JP Bogor - Siapa yang tidak kenal mochi? Camilan manis bertekstur kenyal dengan beragam isian yang menggugah selera. Saat ini, mochi semakin populer di kalangan anak muda, terutama Gen Z. Salah satu varian yang paling digemari adalah Mochi Daifuku, yakni mochi dengan isian kacang merah dan stroberi.
Mochi berasal dari Jepang dan menjadi salah satu hidangan wajib saat perayaan Tahun Baru. Dahulu, mochi di Jepang hanya dibuat dari beras ketan yang direbus dan ditumbuk hingga lembut dan kenyal, dikenal sebagai kirimochi. Kirimochi sendiri telah ada sejak sekitar 300 SM hingga 300 M dan sering dianggap sebagai simbol kesucian. Makanan ini dipersembahkan kepada para dewa dalam ritual Shinto untuk memperoleh berkah dan dukungan.
Di Indonesia, mochi pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Tionghoa sekitar tahun 1960. Awalnya, mochi hanya dibuat dan dijual oleh masyarakat Tionghoa karena pada masa itu mereka mengalami keterbatasan dalam mendapatkan pekerjaan. Namun, menurut beberapa antropolog dan sejarawan, mochi yang dibuat oleh pribumi pertama kali berasal dari Kerajaan Sunda, tepatnya di Sukabumi.
Baik di Jepang maupun di Indonesia, mochi pada awalnya merupakan makanan yang sederhana. Perbedaannya, di Jepang terdapat kirimochi yang bisa dijadikan pelengkap makanan berat, dipanggang, atau bahkan disajikan dalam sup. Sementara di Indonesia, mochi lebih sering dikonsumsi sebagai kue basah atau camilan manis dengan isian kacang.
Seiring waktu, mochi mengalami perkembangan pesat di kedua negara dan menjadi salah satu makanan yang viral dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai varian mochi kini semakin populer di kalangan Gen Z, seperti mochi bites, mochi berukuran kecil tanpa isian yang biasanya dicelupkan ke dalam vla dan crumble, serta Mochi Daifuku dari Jepang yang kini hadir dengan beragam isian, seperti mangga, kiwi, cheese cream, green tea, dan banyak lagi.
Daya tarik mochi bagi Gen Z tidak hanya karena rasanya yang manis dan menyegarkan, tetapi juga karena tampilannya yang menggemaskan dan estetis, menjadikannya makanan yang cocok untuk diunggah ke media sosial. Namun, penting untuk mengonsumsi mochi dengan bijak agar terhindar dari risiko kesehatan seperti diabetes dan obesitas akibat kandungan gula dan kalori dalam beberapa varian mochi saat ini. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah