Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Combro, Camilan Gurih Isi Oncom yang Populer di Wilayah Bogor, Ini Sejarah Asal-usulnya!

Zalicha Tafuus Nurhaliza • Jumat, 1 November 2024 | 19:20 WIB
Ilustrasi combro kuliner khas Sunda yang populer di Kota Bogor
Ilustrasi combro kuliner khas Sunda yang populer di Kota Bogor

JP Bogor - Combro merupakan salah satu makanan tradisional khas Sunda dari tatar Parahyangan, Jawa Barat, yang sangat populer terutama di kalangan masyarakat Bogor. Nama combro sendiri berasal dari singkatan dari "oncom di jero", yang berarti "oncom di dalam". Nama ini mencerminkan bahan utama dan isi khasnya, yaitu singkong dengan isian oncom pedas di bagian tengahnya.

Lebih dari sekadar makanan ringan, combro menyimpan cerita menarik mengenai asal usul dan filosofinya dalam kehidupan masyarakat Sunda.

Menurut cerita turun-temurun, combro awalnya muncul sebagai solusi masyarakat Sunda untuk memanfaatkan hasil bumi yang melimpah di wilayah mereka, terutama singkong.

Dulu, singkong sering kali dijadikan bahan makanan pokok bagi masyarakat, karena mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan khusus. Seiring waktu, masyarakat mulai mencoba berbagai cara mengolah singkong, salah satunya dengan menjadikannya bahan dasar kulit untuk mengisi berbagai isian, salah satunya adalah combro.

Oncom, bahan isian combro, juga memiliki cerita sendiri. Oncom adalah produk fermentasi yang biasanya dibuat dari ampas tahu atau kacang tanah. Proses pembuatannya mirip dengan tempe, tapi dengan jenis kapang yang berbeda.

Bagi masyarakat Sunda, oncom adalah sumber protein yang terjangkau, kaya nutrisi, dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Oncom kemudian dipadukan dengan bumbu pedas, menciptakan rasa khas yang cocok sebagai isian dalam combro.

Di Jawa Barat, oncom dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang dianggap istimewa. Proses fermentasi pada oncom dianggap memberikan "rasa hidup" pada makanan, yang memberikan aroma dan rasa yang kuat.

Dalam budaya Sunda, makanan fermentasi seperti oncom dianggap dapat memberikan daya tahan dan kekuatan. Filosofi inilah yang menjadikan combro sebagai simbol ketahanan masyarakat Sunda, yang selalu berusaha memanfaatkan sumber daya lokal dengan kreatif dan berinovasi untuk menciptakan makanan yang lezat dan bergizi.

Seiring berjalannya waktu, combro menjadi semakin dikenal, tidak hanya di Bogor dan Jawa Barat, tetapi juga di daerah lain di Indonesia. Cita rasa gurih dan pedas dari oncom, yang berpadu dengan tekstur renyah di luar tapi lembut di dalam, membuat combro menjadi camilan favorit.

Tak heran, combro kini dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional hingga di berbagai restoran modern yang menyajikan masakan khas Sunda.

Salah satu keunikan combro adalah cara penyajiannya. Di daerah asalnya, Bogor, combro sering kali disajikan dengan cara digoreng hingga kuning keemasan. Makanan ini biasanya disajikan saat panas agar rasanya lebih nikmat, serta aroma oncom yang pedas bisa lebih terasa.

Biasanya combro dinikmati sebagai camilan sore hari dengan secangkir teh manis, sebagai teman bersantai bersama keluarga atau teman.

Saat ini, combro juga mengalami variasi dalam cara pengolahannya. Ada yang menambahkan isian tambahan selain oncom, seperti daging cincang atau keju, untuk memberikan cita rasa yang berbeda.

Meskipun demikian, versi tradisional combro dengan isian oncom tetap menjadi pilihan favorit bagi banyak orang yang ingin merasakan cita rasa aslinya. Variasi ini adalah bukti dari kemampuan makanan tradisional seperti combro untuk terus beradaptasi dengan selera generasi baru.

Di Bogor, combro bahkan sering dijadikan ikon kuliner lokal, karena banyak wisatawan yang datang ke kota ini mencari combro sebagai salah satu oleh-oleh. Beberapa produsen lokal mulai mengemas combro dengan cara yang lebih modern dan higienis, sehingga dapat bertahan lebih lama dan bisa dibawa ke luar kota.

Lebih dari sekadar makanan, combro menjadi simbol persatuan dan identitas budaya Sunda. Hidangan ini mengingatkan masyarakat Sunda akan pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal, serta menghargai kearifan lokal.

Pada akhirnya, combro tidak hanya sekedar camilan gurih. Bagi masyarakat Bogor dan Sunda, combro memiliki arti yang dalam. Makanan ini menjadi bukti kreativitas dan ketekunan masyarakat yang mampu menciptakan hidangan sederhana namun kaya rasa.

Combro bukan hanya makanan, tapi juga cerita. Ia membawa warisan budaya yang turun-temurun, dan setiap gigitannya mengingatkan kita pada akar tradisi yang sederhana namun kaya makna.

Bagi yang belum mencoba, combro adalah hidangan yang layak dinikmati untuk memahami cita rasa khas Sunda dan sejarah kuliner Indonesia. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#bogor #oncom #combro #Asal-usul #sunda #jawa barat