JP Bogor - Jika mengaku sebagai warga Bogor, pasti mengenal atau pernah mencicipi makanan ini! Soto mie Bogor merupakan hidangan khas Bogor yang disukai berbagai kalangan karena cita rasanya yang lezat. Karena Bogor dikenal sebagai Kota Hujan, hidangan ini sangat cocok dinikmati saat hujan.
Soto mie Bogor memiliki banyak penggemar, baik warga lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini disebabkan soto mie Bogor adalah makanan berkuah yang segar, lezat, dan bercita rasa kuat. Mie kuning, risol, dan daging sapi adalah bahan utama dalam hidangan ini. Lalu, bagaimana sejarah soto mie Bogor? Mari simak penjelasannya.
Menurut peneliti sejarah, Dennys Lombard, soto di Indonesia berasal dari makanan khas peranakan Cina yang tinggal di Indonesia, yaitu Caudo. Kemudian, kata Caudo diserap ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Soto. Hingga soto mulai menyebar di beberapa daerah, termasuk Bogor.
Soto mie Bogor berawal dari kondisi sosial dan ekonomi warga Bogor saat itu. Karena sejak dulu Bogor terkenal dengan cuacanya yang dingin, soto mulai menyebar sebagai makanan penghangat. Lalu, mie yang dibawa imigran Cina yang tinggal di Bogor, dicoba dipadukan dengan soto, dan akhirnya menjadi makanan yang eksis hingga kini.
Soto mie Bogor juga terus berevolusi. Awalnya, soto mie hanya berisi mie dan daging, lalu mulai ditambah risol, kubis, tomat, bawang goreng, hingga perasan jeruk. Penambahan beberapa kondimen ini dilakukan bertahap agar sesuai dengan selera masyarakat Bogor saat itu.
Perkembangan soto sejak dulu dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan ekonomi. Dulu, ketika daging menjadi bahan mahal, banyak orang membuat soto mie Bogor hanya dengan mie, kubis, risol, atau mengganti daging sapi dengan daging ayam.
Hingga kini, soto mie Bogor tetap menjadi kuliner yang dicari wisatawan yang berkunjung ke Bogor. Maka, bagi warga Bogor dan pengunjung, wajib mencicipi kuliner khas Bogor ini.
Editor : Candra Mega Sari