Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

8 Negara dengan Wajib Militer Unik, Termasuk Swedia dan Rusia

Abdul Hamid Dhaifullah • Kamis, 29 Mei 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi pasukan militer. (pinterest.com)
Ilustrasi pasukan militer. (pinterest.com)

JP Bogor — Ketika dunia menghadapi dinamika keamanan yang terus berubah, banyak negara kembali menegaskan peran warga negaranya dalam menjaga pertahanan nasional. Salah satu caranya adalah melalui wajib militer atau pengabdian nasional, sebuah sistem yang memanggil pemuda dan kadang pemudi untuk terlibat aktif membela negara, baik dengan seragam tempur, atau rompi relawan.

Berdasarkan situs news sky, berikut ini adalah 8 negara dengan sistem wajib militer yang unik dan mencerminkan nilai serta tantangan masing-masing bangsa!

1. Swedia

Di Swedia, semua orang berusia 16 hingga 70 tahun adalah bagian dari sistem pertahanan nasional, yang mencakup dinas militer, sipil, hingga pelayanan umum saat darurat. Wajib militer berlaku bagi mereka yang berusia 18–47 tahun, dengan pelatihan militer dasar sebagai fokus utama. Swedia membuktikan bahwa pertahanan bukan cuma tugas militer, tapi tanggung jawab kolektif warga sipil.

2. Norwegia

Norwegia menjadi negara NATO pertama yang memberlakukan wajib militer untuk pria dan wanita secara setara. Sejak 2015, pemuda-pemudi usia 19–44 tahun dapat dipanggil untuk 19 bulan pelatihan militer. Dalam keadaan perang, usia maksimal naik menjadi 55 tahun. Konskrip dipilih secara selektif berdasarkan kemampuan fisik dan mental.

3. Denmark

Di Denmark, pria sehat berusia 18 tahun ke atas wajib menjalani empat bulan pelatihan militer. Tapi pada 2024, pemerintah mempertimbangkan memperpanjang durasi jadi sebelas bulan dan memperluas wajib militer ke perempuan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional dan memperkuat pertahanan regional.

4. Prancis

Alih-alih hanya melatih senjata, Prancis mengajak remaja 15–17 tahun untuk mengikuti Universal National Service, sebuah program dua tahap yang terdiri dari 12 hari pelatihan residensial dan 84 jam kerja sukarela di lembaga publik. Presiden Emmanuel Macron menyebut program ini sebagai cara membentuk kohesi sosial dan rasa tanggung jawab warga muda.

5. Rusia

Semua pria usia 18 tahun di Rusia wajib menjalani 12 bulan dinas militer. Meski tidak boleh dikerahkan ke luar negeri secara hukum, panggilan militer tetap menjadi momok. Banyak pemuda mencoba menghindari panggilan, apalagi setelah ribuan veteran dipanggil kembali untuk konflik di Ukraina.

Baca Juga: Mirip tapi Beda Jauh! Ini Perbedaan Margarin dan Mentega yang Wajib Kamu Tahu

6. Estonia

Estonia memberlakukan wajib militer selama 8–11 bulan untuk warga berusia 18–27 tahun, tergantung pendidikan dan posisi. Setelahnya, mereka tetap dipanggil untuk pelatihan ulang setiap lima tahun. Negara Baltik ini melihat militer sebagai bagian integral dari ketahanan nasional yang berkelanjutan.

7. Lithuania

Setelah sempat dihentikan, Lithuania menghidupkan kembali wajib militer pada 2015. Pria usia 18–26 wajib bertugas selama sembilan bulan, sementara wanita bisa ikut secara sukarela hingga usia 38 tahun. Program ini menjadi bagian dari respon terhadap ancaman geopolitik yang makin terasa di kawasan Baltik.

8. Tiongkok

Tiongkok memiliki sistem wajib militer secara hukum bagi pria usia 18–22 tahun untuk 24 bulan, namun tidak pernah diberlakukan secara luas. Meski begitu, revisi hukum pada 2023 membuka jalan bagi veteran untuk dipanggil kembali dan memberi fokus baru pada perang siber dan luar angkasa. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#norwegia #Negara #wajib militer #rusia #swedia