JP Bogor – Kasus penyerangan terhadap sejumlah satpam Kebun Raya Bogor (KRB) oleh oknum ormas pada Minggu (15/11) lalu yang viral di media sosial masih ditangani oleh Polresta Bogor Kota.
Salah satu korban, Suradi, menyebut bahwa ada enam satpam yang diserang saat kejadian tersebut.
Versi Suradi, saat itu dirinya yang sedang patroli dipanggil oleh komandan regu (danru) untuk membantu pengamanan rombongan pengunjung.
Terdapat 2 bus dan 2 mobil datang berbarengan untuk masuk ke Kebun Raya Bogor. Dia lalu menyampaikan ke rombongan bahwa jam kunjungan Kebun Raya Bogor hanya sampai jam 16.00. Sehingga mereka yang datang lebih dari jam itu tidak boleh masuk.
Mendengar hal tersebut, rombongan itu awalnya setuju dan hanya meminta izin untuk berdoa di depan gerbang.
"Saya kembali hubungi danru untuk memohon izin agar mereka bisa berdoa, setelah diizinkan oleh pihak danru mereka pun berdoa sesaat sebelum menyerang," ujarnya, sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.
Suradi mengaku tak tahu alasan mengapa dia dan teman-temannya diserang. "Saya kena di bagian belakang kepala dan samping sampai berdarah. Terus mereka masuk ke parkiran juga untuk menyerang," ujarnya.
Atas tindakan ini, General Corporate Communication PT MNR, Zaenal Arifin mengaku, telah melaporkan masalah itu ke Polresta Bogor Kota.
"Kami sangat menyayangkan sekali dan cukup prihatin atas terjadinya pemukulan dan pengeroyokan anggota kami di Kebun Raya," terangnya.
Dia menjelaskan satpam telah bekerja sesuai prosedur, yaitu melarang pengunjung datang di luar jam operasional. KRB memberlakukan jam operasional mulai pukul 08.00–16.00 atau jam 4 sore.
"Setelah jam 4 tentu ada SOP, peraturan yang kami perlakukan untuk menutup area Kebun Raya Bogor. Di luar dari itu bukan kapasitas dari kami, karena kita tidak memiliki kapasitas untuk kegiatan di malam hari," jelasnya.
Zaenal juga mengatakan bahwa ini kejadian pertama peziarah yang datang ke KRB kemudian bermasalah. Mereka juga tidak melakukan koordinasi sebelumnya untuk datang di luar jam operasional.
"Artinya, apabila itu disampaikan maksud kegiatannya, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti permintaan itu," ungkapnya.
Di luar persoalan tersebut, Zaenal memastikan tak ada kendala selama layanan kunjungan wisatawan ke KRB. Pengunjung tetap bisa datang tanpa khawatir gangguan keamanan, sebab pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI.
"Kami jamin keamanan para pengunjung karena juga kami berkoordinasi dengan aparatur keamanan," imbuhnya.
Sebelumnya, gterjadi penganiayaan terhadap petugas keamanan atau satpam Kebun Raya Bogor (KRB), yang diduga dilakukan oleh sekelompok oknum anggota ormas.
Penganiayaan itu buntut kericuhan antara para oknum anggota ormas itu dengan satpam Kebun Raya Bogor di Pintu 1 Kebun Raya Bogor, Minggu (15/12).
Kapolsek Bogor Tengah AKP Agustinus Manurung Agustinus menyebut bahwa rombongan anggota ormas itu mengaku ingin masuk ke dalam Kebun Raya Bogor untuk berdoa.
Namun, karena kedatangan mereka telah melebihi jam operasional, akhirnya tetap tidak diperbolehkan oleh satpam.
Larangan itu membuat anggota ormas tersebut marah. Cekcok pun tak terhindarkan. Dalam video CCTV tampak terjadi aksi dorong mendorong antara anggota ormas dengan satpam. "Pas berantem itu ada satpam yang kena tonjok. Setelah selesai ribut itu kemudian pergi," jelasnya.
Editor : Bayu Putra