Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Drama Queen: Manga Baru Shonen Jump yang Kontroversial

Muhammad Arlingga Kusuma • Jumat, 7 Maret 2025 | 22:00 WIB
Drama Queen (Dok. CBR)
Drama Queen (Dok. CBR)

JP Bogor – Shonen Jump adalah penerbit manga yang memiliki banyak penggemar. Seri terkenal seperti Big 3, yaitu NarutoOne Piece, dan Bleach, menjadi favorit para pencinta anime. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak fans menantikan perilisan seri terbaru dari penerbit ini. Namun, manga terbaru yang dirilis justru menimbulkan kontroversi.

Dikutip dari CBR.com, di akhir tahun 2024 lalu, Shonen Jump menerbitkan manga Drama Queen karya Kuraku Ichikawa. Manga fiksi ilmiah dengan sentuhan komedi gelap ini merupakan salah satu hit terbaru dari penerbit tersebut. Drama Queen mencetak rekor dengan mencapai 500.000 kali tayangan di Manga Plus saat debut pertamanya, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Manga ini pun viral, meskipun bukan karena alasan yang diharapkan oleh seorang mangaka.

Intinya, Drama Queen menjadi salah satu manga yang paling kontroversial. Karya ini terkena tuduhan mulai dari rasisme maupun fasisme. Tak heran, manga ini memicu perdebatan antara kritikus vokal dan pendukung setianya yang justru menikmati kontroversi yang terjadi.

Drama Queen bercerita di masa depan di mana alien menetap di Jepang setelah menyelamatkan Bumi dari hantaman meteor. Kini, manusia dan alien hidup berdampingan dalam harmoni, tetapi beberapa masih ada yang tidak mempercayai atau bahkan membenci keberadaan alien. Di sinilah Nomamoto dan Kitami masuk, dua individu yang sama-sama membenci alien. Kebencian mereka berdua sangatlah kuat sampai-sampai mereka memutuskan menjadi duo pembunuh berantai. Kitami bertindak sebagai eksekutor dan Nomamoto menyingkirkan bukti.

Masalah yang sering dibicarakan adalah karena Drama Queen justru menggambarkan aksi pembunuhan mereka sebagai sesuatu yang heroik. Selain itu, Nomamoto dan Kitami direkrut oleh sebuah organisasi misterius yang bertugas membunuh alien. Memang, alien di manga ini digambarkan sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat atau menjijikkan. Tetapi mengingat bahwa alien di manga ini adalah metafora dehumanisasi sebagai representasi dari imigran di dunia nyata, sulit untuk tidak melihat manga Drama Queen sebagai fantasi kekuasaan yang bernuansa isolasionisme ekstrem.

Selain itu, manga ini juga dapat dianggap sebagai respons konservatif terhadap kebijakan pemerintah Jepang yang belakangan ini mendorong imigrasi sebagai solusi kurangnya populasi.

Terlepas dari semua itu, Drama Queen sebenarnya bukanlah satu-satunya manga yang unik dalam keberanian ekstrem dan nasionalismenya. Manga ini hanyalah karya fiksi berhaluan kanan terbaru dari Jepang yang mendapatkan ketenaran luas. Karya-karya manga lain dengan narasi konservatif yang penuh kebencian dan dehumanisasi bukanlah hal yang langka di manga dan anime. Contohnya adalah Attack on Titan, yang berhasil menjadi anime yang sangat populer meskipun memiliki subteks isolasionis dan fasis yang cukup terang-terangan.

Setelah bertahun-tahun diperdebatkan, kecenderungan jingoistik (nasionalisme berlebihan) Attack on Titan akhirnya dikonfirmasi dan dikritik habis-habisan, terutama setelah bab akhir yang kontroversial. Hajime Isayama, penulis dari manga Attack on Titan, bahkan meminta maaf secara publik dan menulis ulang bagian akhir ceritanya.

Namun, manga yang paling mirip dengan Drama Queen sebenarnya adalah Gantz. Bahkan, bisa dikatakan bahwa Drama Queen adalah penerus spiritual Gantz yang paling mendekati. Seperti dalam Drama Queen, alien dalam Gantz juga secara eksplisit disebut sebagai imigran yang dianggap wajar untuk dibenci dan dibunuh oleh para protagonis Jepang. Alien-alien itu diceritakan cukup kuat untuk menguasai Jepang, namun secara paradoks tetap bisa dikalahkan oleh karakter utama yang merepresentasikan pembaca dengan pandangan dunia yang sinis dan ekstrem. Bedanya, Gantz mengungkapkan premis ini sebagai plot twist, sementara Drama Queen sudah menunjukkan biasnya sejak awal.

Editor : Candra Mega Sari
#manga #Shonen Jump #kontroversial #anime