JP Bogor – Museum dan Monumen PETA merupakan salah satu museum dengan bangunan bersejarah yang ada di Kota Bogor, Museum PETA berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 35, Kota Bogor. Museum ini semula merupakan Markas Tentara KNIL (Koninklijk Nederland Indisch Leger).
Dilansir dari laman disjarah-tniad.mil.id dan Museum Kemdikbud, Pada 3 Oktober 1943 di tempat yang sekarang menjadi Museum PETA, didirikan Pusat Pendidikan Perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA)
Pusat Pendidikan ini berhasil mendidik 5 angkatan yag berjumlah 1.609 perwira. Terdiri dari Danton (shodancho), danki (chodancho), dan danyon (daidancho). PETA merupakan satuan tentara bentukan Jepang di Bogor yang berisikan orang-orang Indonesia.
Walaupun awalnya PETA dibentuk untuk membantu Jepang melawan sekutu, seiring perjalanan kemerdekaan Indonesia, PETA kemudian dijadikan sebagai korps tentara. Yang disiapkan untuk mencapai Indonesia merdeka oleh para pemimpin pergerakan kebangsaan.
Pada tanggal 18 Desember 1995, Museum dan Monumen PETA diresmikan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto. Pengelolaannya dipasrahkan pada Yayasan pembela Tanah Air (Yapeta).
Setelah 15 tahun dikelola Yapeta, pada tanggal 9 Agustus 2010 Museum dan Monumen PETA diserahterimakan kepada Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat (Disjarahad).
Saat ini, Museum PETA memiliki 769 koleksi. Di antaranya adalah diorama tentang pembentukan PETA dan perannya dalam perjuangan kemerdekaan. Di museum ini, pengunjung dapat mengetahui sejarah panjang cikal bakal berdirinya TNI di Indonesia.
Berkunjung ke Museum PETA, pengunjung akan diajak kembali ke masa pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dimulai dari masa ketika sikap nasionalisme menjadi panglima melebihi sikap individualisme kelompok dan golongan.
Memasuki are adalam museum, pengunjung akan disambut sebuah prasasti yang dituliskan pada dinding marmer. “Bumi pembela tanah air ini merupakan kawah candradimuka keprajuritan Indonesia. Kami datang dan berkumpul di Bogor tidak saling mengenal, kami berpisah sebagai kawan seperjuangan untuk membela tanah air.”
Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan menjumpai berbagai diorama yang menjelaskan sejarah dan perkembangan tentara PETA dalam meraih cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Selain diorama, terdapat juga koleksi pakaian dan berbagai jenis senjata yang pernah digunakan tentara PETA. Koleksi lainnya berupa foto dokumentasi sepak terjang tentara PETA hasil guntingan dari media massa pada saat itu.
Terdapat juga sebuah monumen di bagian belakang Museum PETA. Monumen itu berupa patung Daidancho Soedirman. Daidancho merupakan pangkat kemiliteran buatan Jepang dan setara dengan Komandan Batalyon (Letkol/Mayor).
Di bagian yang lain, terdapat patung Supriyadi, pemimpin pemberontakan PETA pada 1945. Museum dan Monumen PETA dibuka untuk umum setiap hari, kecuali Sabtu, Minggu, dan hari besar nasional.museum ini beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.
Editor : Bayu Putra