JP Bogor – Di balik cahaya bintang dan kisah epik dalam dunia Pokémon, ada dua jenis makhluk yang selalu membuat penasaran para Trainer, yakni Legendary dan Mythical Pokémon. Keduanya sama-sama langka, kuat, dan menyimpan cerita besar, tapi kalai kamu sudah lama mengikuti seri Pokémon, tentu kamu tahu kalau keduanya ternyata punya perbedaan yang sangat menarik.
Sejak Mewtwo mengguncang dunia di Pokémon Red & Blue, dan Mew beredar sebagai rumor rahasia yang tersembunyi dalam data game, perdebatan tentang "Legendary vs. Mythical" telah lama menjadi bahan diskusi para fans setia. Kini, dengan evolusi teknologi dan semakin terbukanya akses terhadap keduanya, batas antara dua kategori ini semakin kabur. Namun, warisan perbedaan mereka masih terasa hingga generasi terbaru.
Apa itu Legendary Pokémon?
Legendary Pokémon adalah sosok besar dalam setiap petualangan Pokémon, biasanya muncul sebagai bagian dari cerita utama atau sebagai ujian besar di akhir perjalanan. Mereka sering kali dikaitkan dengan legenda lokal dalam game, memiliki kekuatan luar biasa, dan hanya bisa ditangkap sekali per file permainan.
Dari burung legendaris Kanto seperti Articuno dan Zapdos, hingga dewa ruang-waktu Dialga dan Palkia di Sinnoh, Legendary Pokémon adalah bintang utama yang selalu dinantikan setiap generasi.
Ciri khas Legendary Pokémon:
- Dapat ditemukan dalam game secara langsung, biasanya lewat eksplorasi atau cerita utama.
- Umumnya tidak bisa berevolusi dan tidak bisa diternakkan (dengan beberapa pengecualian seperti Kubfu menjadi Urshifu).
- Punya hubungan erat dengan mitologi wilayah tempat mereka berasal.
Lalu, Apa Itu Mythical Pokémon?
Jika Legendary adalah bintang film blockbuster, maka Mythical Pokémon adalah legenda urban yang hanya bisa didengar dari cerita atau dulu, dari event khusus. Mythical Pokémon adalah makhluk langka yang biasanya tidak bisa ditemukan secara normal dalam game. Dulu, satu-satunya cara mendapatkannya adalah lewat event eksklusif, baik itu menghadiri film Pokémon, menggunakan item distribusi khusus, atau mengikuti event promosi terbatas.
Contoh paling legendaris? Tentu saja Mew—makhluk misterius yang awalnya hanya bisa diperoleh lewat glitch atau event resmi. Lalu ada Celebi, Jirachi, dan Deoxys, yang dulunya hanya muncul di event tertentu sebelum akhirnya bisa masuk ke alur cerita utama di generasi berikutnya.
Ciri khas Mythical Pokémon:
- Tidak tersedia secara langsung dalam gameplay utama, kecuali dalam event atau kondisi khusus.
- Sering kali memiliki lore atau latar cerita yang lebih misterius dan dalam.
- Biasanya hanya satu yang bisa didapatkan per akun atau fail, dan lebih sulit diperoleh dibanding Legendary.
Baca Juga: Lagi Diet? Ini Alasan Kenapa Kardio Jadi Olahraga yang Paling Cocok Buat Kamu!
Dulu Sulit, Sekarang Semakin Terjangkau
Seiring waktu, Pokémon Company mulai bereksperimen. Sejak era Nintendo DS, distribusi Mythical Pokémon menjadi lebih fleksibel. Deoxys misalnya, sempat masuk ke cerita utama di Omega Ruby & Alpha Sapphire. Magearna bisa diperoleh lewat QR Code, dan Zarude dibagikan secara digital untuk para penonton film di Jepang.
Di generasi terbaru, Mythical bahkan hadir dengan cara yang lebih sinematik dan epik. Di Pokémon Scarlet & Violet, pemain harus menyelesaikan seluruh DLC The Teal Mask dan The Indigo Disk untuk membuka epilog Mochi Mayhem, di mana Pecharunt, Mythical Pokémon berwujud yokai nakal, menjadi bos terakhir yang bisa ditangkap.
Kini, dengan Mythical Pokémon yang hadir di Pokémon GO, bisa ditransfer ke game utama, dan tersedia lewat berbagai jalur, perbedaan mereka dengan Legendary makin kabur. Namun tetap ada satu hal yang membuat Mythical begitu spesial: pengalaman eksklusif. Baik itu lewat puzzle tersembunyi, DLC premium, atau koneksi lintas game, mendapatkan Mythical Pokémon selalu terasa seperti membuka kotak rahasia yang penuh keajaiban. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah