Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Menelusuri Jejak Sejarah Pembangunan Jalur Kereta Api Bogor–Sukabumi Hingga Bandung, Jalur Penting era Kolonial Belanda  

Rafli Abdullah Santosa • Senin, 28 Oktober 2024 | 12:03 WIB
STasiun Bogor, bagian dari jalur KA bersejarah dari Batavia ke Sukabumi. (unsplash.com)
STasiun Bogor, bagian dari jalur KA bersejarah dari Batavia ke Sukabumi. (unsplash.com)

 

JP Bogor – Stasiun Bogor merupakan stasiun yang saat ini menjadi pusat pemberangkatan dan kedatangan kereta api di Kota Bogor, baik KRL maupun kereta lokal.

Selain jalur kereta mengarah ke Jakarta Kota, Stasiun Bogor juga memiliki jalur menuju Sukabumi. Sempat lama tidak beroperasi, sebagaimana dilansir dari Antara, per 16 Maret 2023 lalu jalur tersebut sudah bisa digunakan kembali oleh pengguna KA.

Pembukaan itu menambah alternatif pilihan bagi anda yang hendak mengunjungi kota sukabumi menggunakan fasilitas transportasi umum dengan waktu yang singkat dan mudah.

Jalur KA Bogor–Sukabumi bukan baru saja ada. Jalur tersebut merupakan rute penting di masa kolonial Belanda, terutama untuk mengangkut hasil alam.

Dilansir dari journal.unnes.ac.id, sejak pertengahan abad ke-19, pemerintah Hindia Belanda telah membangun jalur kereta api di Priangan yang melewati Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung dari Batavia.

Pada tahun 1878, pemerintah kolonial menetapkan rencana pembangunan jalur Buitenzorg-Tjitjalengka. Pembangunan jalur ini dilakukan secara bertahap selama hampir empat tahun.

Jalur pertama adalah Buitenzorg–Tjitjoeroeg dipasang pada 5 Oktober 1881, Tjitjoeroeg–Sokeaboemi pada 10 Mei 1883, Tjiandjoer–Bandoeng pada 17 Mei 1884, dan Bandoeng–Tjitjalengka dipasang pada 10 September 1884.

Pada saat itu, jalur kereta api dituntut untuk dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah kota dari segi waktu tempuh dan aksesibilitas. Oleh karena itu, pembangunan jalur kereta api di Priangan mempertimbangkan kondisi spasial perkotaan terkait.

Ketika pemerintah kolonial membangun jalur kereta api Buitenzorg–Tasikmalaja (1878–1894), pembangunan dimulai dari arah barat (Buitenzorg) hingga ke arah timur (Maos, Cilacap). Tahap pertama pembangunan adalah jalur Buitenzorg–Bandoeng yang melewati kota Sukabumi, Cianjur, dan Bandung.

Ketiga kota tersebut dianggap sebagai pusat kegiatan politik, sosial, ekonomi, dan budaya, sehingga penting untuk menghubungkannya dengan jalur kereta api.

Berbeda dengan Cianjur, perkembangan Sukabumi dan Bandung jauh lebih pesat sehingga keduanya ditetapkan sebagai kotamadya.

Seiring dengan dibangunnya jalur kereta api Buienzorg–Tjitjalengka, ketiga kota tersebut berkembang menjadi kawasan perkotaan yang menarik para pendatang. Oleh karena itu, Pemerintah Hindia Belanda membangun jalur kereta api di daerah yang relatif kosong.

Editor : Bayu Putra
#bandung #era kolonial belanda #stasiun bogor #Jejak Sejarah #bogor-sukabumi #jalur penting #Pembangunan jalur kereta api