Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Dedi Mulyadi Sebut Peminat Pembinaan Siswa di Barak Militer Mankin Banyak, Pemprov Jabar akan Buka Pendaftaran 500 Orang Per Gelombang

Rian Alfianto • Kamis, 8 Mei 2025 | 23:14 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). (Tim Media KDM)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). (Tim Media KDM)

JP Bogor – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklaim bahwa program pembinaan siswa bermasalah di barak militer sudah diterima dengan baik oleh masyarakat.

Meski tetap ada pro dan kontra di sejumlah kalangan, tak sedikit yang mendukung program tersebut.

Siswa-siswa bermasalah yang dipilih oleh sekolah, guru, dan melibatkan orang tua murid, dibina oleh pembina dari Polri dan TNI di barak militer. Karakter mereka digembleng dan diperbaiki supaya jadi pribadi yang lebih baik.

Hasilnya, beberapa kali meninjau lokasi pembinaan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklaim sejumlah siswa bermasalah mulai menunjukkan perkembangan positif. Karakter mereka membaik, jam tidur berubah, dan jadi lebih rajin.

Dedi mengatakan, dengan masifnya publikasi, semakin banyak yang mendaftar untuk ikut program pembinaan siswa di markas tentara.

Keterangan tersebut ia sampaikan usai mengunjungi para pelajar SMA yang menjalani pendidikan di Depo Pendidikan (Dodik) Rindam III/Siliwangi di Lembang, Jawa Barat.

"Makin ke sini malah makin banyak yang daftar. Artinya ada kegelisahan, dan orang tua melihat tayangan-tayangan yang objektif oleh temen-temen media. Akhirnya mungkin hari ini sudah berbondong-bondong ingin nitipin anaknya," ucap Dedi Mulyadi, dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu melanjutkan, ke depan dia tidak lagi berbicara persoalan anak atau remaja berperilaku khusus. Program itu akan dianggap sebagai pendidikan kepemimpinan dan kebangsaan bagi anak-anak di Jawa Barat.

"Nanti kita bikin gelombang-gelombang saja. Nanti misalnya gelombang pertama 500, gelombang kedua 500, terus berkesinambungan dalam setahun tidak pernah berhenti," jelas mantan Bupati Purwakarta itu.

Dedi juga mengungkapkan berbagai persoalan dihadapi para siswa hingga harus dikirim ke barak militer atas persetujuan orang tuanya. Mulai dari kecanduan minuman beralkohol, kecanduan game daring, kecanduan merokok, hingga terlibat geng motor.

"Secara umum mereka sudah memiliki kesadaran bahwa dirinya ingin berubah. Dan di rumah mungkin mereka sudah tidak bisa lagi berubah. Maka masuk ke Dodik Kodam III Siliwangi ini," jelas Dedi.

Menurut kepala daerah berusia 54 tahun tersebut, langkah membina mereka di markas tentara dilakuan sebagai salah satu cara untuk membangun kedisiplinan. 

"Saya lihat baru dua malam mereka biasa tidur jam 4 (subuh) jadi jam 9 (malam), biasa merokok jadi berhenti merokok," paparnya.

Tidak hanya itu, Dedi juga menyebut bahwa pihaknya juga mempelajari kualifikasi para pelajar yang terlibat kenakalan remaja yang bervariasi.

Misalnya ada yang orang tuanya baik-baik saja tetapi anaknya nakal. Ada juga yang orang tuanya berpisah dan anaknya menjadi nakal. Lalu ada yang orang tuanya bertengkar terus, sehingga anaknya menjadi nakal.

Editor : Bayu Putra
#makin banyak #barak militer #pemprov jabar #gubernur jabar #peminat #pembinaan siswa bermasalah #buka pendaftaran #Gelombang #dedi mulyadi