Dari gim dasarnya hingga ekspansi Shadow of the Erdtree, berikut adalah 15 pertarungan bos paling brutal yang membuat banyak tarnished (pemain) mengulang puluhan, bahkan ratusan kali:
1. Promised Consort Radahn (DLC)
Sebagai bos terakhir Shadow of the Erdtree, Radahn muncul dalam bentuk yang benar-benar baru dengan bersatu bersama Miquella. Dua fase, masing-masing dengan serangan cepat dan AoE besar, membuat pertarungan ini sangat menuntut konsentrasi tinggi. Bahkan build terbaik pun bisa tumbang dalam beberapa detik.
2. Malenia, Blade of Miquella (Base Game)
"I have never known defeat," kalimat ini bukan sekadar sombong. Malenia menyembuhkan dirinya sendiri setiap kali serangannya mengenai pemain, bahkan jika itu hanya mengenai perisai. Fase keduanya membawa Scarlet Rot yang mematikan, membuatnya menjadi ikon kesulitan dalam Elden Ring.
3. Maliketh, The Black Blade
Pertarungan dua fase yang menuntut ketangkasan dan refleks cepat. Sebagai Beast Clergyman, ia sudah brutal. Tapi ketika berubah menjadi Maliketh, kecepatannya meningkat tajam dan serangan Black Blade-nya mengurangi HP maksimum pemain, membuatnya jadi tantangan unik.
4. Dragonlord Placidusax
Tersembunyi di dimensi rahasia, Placidusax adalah naga berkepala dua dengan serangan teleportasi yang tak terduga. Kombinasi serangan listrik dan waktu yang berubah-ubah membuat bos ini seperti pertarungan puzzle dan sangat menegangkan.
5. Godfrey, First Elden Lord (Hoarah Loux)
Awalnya kalem, penuh wibawa. Tapi saat berubah menjadi Hoarah Loux, ia melepaskan sisi liarnya. Tanpa senjata, ia menghantam tanah dan melempar pemain layaknya binatang buas. Ritme pertarungan berubah total dalam sekejap.
6. Godskin Duo
Dua bos dalam satu arena yang bisa hidup kembali berkali-kali. Pemain dituntut mengatur posisi, stamina, dan kesabaran karena serangan cepat dan AoE dari keduanya bisa dengan mudah mengacaukan segalanya. Hampir tak ada momen aman di arena ini.
7. Mohg, Lord of Blood
Terkenal karena serangan "Nihil" yang merenggut nyawa pemain meski sedang berjaga. Dengan kemampuan darah dan serangan AoE, Mohg membuat pemain frustrasi kecuali membawa peralatan khusus seperti Mohg’s Shackle atau Purifying Crystal Tear.
8. Radagon of the Golden Order
Fase pertama bos terakhir Elden Ringyang menyerang dengan pukulan magis yang cepat dan presisi. Pola serangannya sulit ditebak, dan jendela serangan balik sangat sempit, menjadikan setiap duel dengannya sebagai ujian penguasaan pertempuran.
9. Rellana, Twin Moon Knight (DLC)
Bos di Castle Ensis ini membawa dua pedang sihir dan api yang bisa memusnahkan HP dalam sekejap. Kombinasi kombo panjang dan AoE dari dua elemen membuatnya sangat mematikan, bahkan untuk pemain veteran.
10. Draconic Tree Sentinel (Leyndell)
Dijumpai di luar ibu kota, ia adalah versi jauh lebih kuat dari Tree Sentinel biasa. Dengan serangan petir, daya tahan tinggi, dan kuda lapis baja, pertarungan ini menjadi rintangan besar sebelum memasuki Leyndell.
11. Bayle the Dread (DLC)
Terletak di puncak Jagged Peak, naga ini tak hanya besar dan kuat, tapi juga punya serangan napas api yang luas dan serangan fisik yang tak kenal ampun. Pertarungan panjang yang menguji semua aspek kemampuan pemain.
12. Astel, Stars of Darkness
Versi lebih ganas dari Astel Naturalborn. Ia menggunakan sihir gravitasi dan meteor raksasa yang bisa memusnahkan pemain dalam sekali hantam. Pengendalian ruang dan waktu membuat pertempuran ini terasa seperti menghadapi entitas dari dimensi lain.
13. Romina, Saint of the Bud (DLC)
Setengah serangga, setengah dewi penyakit, Romina menyebarkan Scarlet Rot ke seluruh arena. Serangan jarak dekatnya sulit dihindari dan status rot menuntut pemain membawa banyak penawar atau perlindungan khusus.
14. Margit, The Fell Omen
Sebagai bos besar pertama, Margit terkenal dengan serangan yang tidak langsung, delayyang mengelabui banyak pemain baru. Pertarungan ini menjadi filter awal, menunjukkan bahwa Elden Ring tidak memberi ampun sejak awal.
15. Messmer the Impaler (DLC)
Menggunakan api dan tombak dengan kecepatan luar biasa. Fase kedua bahkan lebih mengerikan, dengan transformasi yang membuat arena berubah drastis. Harus dikalahkan untuk membuka wilayah Shadow Keep, membuatnya sebagai gerbang besar dalam DLC.
Editor : Candra Mega Sari