JP Bogor – Stasiun Bogor merupakan stasiun KRL yang terletak di Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Tempat ini merupakan stasiun awal perjalanan KRL jalur Bogor–Jakarta Kota sekaligus stasiun terakhir KRL rute Jakarta Kota–Bogor.
Stasiun ini telah berdiri jauh sebelum wilayah sekitarnya dinamai Bogor. Juga jauh sebelum Indonesia mendapatkan kemerdekaannya.
Dilansir dari laman Now Jakarta, sebelum dinamai Bogor, kota ini pada masa kolonial Belanda bernama Buitenzorg. Maka dari itu pula, Stasiun Bogor dulunya juga dinamai Station Buitenzorg.
Sebelum Station Buitenzorg dibangun, jalur kereta untuk rute Batavia–Buitenzorg dibuat terlebih dahulu. Persetujuan Pembangunan jalur kereta Batavia-Buitenzorg diberikan kepada William Poolman melalui NISM (Nederlandsche Indisch Spoorweg Maatschappij) pada 27 Maret 1864.
Jalur ini dibangun untuk membantu proses pengangkutan hasil perkebunan, termasuk dari hasil cultuurstelsel atau tanam paksa yang diproduksi di wilayah Priangan Barat. Produk yang diangkut adalah teh, kopi, kina, dan produk perdagangan lainnya dan dibawa ke Pelabuhan Sunda Kelapa.
Pembangunan jalur kereta Batavia-Buitenzorg dipimpin oleh J.P Borders dan selesai pada 16 Oktober 1869. Pengoperasian jalur kereta itu diresmikan pada 31 januari 1873.
PADA tahun 1875 atau dua tahun setelah jalur kereta beroperasi, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan perusahaan kereta api bernama Staatsspoorwegen (SS). Perusahaan itu lalu mengambil alih jalur Batavia–Buitenzorg.
Stasiun Buitenzorg dibangun sekitar awal tahun 1870-an oleh perusahaan bernama Nederlandsche Indisch Spoorweg Maatschappij (NISM). Dirancang sebagai stasiun terakhir jalur Batavia–Buitenzorg yang menghubungkan Kleine Bloom dengan Buitenzorg.
Pada 31 Januari 1873, Station Buitenzorg dibuka untuk umum bersamaan dengan pengoperasian jalur kereta Batavia–Buitenzorg.
Pada tahun 1881, Staatsspoorwegen (SS) membangun stasiun kedua yang merupakan bagian dari jalur kereta Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Jogjakarta. Kini Stasiun Bogor dikelola oleh BUMN PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero.
Editor : Bayu Putra