JP Bogor – Netizen di parung Panjang Bogor dan sekitarnya dihebohkan dengan beredarnya video istri Rusli, Kepala Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor, yang tengah flexing. Ia memamerkan beberapa gepok uang dengan pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.
Dalam salah satu video, istri Rusli tengah makan bersama seorang pria sembari menunjukan tumpukan uang.
Ia kemudian menyebut tidak terpengaruh 'lockdown', di mana yang dimaksud adalah penghentian kegiatan pertambangan di wilayah Cigudeg dan sekitarnya.
Video lain menunjukan istri Rusli berada di dalam mobil, dan menunjukkan gepokan uang yang ia keluarkan dari plastik putih.
Video-video yang beredar di media sosial itu jadi sorotan luas. Netizen beranggapan hal itu melukai masyarakat, terutama para pelaku usaha di parung Panjang dan sekitarnya yang tengah terdampak penutupan aktivitas tambang.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Rengasjajar, Rusli, membenarkan bahwa perempuan yang ada di dalam video tersebut merupakan istrinya.
Meski demikian, Rusli membantah bahwa video itu dibuat untuk sengaja diperlihatkan kepada masyarakat.
"Video itu dibuat waktu penutupan sebagian kegiatan tambang pada Juli 2025 lalu, bukan penutupan tambang keseluruhan dari kebijakan Gubernur Jawa Barat. Saat itu, istri saya hanya berniat bercanda kepada salah satu sopir truk yang biasa dipekerjakan istri saya," ujarnya, sebagaimana dilansir dari Radar Bogor, Rabu (29/10).
Video tersebut, lanjut Rusli, kemudian diposting di status WhatsApp. Kemudian didownload pihak lain tanpa izin dan disebar ke media sosial dengan narasi yang dikaitkan dengan kondisi masyarakat saat ini.
"Tidak ada kaitannya video itu dengan masyarakat yang terdampak penutupan tambang, apalagi punya tujuan menghina. Sehingga narasi yang disampaikan berlebihan serta mengadu domba," katanya.
Sementara uang yang dipamerkan itu adalah hasil dari usaha tambang yang ia kelola bersama istrinya untuk dibagikan ke para pekerja.
Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak menelan informasi yang beredar tanpa mengetahui yang terjadi sebenarnya.
Sementara itu, pria dalam video tersebut, Ocim, meminta maaf kepada masyarakat, terutama pelaku usaha tambang yang telah tersinggung.
Ia menyatakan bahwa video itu dibuat hanya untuk tujuan candaan dan tidak ada niatan membuat gaduh masyarakat.
"Klarifikasi ini saya buat agar tidak menjadi kesalahpahaman dan kegaduhan baik kepada masyarakat maupun istri pak kades," tukasnya.
Editor : Bayu Putra