Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Cungkring, Warisan Kuliner Legendaris Bogor yang Kaya Rasa dan Makna Budaya

Ghina Fadiah Rahma • Kamis, 8 Mei 2025 | 11:00 WIB

Cungkring sebagai warisan kuliner (Dok. ik.imagekit.io)
Cungkring sebagai warisan kuliner (Dok. ik.imagekit.io)
JawaPos.com - Bogor dikenal sebagai Kota Hujan karena curah hujannya yang tinggi sepanjang tahun. Namun, di balik suasana sejuk dan lembabnya, kota ini juga menyimpan beragam kekayaan budaya, termasuk dalam hal kuliner. Salah satu sajian tradisional yang patut dibanggakan adalah cungkringmakanan khas yang telah melegenda di kalangan warga lokal.

Cungkring merupakan hidangan berbahan dasar bagian-bagian unik dari sapi seperti kikil, kaki, dan bahkan kepala. Bagian-bagian ini direbus hingga empuk, lalu disajikan dengan lontong dan disiram dengan bumbu kacang khas yang gurih dan sedikit manis. Cungkring biasanya disantap sebagai menu sarapan yang mengenyangkan.

Berbeda dari sate kikil biasa, cungkring memiliki racikan bumbu yang lebih kental dan kuat. Biasanya, penjual juga menambahkan tempe goreng dan keripik agar teksturnya makin kaya. Proses memasaknya dilakukan dengan cara tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Menurut informasi dari Traveloka, salah satu penjaja cungkring legendaris di Bogor adalah Cungkring Pak Jumat yang berjualan sejak tahun 1975 di kawasan Jalan Suryakencana. Lokasi ini kini menjadi ikon kuliner yang ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.

Sementara itu, berdasarkan data dari DJKN Kemenkeu, Bogor memang memiliki sejarah panjang sebagai pusat budaya dan perdagangan sejak masa kolonial Belanda. Posisi geografis yang strategis menjadikan kota ini kaya akan akulturasi budaya, yang juga tercermin dalam variasi makanannya.

Hidangan cungkring menjadi contoh konkret bagaimana masyarakat Bogor mampu memanfaatkan setiap bagian dari hewan secara maksimal tanpa menyia-nyiakan. Ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat lokal yang hemat namun kreatif dalam menyajikan makanan.

Cungkring tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol dari ketahanan budaya kuliner lokal di tengah arus modernisasi. Di era makanan cepat saji dan tren kuliner internasional, eksistensi cungkring membuktikan bahwa citarasa tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

Selain itu, kehadiran cungkring juga memperkaya destinasi wisata kuliner di Bogor. Jalan Suryakencana, tempat cungkring banyak ditemukan, kini menjadi kawasan wisata yang tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik.

Melestarikan makanan seperti cungkring berarti menjaga sejarah dan identitas lokal agar tidak hilang ditelan zaman. Pemerintah dan masyarakat perlu terus mendukung eksistensi kuliner warisan ini dengan memberi ruang bagi pedagang lokal untuk berkembang.

Bagi kamu yang sedang merencanakan kunjungan ke Bogor, jangan lupa masukkan cungkring ke dalam daftar makanan yang wajib dicoba. Selain nikmat, kamu juga ikut mendukung pelestarian kuliner tradisional yang menjadi bagian dari jiwa Kota Hujan.

Editor : Candra Mega Sari
#sapi #cungkring #bogor #Warisan Kuliner