Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Pengamen yang Bentak Sopir Angkot di Kota Bogor Diringkus Polisi, Wawalkot Bogor jenal Mutaqin Langsung Tawari jadi Tukang Sapu

Bayu Putra • Rabu, 23 Juli 2025 | 18:38 WIB
D, Pengamen yang meresahkan saat dimintai keterangan oleh pihak Polresta Bogor Kota, Rabu (23/7/2025). Kini, ia ditawari jadi tukang sapu di Alun-Alun Kota Bogor. (Fauzan/Radar Bogor)
D, Pengamen yang meresahkan saat dimintai keterangan oleh pihak Polresta Bogor Kota, Rabu (23/7/2025). Kini, ia ditawari jadi tukang sapu di Alun-Alun Kota Bogor. (Fauzan/Radar Bogor)

JP Bogor – Polresta Bogor Kota baru saja meringkus pengamen yang bikin resah penumpang angkot di Kota Bogor. Aksi pengamen berinisial D ini terekam kamera dan videonya viral di media sosial.

Dalam video yang viral, terlihat D membentak sopir angkot dengan bahasa yang kasar. Aksinya sontak membuat para penumpang histeris dan ketakutan.

Polisi pun langsung mencari keberadaan D, dan akhirnya ia berhasil diringkus pada Rabu (23/7) dini hari di Kawasan Bedeng, Jembatan Ceger Kota Bogor.

Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Dede Hendrawan mengatakan, aksi pelaku sudah termasuk dalam kategori premanisme. Sebab, ia telah mengintimidasi sopir dan membuat penumpang ketakutan.

“Hasil dari pemeriksaan bahwa dia merasa pada saat masuk angkot digas oleh seorang sopir. Sehingga menghasilkan amarah terhadap seorang sopir,” Jelas Dede.

Rupanya, saat itu D sedang dalam pengaruh alkohol. Dede menjelaskan, minuman keras yang dikonsumsi D adalah ciu.

Kompol Dede memastikan pihaknya segera memburu para penjual minuman yang memabukkan itu. Semuanya akan dikuliti demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Insya allah kami akan tindak lanjuti. Terkait masalah penjual mirasnya akan kami lakukan operasi,” terang Dede pada awak media, Rabu (23/7) pagi sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.

Pihaknya telah melakukan tes urine apda D untuk mengetahui apakah pengamen tersebut dalam pengaruh narkoba atau tidak. “Tapi hasilnya negatif, bahwa dia tidak pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang,” pungkasnya.

Ditawari Kerja Menyapu Alun-Alun Kota Bogor

Tak lama usai diamankan, D dijenguk oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. Saat bertemu, Jenal menawarkan D untuk bergabung menjadi petugas kebersihan di Alun-Alun Kota Bogor.

“Itu sebuah tantangan bagi kami pemerintah. Di satu sisi kami harus menertibkan dan menjaga rasa aman serta nyaman untuk seluruh warga Bogor, baik penumpang maupun pengemudi,” ujar Jenal.

Dia memastikan bahwa pemerintah tetap akan memberi ruang kedua bagi warga yang ingin berubah. Termasuk dengan menawarkan pekerjaan sosial sebagai bentuk pembinaan.

“Saya tawarkan untuk bertaubat dan berhenti minuman keras, salatnya dirapihin. Kalau itu sudah bisa, saya libatkan kerja sasapu di Alun-alun,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, Jenal mengatakan D mengaku baru dua hari turun ke jalan. Sebelumnya ia bekerja sebagai pemulung. Ia juga telah berkeluarga dan memiliki dua anak.

“Ketika kami edukasi dan tanya, yang bersangkutan sudah memiliki istri dan anak dua. Dan tentu dari sisi kemanusiaan kita pun harus mencari solusi selain sanksi yang telah diterapkan oleh Polresta Bogor Kota,” ucapnya.

 Jenal memastikan pembinaan terhadap pengamen yang meresahkan di Kota Bogor akan terus dilakukan. Saat ini, sebanyak 400 pengamen telah terdata, namun hanya separuh yang dinilai layak tampil.

“Kita seleksi, yang bisa nyanyi itu hanya 200 sekian orang. Yang layak, kami fasilitasi untuk tampil di Alun-Alun, Taman Heulang, Taman Ekspresi, serta di sejumlah kafe,” jelasnya.

Pengamen-pengamen ini dikelompokkan dalam unit band yang dikurasi bersama Dinas Pariwisata dan komunitas seni jalanan. Mereka lalu ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan.

“Kita titipkan satu per satu per grup band yang sudah kami kurasi. Ini bertahap dan terus berproses,” terang Jenal.

Namun, ia mengakui tak semua pengamen di jalanan saat ini berasal dari Kota Bogor. Sebagian di antaranya merupakan pendatang dari luar Kota Bogor. “Tapi yang warga Kota Bogor langsung kita bina dan kita seleksi,” katanya.

Beberapa dari mereka bahkan telah lebih dulu direkrut menjadi petugas kebersihan sejak awal program berjalan. Termasuk yang saat ini bekerja di area Balai Kota.

“Beberapa pengamen dari awal sebelum ada program ini sudah kami kerjakan di Alun-alun dan di Balaikota untuk sasapu. Ini komitmen kami atas perintah Pak Wali,” tegasnya.

Jenal menambahkan, sejumlah kasus keributan yang melibatkan pengamen kerap dipicu minuman beralkohol. Karena itu, pihaknya akan lebih selektif menempatkan pengamen di area publik.

“Maka saya minta nanti yang masuk kafe dan taman-taman untuk berhenti minum minuman keras. Ini bagian dari pembinaan dan penyaringan kami,” pungkasnya.

Editor : Bayu Putra
#tukang sapu #pengamen #Jenal Mutaqin #bentak #kota bogor #sopir angkot #polisi #alun-alun #diringkus