JP Bogor – Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti merupakan sebuah museum yang terletak di dalam kompleks Istana Kepresidenan Bogor. Tepatnya di Jalan Ir H Juanda No. 3, Paledang, Kota Bogor.
Penamaan museum ini punya makna tersendiri. Secara epistemologi, kata "Balai" berarti ruangan, sedangkan "Kirti" bermakna kemasyhuran. Dengan demikian, "Balai Kirti" dapat diartikan sebagai tempat yang menyimpan atau menjaga kemasyhuran.
Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti dibangun atas ide dan inisiatif dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2012.
Lalu, Kementerian Pekerjaan Umum menindaklanjuti ide ini dengan memulai pembangunan gedung melalui sayembara rancangan bangunan yang diadakan pada tahun 2012. Kemudian, Proses pembangunan fisik dimulai pada tahun 2013.
Melansir dari laman iha.kemdikbud.go.id, Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti dibangun dengan fungsi sebagai sarana rekreasi sekaligus edukasi.
Sebab, di museum ini pengunjung dapat menghayati perjalanan kepemimpinan, mengapresiasi, dan meneladani berbagai prestasi yang telah diraih oleh setiap presiden selama masa baktinya.
Museum ini memiliki luas bangunan 3.200 meter persegi dan diresmikan pada 18 Oktober 2014 oleh presiden SBY. Museum Kepresidenan Balai Kirti merupakan sebuah museum yang berisi cerita perjalanan lengkap setiap presiden Indonesia yang penuh dengan sejarah.
Saat ini, museum ini memajang berbagai karya dan prestasi presiden RI mulai dari Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Bangunan Museum Kepresidenan Balai Kirti terdiri dari tiga lantai. Setiap lantai memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Selain bangunan utama, Museum Kepresidenan Balai Kirti juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti musala, kantin untuk tempat makan, serta toko suvenir. Fasilitas ini disediakan agar pengunjung yang datang merasa lebih nyaman.
Di lantai satu atau disebut sebagai galeri kebangsaan terdapat berbagai relief dan artefak bersejarah. Seperti Patung Garuda Pancasila, teks Proklamasi dalam bentuk aslinya, teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, teks Sumpah Pemuda, serta lirik lagu Indonesia Raya.
Di lantai satu juga terdapat panel peta digital yang menggambarkan sejarah perkembangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, terdapat enam patung perunggu presiden-presiden Republik Indonesia yang telah menyelesaikan masa baktinya.
Patung Garuda dan presiden-presiden tersebut diciptakan oleh seniman Yusman asal Bantul, Yogyakarta. Pada bagian tengah lantai satu juga terdapat sebuah ruangan audiovisual yang menayangkan film pendek mengenai profil singkat enam presiden RI.
Beranjak ke lantai dua atau yang disebut Galeri Kepresidenan, pengunjung akan melihat berbagai koleksi dan informasi penting tentang karya serta prestasi dari enam presiden RI.
Informasi-informasi tersebut ditampilkan dalam bentuk memorabilia, lukisan, album foto digital, pakaian, dan video wall. Bahkan, terdapat juga kata-kata mutiara atau quotes dari masing-masing presiden. Salah satunya, “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah (Jas Merah)” dari Presiden Soekarno.
Selain itu, di lantai dua juga terdapat sebuah perpustakaan kepresidenan yang berisi buku koleksi presiden atau buku mengenai presiden.
Buku-buku dan publikasi yang ada di perpustakaan ini ditata secara menarik. Suasan perpustakaanya pun nyaman dan tenang sekali, sehingga cocok sekali untuk belajar dan membaca buku disini.
Kemudian, pada lantai tiga terdapat area taman terbuka yang menjadi tempat berbagai tanaman tropis dan ruang rapat pegawai museum. Lantai 3 ini sempat ditutup. Di lantai tiga ini, anda bisa melihat langsung Istana Kepresidenan Bogor dari atas.
Berbagai koleksi yang dimiliki oleh Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti berasal dari berbagai instansi atau lembaga, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Perpustakaan Nasional juga turut menyediakan kelengkapan koleksi buku. Serta, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyediakan bahan dokumentasi audiovisual, dan Badan Informasi Geospasial menyumbangkan konten informasi digital.
Dilansir dari laman museumkepresidenan.id, untuk berkunjung ke museum ini anda harus mengikuti beberapa prosedur kunjungan, di antaranya:
- Calon Pengunjung mengajukan surat permohonan yang ditujukan kepada Plt Kepala Museum dan Cagar Budaya Kompleks Istana Kepresidenan Bogor
- Mencantumkan nomor ponsel penanggung jawab rombongan.
- Melampirkan daftar nama peserta
- Surat dikirim langsung atau melalui email ke balaikirtimuseumkepresidenanRI@gmail.com atau mengisi formulir pada laman museumkepresidenan.id.
- Surat permohonan diterima pihak museum paling lambat 7 hari sebelum waktu berkunjung.
Dengan berbagai koleksi dan fasilitas yang lengkap, museum ini menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menyenangkan, namun juga edukatif. Sebab, di sini anda bisa memahami lebih dalam perjalanan Indonesia melalui perspektif para pemimpinnya.
Editor : Bayu Putra