JP Bogor - Desa Wisata Cimande merupakan destinasi wisata berbasis budaya yang terkenal di Jawa Barat. Terletak di lereng Gunung Gede Pangrango, desa ini berada dalam wilayah administratif Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Desa yang diajukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor sebagai desa wisata ini diketahui memiliki warisan seni bela diri "Penca Cimande" dan pengobatan tradisional patah tulang "balur Cimande".
Penca Cimande merupakan salah satu aliran silat tertua di Indonesia yang diperkenalkan oleh Syekh Kahir pada abad ke-17. Hingga kini, warisan Penca Cimande dan pengobatan balur Cimande tetap dijaga, dilestarikan, dan diwariskan ke generasi berikutnya.
Desa Wisata Cimande terbagi menjadi lima perkampungan utama yakni Nangoh, Tarikolot, Babakan, Lemah Duhur, dan Kampung Baru. Kampung Tarikolot menjadi pusat pelestarian budaya kasepeuhan, seperti silat dan pengobatan patah tulang.
Desa Cimande memiliki daya tarik utama berupa kekayaan sejarah dan budaya, menjadikannya destinasi yang menarik bagi wisatawan. Selain menawarkan wisata budaya, desa ini juga memiliki pemandangan alam yang indah, memungkinkan pengunjung menikmati suasana pedesaan Sunda yang autentik dan alami.
Salah satu situs menarik di Desa Cimande adalah Makam Kasepuhan Cimande di Tarikolot, yang merupakan pusara leluhur yang disakralkan. Makam ini telah menjadi tujuan wisata ziarah yang menarik banyak pengunjung. Selain ziarah, wisatawan dapat melihat langsung budidaya Salak Slebor di desa ini. Pengunjung bisa berjalan menyusuri pematang sawah dan berkeliling kebun salak, menambah pengalaman yang dekat dengan alam.
Desa Cimande juga terkenal dengan budidaya lidah buaya, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Lidah buaya dari desa ini diolah menjadi minuman segar, memberikan manfaat kesehatan dan menjadi produk lokal unggulan. Dengan sajian minuman khas dari hasil budidaya lokal ini, pengunjung dapat merasakan kekayaan alam Cimande dalam bentuk yang menyegarkan dan menyehatkan.
(*)