JP Bogor – Nasib malang menimpa seorang perempuan berinisial TI (56). Dia diduga menjadi korban pencopetan saat naik angkot 16 jurusan Salabenda-Pasar Anyar Kota Bogor.
Korban menceritakan, insiden itu terjadi pada Minggu (3/8). TI mengatakan, awalnya dia hanya berdua dengan seorang ibu-ibu di dalam angkot tersebut.
Begitu angkot yang ditumpanginya tiba di Jalan Sholeh Iskandar (Jalan Baru), seorang pria berpenampilan lusuh ikutan naik. Tidak berselang lama, dua pria lainnya menyusul.
“Dua orang laki-laki muda itu naik di belokan rel kereta api Kedung Badak, yang satu mengenakan kaos oren, yang satunya lagu mengenakan kemeja,” kata TI sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.
Saat di dalam angkot, pria berbaju oren tiba-tiba mengeluh sakit di bagian perutnya. Rekannya yang mengenakan kemeja mengatakan bahwa pria tersebut sedang merasakan sakit pada lambungnya.
TI pun mengaku bahwa dirinya sempat menyarankan obat yang sebaiknya dikonsumsi. Tidak lama kemudian dua pria tersebut turun dari angkot, persisnya di dekat Foto Copy Semeru.
“Saat berbincang tas saya dalam keadaan terbuka memang tidak tertutup rapi. Di situ saya tidak menyadari bahwa tas saya kecopetan, kehilangan dompet,” ujarnya Senin 4 Agustus 2025.
TI baru menyadari dompet miliknya raib saat hendak mengambil uang di salah satu ATM. Dia pun menduga dompet miliknya itu digondol oleh dua pria yang salah satunya mengeluh sakit asam lambung.
“Pas nyaranin obat asam lambung yang pakai kemeja itu gerak-gerakin tas ke kanan dan kekiri, wajahnya menghadap ke saya, pria itu kira kira berusia 30 tahun,” pungkasnya.
Editor : Bayu Putra