JP Bogor – Keju merupakan hidangan yang berbahan dasar susu, yang diolah melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan cita rasa khas yang gurih.
Biasa dikonsumsi oleh orang-orang di benua Eropa dan Amerika, keju identik dengan budaya barat. Akan tetapi, ternyata Indonesia juga memiliki keju khasnya sendiri, lho! Penasaran apa saja?
Dihimpun oleh JP Bogor dari berbagai sumber, berikut 5 keju lokal yang berasal dari Indonesia:
1. Keju Dangke
Keju dangke merupakan keju lokal yang berasal dari daerah Enrekang, Sulawesi Selatan. Dilansir dari etnis.id, proses pembuatan keju ini masih murni menggunakan teknik tradisional. Dangke biasa dibuat dari susu sapi atau kerbau. Jika menggunakan susu kerbau, maka harga keju dangke akan cenderung lebih mahal.
Bentuk keju dangke tidak seperti keju impor lain, karena sekilas terlihat seperti tahu yang berwarna putih, yang memiliki tekstur yang cukup kenyal saat disentuh. Untuk membuat keju ini, getah pepaya muda dibutuhkan agar lemak, protein, dan air dalam susu memisah. Berbeda dengan keju lain, keju dangke cocok untuk dinikmati bersama dengan nasi.
2. Dadiah
Tak hanya rendang, daerah Sumatera Barat juga memiliki olahan susu yang menarik, yaitu dadiah. Berasal dari Minangkabau, dadiah dibuat menggunakan susu kerbau yang difermentasi selama 2-3 hari hingga terjadi penggumpalan. Proses fermentasi ini dilakukan menggunakan tabung bambu yang ditutup dengan daun pisang.
Mengandung bakteri baik, dadiah dapat menurunkan kadar kolesterol, mencegah kanker usus, meningkatkan daya tahan tubuh, dan lain-lain. Masyarakat Minangkabau biasa mengkonsumsi dadiah di pagi hari sebagai sarapan mereka, ditemani dengan emping dan gula merah. Dadiah juga dapat disantap sebagai lauk pendamping nasi.
3. Dali ni Horbo
Di daerah Sumatera Utara, terdapat keju lokal nusantara, yaitu Dali ni Horbo. Dali ni Horbo atau Bagot ni Horbo merupakan keju khas Batak Toba, yaitu dari daerah Tapanuli. Konon, tradisi mengolah susu menjadi Dali ni Horbo sudah dimulai oleh leluhur orang Batak, sebelum komunitas Batak terbentuk.
Untuk membuat Dali ni Horbo, dibutuhkan proses yang cukup rumit, karena membutuhkan induk kerbau yang berusia maksimal 5 bulan setelah melahirkan. Hal ini dilakukan karena setelah 6 bulan, susu kerbau sudah tidak lagi layak untuk dikonsumsi manusia. Dali ni Horbo dibuat menggunakan susu kerbau yang sudah direbus selama sekitar 10 menit, kemudian ditambahkan air nanas agar susu mengental dan aroma amis berkurang. Selain air nanas, keju ini juga dapat dibuat menggunakan air perasan daun pepaya.
4. Keju Senduro
Salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Lumajang, Jawa Timur, berhasil membuat sebuah keju yang dikenal sebagai Keju Senduro. Hal ini dikarenakan BUMDes Sido Makmur berasal dari Desa Wonocempoko Ayu, yang berada di Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Meningkatnya minat masyarakat terhadap keju, membuat BUMDes ini berinovasi guna meningkatkan nilai tambah dari produksi susu peternakan sapi maupun kambing milik warga.
Keju ini cocok bagi Ana yang ingin mencari alternatif keju rendah kolesterol, karena Senduro tidak memiliki kolesterol. Tak hanya itu saja, keju ini memiliki berbagai rasa yang tersedia di pasaran. Saat ini, Senduro sudah di jual di wilayah Bali dan Jawa Tengah.
5. Keju Indrakila
Terkenal sebagai Kota Susu, Boyolali juga memiliki keju khasnya sendiri, yaitu Keju Indrakila. Melihat minat masyarakat yang makin meningkat dengan keju, Keju Indrakila di Boyolali berhasil membuat pabrik keju pertama di Jawa Tengah, yang memproduksi delapan jenis keju, mulai dari mozzarella, feta, dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu saja, keju Indrakila juga memiliki varian boyobert, yang merupakan jenis keju mirip camembert, namun namanya diubah menggunakan gabungan kata Boyolali dan camembert. Keju Indrakila dapat temukan di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, Bali, Lombok, Ternate, dan berbagai daerah lainnya. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah