JP Bogor – Bagi banyak warga Jakarta dan sekitarnya, akhir pekan artinya waktu untuk merencanakan liburan ke kawasan wisata Puncak Bogor. Kawasan ini sudah menjadi semacam ikon wisata di Kabupaten Bogor.
Di kawasan Puncak, terdapat beragam tempat wisata yang mudah untuk diakses oleh wisatawan. Termasuk di dalamnya wisata air terjun, yang dalam Bahasa Sunda disebut Curug.
Salah satu curug yang populer di kawasan Puncak Bogor adalah Curug Naga. Wisata air terjun ini terletak di Desa Citamiang, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Dilansir dari laman megamendung.digitaldesa.id, Wisata Curug Naga merupakan objek wisata alam yang dikelola oleh Perhutani KBM dan warga lokal setempat. Selain Curug Naga, di kawasan yang sama terdapat 2 curug lain, yaitu Curug Priuk dan Curug Barong.
Tiap curug memiliki pesona dan keindahannya masing-masing, dengan tingkat kesulitan askses yang berbeda pula. Sehingga, objek wisata ini sangatlah cocok bagi wisatawan yang suka kegiatan outdoor atau menghadapi tantangan.
Di Wisata Curug Naga, wisatawan akan melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti body rafting, river trekking, jungle trekking, dan cliff jumping.
Untuk mencapai curug, wisatawan perlu melakukan body rafting dan river trekking terlebih dahulu, sehingga perlu memakai life jacket atau pelampung yang sudah disediakan dan mengikuti panduan dari pemandu.
Karena di objek wisata ini terdapat 3 curug, wisatawan dapat mengunjungi ketiganya sekaligus. Dengan body rafting dan river trekking di Sungai Cirangrang, wisatawan akan merasakan pengalaman seru sambil memandangi pemandangan alami sekitar curug yang indah. Berikut tiga curug yang bisa dikunjungi.
- Curug Priuk
Curug pertama yang akan dilalui dalam jalur body rafting adalah Curug Priuk. Dinamakan Curug Priuk karena memiliki bentuk seperti periuk nasi, dengan ketinggian kurang lebih 5 meter dan arus yang cukup deras.
Untuk dapat mencapai curug, wisatawan perlu berjalan menuruni bukit sejauh 100 m. Dikelilingi oleh tebing bebatuan, wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan indah Curug Priuk.
Telaga yang berada di kaki Curug Priuk memiliki air jernih menyegarkan, yang tampak berwarna kehijauan. Di sini, wisatawan dapat melakukan cliff jumping.
- Curug Naga
Setelah menyusuri sungai dari Curug Priuk, pemandu akan mengajak wisatawan untuk pergi menuju lokasi curug kedua, yaitu Curug Naga. Setelah mengikuti arus sungai, wisatawan akan diajak untuk menepi dan menaiki bukit.
Jalur bukit ini cukup terjal, sehingga diperlukan kehati-hatian dan kerja sama yang tinggi. Wisatawan akan menuruni tebing dengan bantuan tali sebelum disambut dengan pesona keindahan Curug Naga.
Curug naga memiliki 2 tingkat air terjun dengan ketinggian total mencapai 28 meter. Diapit oleh tebing yang tinggi, telaga di kaki curug memiliki kedalaman hingga 12 meter. Banyak wisatawan yang menguji adrenalin mereka dengan cliff jumping dari ketinggian 8 meter.
- Curug Barong
Untuk melanjutkan perjalanan dari Curug Naga, wisatawan perlu melintasi sungai berarus deras dengan bantuan tali pengaman agar tidak tersebawa arus. Setelah itu, wisatawan akan berenang menyusuri sungai sebelum menepi.
Ketika sampai di daratan, wisatawan harus berjalan di trek yang cukup menanjak untuk menyusuri sungai. Setelah itu, wisatawan akan dipandu untuk kembali menyusuri sungai yang cukup dalam dibantu dengan tali pengaman.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 100 meter, Curug Barong akan menyambut kedatangan wisatawan.
Curug Barong memiliki ketinggian sekitar 20 meter, dengan letaknya yang sedikit lebih tersembunyi dibanding 2 curug sebelumnya. Dikelilingi tebing dan pepohonan yang hijau, suasana di Curug Barong akan memberikan kesan yang lebih tenang.
Air yang mengalir juga terasa lebih dingin. Di sini, wisatawan juga dapat melakukan cliff diving, namun tidak boleh terlalu dekat dengan curug karena arusnya cukup deras.
Wisata Curug Naga buka setiap hari pukul 08.00–18.00 WIB. Untuk dapat bermain air mengunjungi curug tersebut, terdapat beberapa paket yang dapat dibeli dengan harga mulai dari Rp 85.000-an per orang.
Saat ingin berkunjung di akhir musim kemarau atau awal musim hujan, disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu agar keselamatan wisatawan dapat terjaga.
Editor : Bayu Putra