Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Ini Dia Rahasia agar Daging Kurban Jadi Empuk saat Dimakan

Ghina Fadiah Rahma • Kamis, 29 Mei 2025 | 20:30 WIB
Rahasia agar daging empuk. (Elmer Domingo/Pexels)
Rahasia agar daging empuk. (Elmer Domingo/Pexels)

JP Bogor - Momen Idul Adha selalu identik dengan hidangan daging kurban yang melimpah. Tapi, sering kali semangat memasak malah berujung kecewa saat hasil masakan terasa alot dan susah dikunyah. Padahal, daging kurban bisa diolah menjadi sajian lezat dan empuk asal tahu triknya. Yuk, simak rahasia agar daging kurbanmu tetap empuk saat disantap!

Pertama-tama, kamu harus memahami bahwa kualitas tekstur daging sangat bergantung pada cara pengolahannya sejak awal. Jangan langsung mencuci daging kurban yang baru dipotong karena bisa membuat aromanya lebih kuat dan daging jadi lebih alot. Diamkan dulu selama beberapa jam agar darahnya keluar sempurna dan suhu daging stabil sebelum dimasak.

Setelah didiamkan, kamu bisa mulai menggunakan teknik-teknik sederhana namun ampuh. Salah satunya adalah menggunakan daun pepaya sebagai pelunak alami. Daun pepaya mengandung enzim papain yang mampu memecah serat otot daging. Balut daging dengan daun pepaya selama 30 menit hingga satu jam sebelum dimasak, dan lihat sendiri hasilnya!

Selain daun pepaya, kamu juga bisa memanfaatkan nanas muda. "Nanas mengandung enzim bromelain yang membantu menghancurkan protein dan membuat daging lebih empuk," menurut artikel dari MamaSuka.

Tapi hati-hati, jangan terlalu lama merendam daging dalam jus nanas karena bisa membuat tekstur daging hancur. Cukup 10–15 menit saja, terutama untuk daging sapi.

Menggunakan panci presto juga bisa jadi solusi cepat dan praktis. Panci ini bekerja dengan tekanan tinggi yang mampu melunakkan daging dalam waktu lebih singkat dibandingkan metode rebus biasa. Cocok banget buat kamu yang ingin mengolah gulai atau rendang tanpa menunggu lama tapi tetap menghasilkan daging yang empuk.

Kalau kamu penggemar teknik tradisional, merebus daging dengan api kecil juga patut dicoba. Masak daging selama minimal 1–2 jam agar serat-seratnya terurai sempurna. Tambahkan rempah seperti jahe, serai, dan daun salam untuk menambah aroma sedap dan membantu menetralisir bau khas daging kambing atau sapi.

Jangan lupa untuk memotong daging searah dengan seratnya. Teknik potong yang salah bisa membuat daging tetap keras meski sudah direbus lama. Dengan memotong melawan arah serat, kamu membantu memutus serat otot, sehingga daging jadi lebih mudah dikunyah.

Hal penting lain yang sering dilupakan adalah proses marinasi. Bumbui daging dengan bahan seperti bawang putih, kecap, dan sedikit cuka atau air jeruk nipis. Diamkan selama beberapa jam atau semalaman di dalam kulkas. Proses ini tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga membantu melembutkan daging secara alami.

Terakhir, hindari memasak daging dengan suhu terlalu tinggi dalam waktu singkat, misalnya langsung dibakar di atas api besar. Ini bisa membuat bagian luar cepat gosong tapi dalamnya masih keras. Lebih baik gunakan teknik memasak bertahap seperti slow cooking agar kematangan merata dan tekstur tetap juicy.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, daging kurban di rumah bukan cuma jadi lauk istimewa, tapi juga memanjakan lidah seluruh keluarga. Jadi, siap masak daging kurban agar empuk sempurna tahun ini? (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#empuk #daging kurban #rahasia #Alot