Pertempuran ini terjadi di Pulau Iwo Jima Jepang, yang bagian selatannya didominasi oleh Gunung Suribachi dan tebing curam. Marinir AS menyerbu pulau Iwo Jima pada tanggal 19 Februari 1945. Pertempuran ini menjadi salah satu yang paling berdarah dalam sejarah militer Amerika Serikat.
Ambisi menguasai pulau ini tidak lain adalah untuk tujuan strategis, yakni mengamankan jalur serangan udara ke Jepang. Artinya, pulau Iwo Jima digunakan sebagai pangkalan udara darurat bagi pesawat tempur (B-29) Amerika yang menjalankan misinya ke wilayah Jepang.
Hari Iwo Jima dikenang sebagai lambang kegigihan Marinir AS dalam menghadapi pertahanan Jepang di medan yang berat. Hari Iwo Jima digunakan sebagai penghormatan bagi ribuan prajurit Marinir AS dan tentara Jepang yang telah gugur dan berjuang dalam medan pertempuran.
Mengutip dari laman www.nationalww2museum.or, berikut ini adalah rangkuman fakta menarik dari pertempuran Iwo Jima.
Pertempuran 36 Hari
Setelah berbulan-bulan terjadi serangan laut dan udara. Tentara jepang bertahan di dalam bunker-bunker yang digali jauh di dalam batuan vulkanik Gunung Suribachi. Ada 70.000 Marinir AS dan 18.000 tentara jepang yang terlibat di dalam pertempuran. Setelah 36 hari hampir 7.000 Marinir AS tewas dan 20.000 lainnya terluka. Marinir AS berhasil menangkap 216 tentara Jepang dalam pertempuran ini.
Pengibaran Bendera di Suribachi
Tanggal 23 Februari, Marinir AS berhasil mencapai puncak gunung Suribachi. Kelompok Marinir kemudian mengibarkan bendera AS untuk pertama kali di puncak gunung. Momen ini diabadikan dalam foto ikonik 'Raising the Flag on Iwo Jima' oleh Joe Rosenthal. Meskipun gunung Suribachi telah dikuasai oleh militer AS, pertempuran ini masih menghadapi perlawanan yang sengit sampai akhirnya benar-benar selesai pada tanggal 26 Maret 1945.
Penghargaan
Penghargaan terbanyak pada militer tertinggi AS diberikan pada prajurit pertempuran di Iwo Jima. Sejumlah 27 Medal of Honor diberikan atas aksi pertempuran Iwo Jima, yang menjadikannya penghargaan paling banyak dibandingkan pertempuran lain dalam sejarah militer Amerika.
Editor : Candra Mega Sari