Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mirip dengan Ketoprak dan Kupat Tahu, Inilah Doclang, Makanan Legendaris Khas Bogor, Cocok Dimakan saat Sarapan

Yudha Satria Palma • Rabu, 9 Oktober 2024 | 16:42 WIB
Doclang, salah satu kuliner tradisional khas Bogor. (id.tastemade.com)
Doclang, salah satu kuliner tradisional khas Bogor. (id.tastemade.com)

JP Bogor – Selain terkenal dengan julukan kota hujan, Kota Bogor juga terkenal karena memiliki beragam kuliner khas, salah satunya doclang. Doclang merupakan salah satu makanan tradisional khas Kota Bogor. 

Makanan ini biasanya dijadikan sebagai menu sarapan oleh warga Kota Bogor. Ini karena doclang memiliki porsi yang tidak terlalu banyak, namun tetap bisa membuat perut anda kenyang di pagi hari. Sehingga makanan ini cocok disantap di pagi hari.

Selain itu, satu porsi doclang lengkap dengan tambahan telur memiliki harga yang cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 8.000.

Sejarah asal usul makanan tradisional khas Bogor ini pun masih belum jelas. Beberapa orang percaya bahwa kuliner legendaris ini sudah ada sejak abad ke-19. Bahkan ada yang menyebut makanan ini sudah ada sejal abad ke-17.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa doclang kali pertama diperkenalkan oleh pedagang Tionghoa.

Asal-usul nama doclang sendiri memiliki dua versi. Pertama, beberapa orang percaya bahwa nama ini berasal dari pelesetan kata dalam bahasa Belanda, Dutchland.

Namun, versi lain yang lebih populer menyebutkan bahwa doclang adalah singkatan dari medhok kacang, yang merujuk pada cita rasa kacang yang khas dalam hidangan ini.

Doclang terbuat dari kupat atau lontong, tahu goreng, kentang goreng, telur rebus, dan kerupuk, lalu disiram bumbu kacang di atasnya. Jika kita melihat dari bahan-bahan yang digunakan, makanan ini memang punya kemiripan dengan ketoprak dan kupat tahu. 

Meskipun memiliki kemiripan, ternyata ada sebuah perbedaan yang membedakan doclang dengan ketopak maupun dengan kupat tahu. Yakni penggunaan daun yang digunakan untuk membungkus lontongnya.

Lontong yang digunakan untuk membuat Doclang dibungkus menggunakan daun patat. Daun ini dipilih karena memiliki aroma khas yang mampu menambah cita rasa lontong atau kupat. 

Daun yang dikenal dengan nama latin Phrynium capitatum ini memang banyak dijumpai di Bogor dan sering digunakan sebagai bahan pembungkus.

Hal ini karena teksturnya yang halus dan elastis, serta dipercaya kaya akan serat dan protein. Sehingga cocok digunakan untuk membungkus makanan.

Bumbu kacang pada doclang juga cenderung lebih kental dan manis, memberikan sentuhan rasa yang khas.

Selain itu, penggunaan kentang juga menjadi salah satu pembeda. Hal inilah yang membuat doclang berbeda dari hidangan sejenis seperti kupat tahu dan ketoprak. 

Walaupun menjadi salah satu kuliner tradisional khas Kota Bogor, namun saat ini penjual doclang sudah sulit sekali ditemukan, bahkan di Kota Bogor sendiri.

Salah satu penjual doclang yang masih bertahan hingga saat ini adalah Doclang 405 yang ada di Jalan Kapten Muslihat No. 22 Bogor Tengah, Kota Bogor. Satu porsi doclang lengkap dengan telur dibanderol seharga Rp 12.000, sementara menu tanpa telur dijual dengan harga Rp 10.000.

Editor : Bayu Putra
#doclang #kota bogor #kupat tahu #sarapan #makanan legendaris #Bahasa Belanda #ketoprak #makanan tradisional