JawaPos.com – Kepala Desa (Kades) Gunung Menyan, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Wiwin Komalasari jadi viral di media sosial. Itu lantaran video yang memperlihatkan dia bercanda soal nasi kotak di acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bogor pada Kamis (20/2) lalu.
Sebagai respons atas viralnya video yang memancing pro dan kontra netizen itu, Pemkab Bogor akan memanggil Wiwin untuk memberikan pembinaan.
Dalam video itu, Wiwin terlihat menghadiri acara pelantikan pada Kamis (20/2). Mengenakan seragam serba putih dan kacamata hitam, Wiwin terlihat tertawa sembari mengangkat bungkusan kresek putih berisi nasi kotak yang disebutnya sebagai "berkat".
"Assalamualaikum, ini baru kali ini saya bawa, bawa apa? Bawa berkat," kata Wiwin seraya tertawa dalam video yang viral di media sosial.
Tak hanya itu, kalimat-kalimat berikutnya juga memancing perhatian netizen. "Seumur-seumur bawa berkat. Jomet, jomet, jomet. Geli ya. Lucu," ujar Wiwin lagi. "Kades viral ini bawa jomet," sambungnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Renaldi Yushab menyampaikan permohonan maaf, atas viralnya video yang menghebohkan masyarakat tersebut.
"Kami atas nama pemerintah daerah Kabupaten Bogor mohon maaf apabila konten di media sosial salah satu kepala desa kami membuat beberapa pihak kurang nyaman," ujarnya, dikutip Senin (24/2).
Renaldi memastikan, berdasarkan perintah Bupati Bogor Rudy Susmanto, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada Kades Wiwin.
"Insya Allah atas arahan Pak Bupati Bogor, saya selaku Kepala Dinas PMD Kabupaten Bogor akan segera memanggil pihak Oknum Kepala Desa tersebut dan melakukan pembinaan," ucapnya.
Wiwin Komalasari sebelumnya juga telah memberikan klarifikasi melalui akun TikTok miliknya, @ratuwk1414. Ia menjelaskan tentang kronologi video nasi kotak yang heboh di jagat maya itu.
"Kronologinya sebetulnya kita tidak ada niatan untuk menghina, melainkan seru-seruan gitu. Kita dapat makan itu kan di besek dan kita tidak makan di sana. Melainkan dibawa, ditenteng, dan dibawa seru-seruan dan seneng gitu," ujar Wiwin dalam video klarifikasinya.
"Mungkin di situ ada kata-kata geli. Geli itu bukan berarti jijik, melainkan itu lucu. Saya sendiri pribadi orang Sunda, jadi berbicaranya, ih seru ya lucu-lucuan bawa tentengan ini, bawa berkat ini lucu banget gitu, seneng banget. Kita memang mau makan bareng-bareng di parkiran gitu, malah di parkiran loh kita makan, bukan untuk niatan menghina," imbuh Wiwin.
Editor : Bayu Putra