Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Wayang Golek, Seni Pertunjukan Tradisi Sunda yang Kerap Menjadi Bagian dari Perayaan di Kabupaten Bogor  

Yudha Satria Palma • Rabu, 2 Oktober 2024 | 06:34 WIB
Pagelaran wayang golek di halaman kantor Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. (Humas Pemkab Bogor)
Pagelaran wayang golek di halaman kantor Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. (Humas Pemkab Bogor)

JP Bogor – Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan keanekaragaman budaya. Setiap daerahnya memiliki ciri khas dan tradisi uniknya masing-masing, warisan leluhur yang telah terjaga selama berabad-abad. 

Salah satu bentuk budaya dan warisan leluhur yang terus terjaga dan mengakar dalam masyarakat adalah seni pertunjukan wayang golek, khususnya di Jawa Barat.

Wayang golek tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan sosial. 

Boneka wayang golek terbuat dari bahan dasar kayu. Paling banyak mengggunakan kayu mahoni dan albasia. Kayu-kayu ini diolah hingga membentuk figur tiga dimensi yang mencerminkan berbagai tokoh pewayangan. 

Salah satu cirinya, bagian kepala wayang golek dirancang terpisah dari tubuhnya. Dihubungkan dengan tangkai yang menembus rongga tubuh, sehingga kepala dapat dengan mudah dilepas.

Untuk menambah daya tarik visual, boneka ini dilukis dengan warna-warna cerah dan dilengkapi kain hias, sehingga penampilannya semakin mirip dengan karakter aslinya.

Ada dua jenis wayang golek yang dikenal, yakni, wayang golek cepak dan purwa. Wayang golek cepak merupakan jenis wayang golek yang memiliki bentuk kepala datar, dan terkenal di daerah Cirebon.

Wayang ini biasanya membawakan cerita babad dan legenda, serta ditampilkan dalam bahasa daerah setempat. 

Sedangkan wayang golek purwa adalah boneka wayang yang meniru tokoh-tokoh dalam wayang kulit, terutama dari kisah Ramayana dan Mahabharata.

Perubahan wayang kulit menjadi wayang golek terjadi secara bertahap hingga abad ke-19 dan disempurnakan pada abad ke-20. Wayang golek yang saat ini sering ditemui merupakan hasil penyempurnaan dari wayang golek purwa yang berasal dari tradisi Sunda.

Wayang golek kerap ditampilkan dalam momen-momen tertentu. Di Kabupaten Bogor misalnya, pertunjukan wayang golek digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-542 Kabupaten Bogor.

Pertunjukan wayang golek digelar di beberapa titik, seperti di lapangan Desa Cipenjo Kecamatan Cileungsi dan halaman kantor Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang.

Penjabat (Pj) Bupati Bogor kala itu, Asmawa Tosepu, yang turut hadir menyaksikan pertunjukan mengatakan, pagelaran wayang golek bertujuan untuk melestarikan warisan budaya leluhur.

Menurut dia, wayang golek seharusnya tidak sekadar menjadi bagian dari seremonial. Melainkan juga menjadi cermin kehidupan dan perilaku masyarakat sehari-hari.

Gelaran pertunjukan wayang golek dalam berbagai momen-momen penting, salah satunya ulang tahun Kabupaten Bogor menunjukan bahwa seni pertunjukan ini tetap bertahan. Wayang golek juga  berhasil beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa menghilangkan esensi dan makna tradisional.

Editor : Bayu Putra
#seni pertunjukan #kabupaten bogor #wayang golek #tradisi #boneka #jawa barat