Hal ini terjadi karena pada malam hari adalah waktu yang sunyi, satu-satunya momen di mana Anda benar-benar bisa fokus pada diri sendiri. Sepanjang hari Anda akan disibukkan dengan bekerja di kantor, rapat, bersosialisasi. Sedangkan saat malam tiba, Anda benar-benar menyadari pengalaman emosional yang selama ini terabaikan.
Sepanjang hari kita akan dikelilingi oleh banyak orang, tetapi gangguan fisik dan visual berkurang drastis. Penyebab selanjutnya adalah Anda tidak cukup beraktivitas sepanjang hari, akibatnya tubuh pun tidak merasa lelah dan membuat Anda sulit untuk tidur hingga larut malam.
Selain faktor kebiasaan, kondisi mental mental juga akan berpengaruh pada kualitas tidur. Mengutip dari laman Verywellmind mereka yang mengalami kehilangan pekerjaan, masalah keuangan, atau baru memiliki bayi cenderung sulit menghentikan overthinking.
Pada penderita anxiety dan panic disorder bisa mengalami serangan panik yang menghambat tidur. Sementara itu, gangguan bipolar juga dapat memicu overthinking, terutama jika dalam fae mania. Orang dengan Obsessive Compulsive Disorder atau OCD juga sering terjebak dalam pikiran obsesif yang berulang kali. Sedangkan pada penderita Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) akan mengalami flashback atau kilas balik traumatis yang menyebabkan overthinking.
Saat malam hari pikiran-pikiran yang selama ini terpendam akan muncul. Anda mungkin akan memikirkan masa lalu, kesalahan yang pernah Anda lakukan, hingga kekhawatiran akan masa depan, atau daftar tugas yang akan Anda kerjakan besok. Namun, Anda tidak perlu khawatir meskipun terasa sangat sulit untuk tidur dengan nyenyak, banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.
1. Menulis Jurnal 'Overthinking'
Anda perlu menyediakan buku catatan khusus untuk jurnal kekhawatiran Anda. luangkan 5-10 menit sebelum tidur untuk mencatat kekhawatiran Anda. Anda juga dapat mengurangi stres yang berlebih dengan menulis jurnal dengan teknik freewriting, yaitu menulis semua yang ada di kepala Anda tanpa ada aturan.
2. Jangan Bermain Gawai
Sebelum tidur Anda tidak boleh menatap layar, karena cahaya biru pada gawai dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang dapat membantu Anda untuk tidur. Tidak bermain gawai sebelum tidur dapat membantu otak Anda lebih siap untuk beristirahat
3. Meditasi
Pejamkan mata dan fokuslah pada pernapasan selama beberapa menit. Tenangkan pikiran Anda dengan meditasi agar membantu Anda tidur lebih nyenyak.
4. Hindari Konsumsi Konten yang Mengganggu
Menonton film horor, membaca berita negatif, atau scroll konten tidak bermutu bisa membuat otak bekerja lebih keras, yang akan menyulitkan untuk tidur. Cobalah menggantinya dengan membaca buku ringan sebelum tidur.
5. Terapi
Terkadang overthinking merupakan tanda bahwa Anda perlu mengubah sesuatu di dalam hidup. Apabila sumber overthinking berasal dari pekerjaan Anda yang toxic atau hubungan yang tidak sehat, maka Anda perlu mempertimbangkan untuk membuat suatu langkah perubahan.
6. Obat
Apabila Anda mengalami masalah mental seperti panic disorder, anxiety berat, insomnia kronis, maka sebaiknya Anda memintakan resep ke dokter untuk memberikan obat tidur atau antidepresan.
Mengubah kebiasaan sebelum tidur dapat menjadi solusi efektif bagi Anda untuk menghindari overthinking di malam hari. Ingat, overthinking berasal dari dalam diri Anda, yang perlu Anda lakukan hanyalah mengendalikannya agar tidak terjebak di dalamnya. Anda berhak mendapatkan istirahat yang berkualitas dengan ketenangan pikiran.
Editor : Candra Mega Sari