Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Apa Itu Aktivisme? Para Penggerak Perubahan yang Tak Pernah Mati

Abdul Hamid Dhaifullah • Selasa, 17 Juni 2025 | 08:00 WIB

Ilustrasi seseorang tengah melakukan aksi demonstrasi (Dok. Pinterest)
Ilustrasi seseorang tengah melakukan aksi demonstrasi (Dok. Pinterest)
JP Bogor – Dari delapan jam kerja sehari hingga hak pilih perempuan, banyak kebebasan yang kita nikmati hari ini bukanlah pemberian sukarela dari penguasa. Merupakan hasil kegigihan para aktivislah setiap perubahan besar itu dapat diwujudkan.

Ketika kita menyaksikan ketidakadilan seperti pembakaran bahan bakar fosil, penyiksaan hewan dalam industri peternakan massal, hingga penindasan terhadap pengungsi, dorongan alami muncul untuk tidak tinggal diam. Aktivisme lahir dari dorongan ini, dari tekad untuk menantang kekuasaan dan membangun dunia yang lebih baik bagi semua.

Aktivisme, secara sederhana menurut liberties.eu, adalah tindakan yang dilakukan untuk menantang kekuasaan demi perubahan sosial demi kebaikan bersama. Ini bisa muncul dalam banyak bentuk mulai dari demonstrasi, protes, mogok kerja, boikot, kampanye daring, ketidakpatuhan sipil, seni protes, hingga advokasi kebijakan.

Tak ada satu cara baku untuk beraksi. Aktivisme memiliki banyak bentuk, bergantung pada siapa yang melakukannya dan konteks zamannya. Berikut contoh aksi yang boleh jadi sering kita dengar:

Aktivisme tidak selalu berarti turun ke jalan atau menghadapi risiko penjara. Sebagaimana dituturkan oleh para relawan Greenpeace di situs resmi mereka, aktivisme adalah spektrum yang luas. Aktivisme bisa berarti mengambil tindakan dalam bentuk apapun untuk membawa perubahan baik atau mencegah perubahan buruk atau menyebarkan informasi kepada mereka yang seharusnya bertindak atau juga membuat tekanan kepada pemerintah dan korporasi besar untuk mengubah cara mereka.

Beberapa aktivis memilih cara yang penuh risiko seperti unjuk rasa, sementara lainnya menyumbangkan tenaga lewat petisi, edukasi, lobi kepada wakil rakyat, hingga sekadar membagikan informasi di media sosial. Bagi sebagian orang, seperti yang diceritakan oleh cucu seorang aktivis Gandhi, keberanian untuk mengambil risiko besar mungkin tak selalu hadir. Namun ia tetap menemukan jalannya: menulis dan menyebarkan pesan.

Setiap orang bisa menjadi aktivis, tak perlu menjadi ahli atau profesional. Ada warga biasa yang menghidupi nilai demokrasi dengan mendukung gerakan sosial. Ada reformis yang mendorong perubahan dari dalam sistem. Ada pemberontak yang menyorot ketidakadilan dari luar sistem kekuasaan. Dan ada change agent yang mengedukasi publik agar semakin banyak yang ikut terlibat.

Aktivisme juga melahirkan komunitas sebagai tempat berbagi pengetahuan, energi, dan semangat yang memperkuat gerakan kolektif. Seperti disampaikan salah satu relawan Greenpeace, "Bersama orang-orang yang sepemikiran, saya merasa melakukan sesuatu yang berarti."

Banyak revolusi sosial dan politik terjadi berkat keberanian para aktivis. Penghapusan perbudakan, hak pilih perempuan, hingga tumbangnya rezim-rezim otoriter, semua itu lahir dari upaya tanpa lelah mereka yang berani melawan arus.

Aktivis sering kali datang dari kelompok yang termarjinalkan, membawa suara mereka yang jarang terdengar ke ruang publik. Mereka menjadi jembatan antara rakyat dan pengambil kebijakan, memastikan suara kelompok yang rentan ikut diperhitungkan. Di saat yang sama, mereka menjaga keseimbangan kekuasaan, menuntut akuntabilitas dari pemerintah maupun korporasi.

Editor : Candra Mega Sari
#aktivisme #aktivis #penggerak perubahan