Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Jangan Berlebihan! Meski Pedas dan Nikmat, ini Bahayanya Jika Keseringan Makan Seblak, Menu Kesukaan Kaum Hawa

Nuraini Andriani • Kamis, 19 September 2024 | 18:03 WIB
ilustrasi seblak. (Shutterstock)
ilustrasi seblak. (Shutterstock)

JP Bogor – Jika dibandingkan dengan pria, Wanita cenderung lebih gemar mengkonsumsi makanan pedas. Selain dapat menciptakan efek bahagia, makanan pedas nyatanya menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum hawa.

Hingga saat ini memang belum ada bukti ilmiah, yang mengungkapkan kenapa wanita cenderung lebih suka makan pedas dibanding dengan pria.

Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Seperti faktor genetik, pengaruh sosial, hingga budaya. Karena dalam beberapa budaya, makanan pedas merupakan bagian yang dapat melengkapi sebuah masakan tradisional.

Sensasi panas dan tajam di lidah saat mengkonsumsi makanan pedas justru merupakan hal yang menyenangkan bagi sebagian orang. Karena makanan pedas mampu merangsang pelepasan endorphin dalam otak, yang dapat menghasilkan perasaan nyaman dan bahagia.

Banyak sekali pilihan makanan pedas yang digemari oleh wanita, dan seblak jadi salah satunya. Seblak merupakan makanan khas Sunda yang berasal dari wilayah Parahyangan, Jawa Barat.

Hidangan yang identik dengan rasa gurih pedas dengan aroma kencur yang kuat ini mudah dicari tanpa harus ke daerah Bandung. Bahkan makanan satu ini sempat viral di media sosial dengan beragam modifikasinya.

Umumnya, seblak terbuat dari campuran kerupuk basah, telur, mie, bakso, dan sayuran yang dimasak dengan berbagai bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kencur dan penyedap rasa.

Kini, seblak dapat dijumpai dengan tambahan berbagai jenis topping. Seperti aneka frozen food, daging, hingga makanan laut. Ditambah dengan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan dengan selera.

Meski jajanan ini mudah ditemui karena digemari banyak orang, mengkonsumsi seblak secara berlebihan justru dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Hal ini banyak dipaparkan oleh ahli kesehatan, salah satunya dr. Dyah Novita Anggraini sebagaimana  dilansir dari laman Klikdokter.

Komposisi Seblak dan Kandungan Gizi

Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami komposisi dan kandungan gizi dalam seporsi seblak:

Kerupuk yang digunakan dalam seblak memiliki kandungan kalori yang tinggi. Minyak dan penyedap rasa dapat menambah kandungan lemak serta natrium. Jika dikombinasikan dengan bumbu pedas yang berlebih, dapat semakin memperburuk kondisi kesehatan.

Berikut potensi penyakit jika terlalu sering konsumsi seblak:

  1. Gastritis dan tukak lambung

Iritasi lambung bisa diakibatkan karena konsumsi makanan pedas secara berlebihan. Zat capsaicin dalam cabai akan merangsang produksi asam lambung yang berlebih, sehingga menyebabkan peradangan pada lapisan lambung.

Nyeri ulu hati, mual, muntah, dan perut kembung adalah gejala awalnya. Dapat menyebabkan tukak lambung atau luka pada dinding lambung, jika gejala ini terus berlanjut.

  1. Asam lambung (GERD)

Rasa terbakar di dada, regurgitasi makanan, dan kesulitan menelan merupakan gejala dari asam lambung yang bisa semakin parah hingga menyebabkan gerd. Penyakit ini dipicu akibat makanan pedas dan berlemak tinggi, seperti seblak.

  1. Hipertensi

Seblak juga banyak mengandung garam dan penyedap rasa yang tinggi, dan asupan natrium yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Ditandai dengan gejala seperti tekanan darah tinggi, sakit kepala, pusing, bahkan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

  1. Obesitas dan sindrom metabolic

Seblak juga tinggi kalori, terutama dari kerupuk, minyak, dan tambahan protein olahan seperti bakso, sosis yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Selain itu, hal ini juga dapat memicu risiko diabetes tipe 2, serta kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi.

  1. Kolesterol tinggi

Seblak mengandung banyak minyak dan lemak jenuh dari beragam protein olahan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat. Selain itu, juga menyebabkan tingginya risiko aterosklerosis. Yaitu penumpukan plak di arteri yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.

  1. Dehidrasi dan gangguan ginjal

Makanan pedas seperti seblak dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Natrium yang tinggi juga dapat membebani kerja ginjal.

Sehingga gejala seperti dehidrasi, peningkatan risiko batu ginjal, serta kerusakan ginjal dalam jangka panjang mempunyai peluang besar untuk menjangkiti tubuh.

Meskipun seblak tidak sepenuhnya buruk, penting untuk mengkonsumsinya dengan bijak. Jika ingin menjaga kesehatan, disarankan untuk mengkonsumsi seblak dengan porsi yang tidak berlebihan dan dengan tingkat kepedasan yang wajar. Imbangi juga dengan makanan lain yang lebih sehat.

Editor : Bayu Putra
#berlebihan #pedas #makanan khas sunda #bahaya #kaum hawa #seblak #parahyangan