JP Bogor - Menyusui tetap menjadi pilihan terbaik bagi sebagian besar bayi, bahkan saat terjadi bencana alam. Pasalnya, ASI dapat melindungi bayi dari penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Selain itu, ASI juga memberikan kalori serta nutrisi yang dibutuhkan si kecil.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua, khususnya ibu, untuk mengetahui cara menyusui dengan aman dan nyaman saat terjadi bencana alam.
Dilansir dari cdc.gov, berikut panduan tentang cara menyusui dengan aman dan nyaman di situasi darurat:
1. Cuci tangan sebelum menyusui. Jika tidak ada sabun dan air bersih, gunakan hand sanitizer berbahan alkohol minimal 60%.
2. Pelajari cara memerah ASI dengan tangan. Saat listrik padam, pompa ASI elektrik mungkin tidak bisa digunakan.
3. Selama dan setelah bencana, usahakan tetap dekat dengan anak. Kedekatan ini membantu ibu melanjutkan proses menyusui dengan lebih mudah.
Menurut informasi dari usbreastfeeding.org, bayi dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat terjadi bencana alam. Dalam situasi penuh keterbatasan, kebutuhan mereka terhadap makanan yang aman dan bergizi menjadi tantangan besar bagi para orang tua.
Penggunaan susu formula, misalnya, sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit hingga kematian pada bayi. Bukan hanya karena kandungannya yang tidak sekuat ASI, tetapi juga karena cara penanganannya yang membutuhkan banyak hal, yakni air bersih, bahan bakar untuk mensterilkan botol dan dot, serta listrik untuk penyimpanan. Di tengah bencana, semua kebutuhan dasar itu bisa sangat sulit didapat. Susu formula pun berisiko terkontaminasi jika disiapkan dalam kondisi tidak higienis.
Di sisi lain, ASI menjadi sumber nutrisi yang paling aman dan praktis. ASI selalu bersih, siap diberikan kapan saja, dan tidak membutuhkan air, bahan bakar, atau listrik. Bahkan dalam kondisi paling ekstrem, tubuh ibu tetap mampu memproduksi ASI untuk memenuhi kebutuhan bayinya.
Selain itu, ASI mengandung antibodi alami yang membantu melindungi bayi dari infeksi, termasuk diare dan gangguan pernapasan, dua penyakit yang umum terjadi saat lingkungan tidak bersih. Dari segi nutrisi, ASI menyediakan komposisi vitamin dan mineral yang tepat untuk mendukung pertumbuhan bayi secara optimal.
Tak hanya itu, proses menyusui juga membantu menjaga kehangatan tubuh bayi. Kedekatan fisik dengan ibu dapat mencegah hipotermia, risiko lain yang sering muncul ketika keluarga harus mengungsi atau berada di tempat yang dingin setelah bencana.
Dengan berbagai manfaat tersebut, menyusui menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bayi di situasi darurat. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah