Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Desa Wisata Wates Jaya: Menyelami Kearifan Lokal di Tengah Keindahan Alam Kaki Gunung Pangrango

Yudha Satria Palma • Kamis, 5 Desember 2024 | 13:30 WIB
Pemandangan alam Desa Wisata Wates Jaya, Bogor.
Pemandangan alam Desa Wisata Wates Jaya, Bogor.

JP Bogor - Berkunjung ke sebuah desa wisata menjadi salah satu alternatif wisata yang sering dicoba oleh banyak orang. Sebab, berkujung ke sebuah desa wisata umumnya menawarkan pemandangan alam yang indah dan suasana yang tenang khas pedesaan.

Selain melakukan aktivitas wisata, di desa wisata, wisatawan juga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat disana, sehingga wisatwan bisa memperoleh pengetahuan baru dan pengalaman yang menyenangkan.

Di Kabupaten Bogor, terdapat sebuah desa wisata yang sering menjadi destinasi wisata oleh banyak orang, yakni Desa Wisata Wates Jaya. Desa Wisata Wates Jaya terletak di kaki Gunung Pangrango, tepatnya di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Desa Wisata Wates Jaya masih kuat dalam menjaga tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun. Salah satu contohnya mitos yang masih dipercaya oleh masyarakat Desa Wisata Wates Jaya. Misalnya, saat trekking ke hutan, warga dan wisatawan diimbau untuk tidak makan sambil berjalan agar tidak memicu hujan turun tiba-tiba. Bila ingin makan, mereka harus berhenti dan duduk.

Selain itu, saat berada di tempat camping dekat air terjun, mereka juga tidak diperbolehkan mencicipi masakan selama proses memasak, sehingga keterampilan memasak yang baik menjadi penting.

Contoh lain dari kearifan lokal dan tradisi yang masih terjaga terlihat pada rumah-rumah yang ada di desa wisata ini. Wisatawan masih bisa menemukan sebuah rumah yang memiliki dinding terbuat dari anyaman bambu khas pedesaan.

Dapur di banyak rumah di desa ini juga masih cukup tradisional. Masyarakat Desa Wisata Wates Jaya masih menggunakan alat-alat masak, seperti seeng dan kukusan. Sementara untuk memasak, mereka masih menggunakan kompor tungku dengan kayu yang diambil dari kebun dan hutan.

Walaupun masyarakat di desa ini memahami bahasa Indonesia, namun sebagai masyarakat yang beretnis Sunda masih aktif menggunakan bahasa Sunda. Namun, ketika berkujung ke Desa Wisata Wates Jaya, wisatawan tidak perlu khawatir. Sebab, masyarakat di desa ini juga bersedia bersedia mengajari wisatawan yang kurang memahami bahasa Sunda secara sabar.

Kebanyakan masyarakat di Desa Wisata Wates Jaya memiliki mata pencaharian khas yang ada di pedesaan, seperti bertani, beternak, dan berkebun. Mata pencaharian yang masih khas ini dimanfaatkan menjadi salah satu aktivitas wisata edukasi oleh masyarakat desa ini. Wisatawan bisa belajar dan merasakan pengalaman langsung menanam di sawah dan berkebun.

Di Desa Wisata Wates Jaya juga terdapat beragam objek wisata air berupa curug, seperti Curug Ciawitali, Curug Cisadane, dan hulu Sungai Cisadane. Keberadaan curug-curug ini dimanfaatkan menjadi aktivitas wisata tubing atau kegiatan wisata air di mana seseorang mengapung di atas ban di atas air.

Pada saat tubing ini, wisatawan bisa menikmati pemandangan alam yang indah sembari menghirup udara desa yang segar. Selain itu, di Desa Wisata Wates Jaya juga terdapat aktivitas wisata lain yang seru dan patut untuk dicoba, seperti camping, off road menggunakan ATV, dan paintball.

Selain memiliki beragam objek dan aktivitas wisata, di Desa Wisata Watesjaya para pengunjung juga bisa belajar membuat kerajinan tangan dan aneka makanan tradisional khas Aunda. Mulai dari membuat bunga dari limbah, handycraft dari koran bekas, pengrajin panci dan dandang dari aluminium, hingga membuat makanan tradisional seperti dodol, kue geplak, rengginang, dan kue ali atau kue cincin.

Dengan segala keunikan yang dimilikinya, Desa Wisata Wates Jaya menjadi destinasi yang ideal untuk dikunjungi, berkat kearifan lokal yang masih dijaga dengan baik. Keindahan alam yang berpadu dengan tradisi juga menjadikan desa ini pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan yang autentik.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#Wates Jaya #bogor #gunung pangrango #desa wisata