memilih teh herbal. Meski tidak dianggap sebagai teh asli karena tidak berasal dari tanaman camellia sinensis. Teh herbal dibuat dari berbagai bahan bebas kafein, seperti bunga, herba, dan buah.

  1. Kurang tidur

Karena beberapa teh secara alami mengandung kafein, asupan yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur kita.

Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak jika sudah waktunya tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin, sehingga menyebabkan kualitas tidur yang buruk.

  1. Mual

Senyawa tertentu dalam teh dapat menyebabkan mual, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat perut kosong.

Tanin dalam daun teh bertanggung jawab atas rasa teh yang pahit dan kering. Sifat astringent tanin juga dapat mengiritasi jaringan pencernaan, yang berpotensi menyebabkan gejala tidak nyaman seperti mual atau sakit perut.

Bila menyadari adanya gejala-gejala ini setelah minum teh, sebaiknya kurangi jumlah minuman teh yang dikonsumsi. Bisa juga mencoba menambahkan sedikit susu atau menyantap makanan bersama teh.

  1. Sakit mag

Kafein dalam teh dapat menyebabkan nyeri ulu hati atau memperparah gejala refluks asam yang sudah ada sebelumnya, serta dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung total.

Tentu saja, minum teh belum tentu menyebabkan sakit mag. Namun, setiap orang memiliki respons yang berbeda.

Jika rutin mengkonsumsi teh dalam jumlah banyak dan sering mengalami sakit mag, mungkin ada baiknya untuk mengurangi asupan dan melihat apakah gejalanya semakin membaik.

  1. Komplikasi kehamilan

Paparan kafein tingkat tinggi dari minuman seperti teh selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti keguguran dan berat badan lahir bayi yang rendah.

Data tentang bahaya kafein selama kehamilan beragam, dan masih belum jelas berapa banyak yang aman. Namun, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa risiko komplikasi akan relatif rendah jika menjaga asupan kafein harian di bawah 200–300 miligram.

Meski begitu, American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan untuk tidak melebihi batas dari 200 miligram.

  1. Sakit kepala dan pusing

Mengonsumsi kafein secara berkala memang dapat membantu meredakan beberapa jenis sakit kepala dan pusing. Namun, jika dikonsumsi secara terus-menerus, justru efek sebaliknya dapat terjadi.

Teh cenderung memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan jenis minuman berkafein populer lainnya seperti soda atau kopi. Tetapi beberapa jenis teh masih dapat memberikan hingga 60 miligram kafein per cangkir ukuran 240 mililiter.

  1. Ketergantungan kafein

Kafein merupakan stimulan yang dapat menimbulkan kebiasaan. Bila rutin mengkonsumsi teh atau sumber kafein lainnya, akan dapat mengakibatkan ketergantungan.

Tingkat paparan yang berpengaruh pada ketergantungan dapat sangat bervariasi tergantung pada orangnya. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan dapat dimulai setelah 3 hari penggunaan berturut-turut dengan tingkat keparahan yang meningkat seiring waktu.

Ketergantungan kafein dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mudah tersinggung, peningkatan detak jantung, hingga kelelahan.

Editor : Bayu Putra
#tanin #mual #terlalu banyak #kecemasan #efek samping #minum teh #kafein #konsumsi