JP Bogor – Hotel Salak merupakan hotel bintang empat yang terletak di Jalan Ir H Juanda, Bogor Barat, Kota Bogor. Hotel ini merupakan salah satu bangunan bersejerah yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
Hotel ini berlokasi sangat dekat dengan Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor. Anda hanya perlu berjalan kaki jika ingin mengunjungi kedua tempat tersebut dari Hotel Salak.
Hotel Salak menjadi saksi perkembangan kota Bogor dari berbagai zaman. Mulai dari era kolonial Belanda, kolonial Jepang, orde lama, orde baru, reformasi, hingga saat ini.
Dilansir dari laman izystay.com, Hotel Salak juga digunakan pada sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Seperti peyelenggaraan rapat persiapan Konferensi Asia Afrika I dan Konferensi Tingkat Tinggi APEC (Asia Pasific Economic Co-Operation).
Dari sisi desain bangunan, hotel Salak memiliki gaya arsitektur Indische Empire. Salah satu warisan budaya peninggalan kolonial Belanda yang berupa bangunan. Hotel ini didirikan oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1856 dan difungsikan sebagai guest house.
Sepanjang berdirinya, Hotel Salak memiliki banyak nama. Yang pertama adalah Dibbets, kemudian menjadi NV American Hotel pada tahun 1913.
Lalu berganti lagi menjadi Bellevue Dibbets pada tahun 1923. Nama salak diberikan pada hotel ini pada masa kemerdekaan Indonesia.
Nama Salak diambil dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti “Perak”, bukan diambil dari nama buah. Bangunannya diresmikan sebagai hotel pada tahun 1923, untuk tanggalnya, sebuah sumber mengatakan bahwa hotel ini diresmikan pada tanggal 20 Mei.
Pada saat tentara kolonial Jepang datang ke Indonesia, hotel ini sempat dijadikan sebagai Markas Kempetai (polisi militer Jepang) pada tahun 1942 sampai dengan 1945.
pada tahun 1948, hotel ini diberikan kepada pemerintah RI dan nama Salak dijadikan nama hotel yang baru. Pada tahun 1998, Hotel ini menambahkan The Heritage di belakang nama salak. Itu karena hotel tersebut termasuk ke dalam warisan sejarah yang ada di Kota Bogor.
Editor : Bayu Putra